Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pertanyaan Pertama

Ketika manusia pertama berbuat dosa, Tuhan tidak langsung menghakimi mereka, melainkan memberikan pertanyaan. Itulah pertanyaan pertama Allah kepada manusia yang dicatat di Alkitab. Pertanyaan pertama itu berbunyi, “Di manakah engkau?” Bukan karena Tuhan tidak mengetahui di mana mereka berada, tetapi karena mereka tidak sadar bahwa posisi mereka telah berubah. Di Kejadian 1 dan 2, kita melihat relasi yang baik antara Allah dengan manusia, tetapi di Kejadian 3, manusia menjadi takut berelasi dengan Allah. Hal itu dikarenakan posisi manusia yang telah berubah.

Ketika malaikat berdosa, tidak ada catatan di Alkitab bahwa Allah memberikan pertanyaan. Tetapi ketika manusia berbuat dosa, Allah memberikan pertanyaan. Pendeta Stephen Tong dalam khotbahnya pernah memberikan ilustrasi: Dia berdiri menghadap jemaat, maka jemaat berada di depannya. Lalu perlahan-lahan dia membelokkan dirinya ke arah kiri sehingga jemaat berada di sebelah kanannya. Lalu dia mengatakan, “Kalian jangan berubah, tetaplah di depanku, jangan di kananku.” Lalu dia terus membelokkan dirinya ke arah kiri sehingga jemaat berada di belakangnya. Lalu dia mengatakan, “Kalian jangan berubah, tetaplah di depanku, jangan di belakangku.” Demikian juga kita dengan Allah. Allah tidak pernah mengubah posisinya, tetapi manusia yang telah mengubah posisinya. Di mana posisi kita berada, ke mana posisi kita itu menghadap, akan menentukan apa yang kita lihat.

Ada istilah “out of the box” yang berarti seseorang jangan hanya melihat dari posisi dia berada, tetapi melihat dari posisi orang lain yang melihat dia. Permasalahan umat manusia bukanlah kita tidak melihat dari sisi orang lain, tapi kita tidak melihat dari sisi Allah. Kita sebagai ciptaan Allah yang berdosa ini hanya melihat segala sesuatu dari sudut pandang kita sendiri yang berada di bumi. Bukankah seharusnya kita melihat segala sesuatu dari sudut pandang Allah yang bertakhta di sorga? Bukankah kita tidak pernah keluar dari “box” keberdosaan kita selama kita tidak melepaskan sudut pandang manusia berdosa? “Di manakah kita” menentukan apa yang kita lihat. Apa yang kita lihat menentukan penilaian kita, dan penilaian kita menentukan perbuatan kita.

Dalam segala sesuatu yang kita lakukan, marilah sempatkan diri keluar dari “box” keberdosaan kita, menjadi “out of the box”. Mari kembali berada di posisi yang seharusnya, dari posisi sudut pandang takhta Allah. Dengan demikian kita mampu melihat dengan tepat, sehingga kita dapat menilai dengan tepat dan melakukan panggilan kita dengan benar.

Yana Valentina

Mei 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲