Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Petisi kepada Allah

Petisi online mulai menjadi sarana orang memberikan dukungan terhadap salah satu isu yang sedang hangat. Sebenarnya saya sih sangat pesimis bahwa bapak-bapak wakil rakyat yang terhormat itu benar-benar akan mendengarkan aspirasi petisi seperti ini. Kalau kita membaca beberapa komentar yang menumpukan harapan kepada Bapak Presiden, seolah-olah Presiden punya tongkat ajaib untuk membereskan semua masalah.

Di dalam dunia theologi, banyak yang mempertentangkan antara doa dan kedaulatan Allah. Kalau Allah berdaulat menetapkan segala sesuatu, kenapa kita masih perlu berdoa? Kita tahu ada yang salah dengan pertanyaan ini. Kita tahu ada logika yang tidak tepat di balik pertanyaan semacam ini. Tetapi, bagaimana kita menjawab logika yang salah tersebut? Ya, dengan memberikan logika yang sebenarnya: Kedaulatan dan kuasa Allah justru menjadi dasar keyakinan untuk kita berdoa. Kalau Allah tidak berkuasa dan tidak berdaulat mutlak (seperti Presiden, DPR, dan aparat pemerintahan lainnya), maka kita pasti akan berdoa sambil bertanya-tanya, apakah Tuhan mampu mengubah situasi ini, apakah Dia berkuasa menjawab doa-doa manusia. Justru karena kita yakin Dia adalah Allah yang mahakuasa, maka kita dapat dengan penuh keyakinan menaikkan permohonan doa kita.

Demikian juga, justru karena dia berdaulat mutlak, kita harus sadar bahwa Tuhan berhak menolak atau menunda jawaban doa sesuai kehendak-Nya, karena Dia tahu yang terbaik untuk setiap anak-anak-Nya. Kedaulatan Allah menjadi pendorong, bukan penghalang untuk kita berdoa. Mari kita mengajukan petisi kita kepada Tuhan tanpa perasaan pesimis karena Dia berkuasa!

Heruarto Salim

Desember 2015

1 tanggapan.

1. Emmy dari Palu berkata pada 4 December 2015:

bagi saya pribadi menaikan doa yang berisi permuhonan, keluhan dalam pergumulan, dan berbagai masalah kehidupan kita mutlak harus dinaikkan kepada Allah Bapa di Sorga, selain kita menjaga hubungan pribadi dengan Allah, keintiman yang dinyatakan, sekaligus mengakui bahwa Allah pasti menjawab, dan jawaban-Nya mutlak diserahkan dalam otoritas Allah, inilah pengakuan kita bagi kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Doa pengucapan syukur dalam segala hal, ini juga menunjukkan pengakuankita bahwa apapun yang Allah putuskan dalam menjawab doa-doa kita, patutlah kita syukuri karena Dia yang merencanakan yang terbaik bagi kehidupan kita.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲