Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Psalm 11

Ada beberapa perbedaan kata-kata yang digunakan di dalam terjemahan bahasa Inggris dan di dalam terjemahan bahasa Indonesia untuk Mazmur 11 dan yang menjadi perenungan kali ini saya ambil dari versi bahasa Inggrisnya.

The Lord is in His Holy Temple and in the Lord I take refuge
Keberadaan Tuhan di dalam bait-Nya yang kudus menjadi dasar kita dapat berlindung kepada-Nya. Karena kita dipisahkan (dikuduskan) oleh-Nya dan menjadi milik kepunyaan-Nya sendiri. Kesayangan Allah sendiri. Di dalam pergumulan kita hidup bagi Tuhan dan melayani Tuhan, ada saat di mana kita mengalami tantangan dan keraguan. Hal ini terjadi karena memang kita hidup di dunia yang masih belum sempurna dan ada orang-orang yang melawan Tuhan.

The Wicked
The wicked challenges: Flee like a bird to your mountain.
The wicked attacks: bend the bow with arrow to shoot in the dark at the upright in heart.
The wicked purposes: If the foundations are destroyed, what can the righteous do?

Orang fasik menantang dan menakut-nakuti kita agar kita lari. Orang fasik menyerang dengan panah supaya hati kita lemah. Dan bahkan orang fasik bertujuan menghancurkan fondasi kita sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Bukankah dalam pergumulan kita, terkadang kita kebingungan seperti Naomi atau seperti Daud? Terkadang Tuhan terasa jauh dan kita ragu akan keselamatan dan perkenanan-Nya? Padahal kita tahu bahwa Tuhan mengasihi kita sepenuh-Nya di dalam Yesus dengan jaminan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan sendiri.

The LORD
The Lord’s position: in his holy temple, his throne in heaven.
The Lord’s action: his eyes see, his eyelids test the children of man.
The Lord’s heart: tests the righteous but hates the wicked and violent.
The Lord is righteous: Coals, fire, sulphur, a scorching wind for the wicked.
Love and His face for the righteous and upright.

Tetapi Tuhan berada di takhta-Nya yang kudus dan aman. Dia berada di sorga yang melampaui naik turunnya dunia ini. Tuhan bertindak dengan mata-Nya yang mengamati dan kelopak mata-Nya menguji anak-anak manusia. Tuhan di dalam hati-Nya menguji orang benar (= dengan lembut dan kasih membesarkan anak-Nya), tetapi membenci orang yang fasik dan keras. Perhatikan bahwa di bagian ini terjemahan bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa Inggris. Hal ini ditunjukkan dengan kelopak mata-Nya yang lembut menguji anak- anak-Nya. Dan akhirnya kita melihat bahwa Allah itu benar-adil. Dia akan memberikan batu bara, api, belerang, dan angin panas kepada orang fasik tetapi kasih dan wajah-Nya yang lembut kepada orang benar dan lurus hati. 

Kita bersyukur karena keselamatan bukan berasal dari kita sendiri atau kehendak kita sendiri tetapi berasal dari anugerah Allah yang besar di dalam Yesus. Berdasarkan kasih karunia inilah kita bisa menjadi lurus hati dan dibenarkan. Ketika kita bergumul di dalam naik turunnya dunia ini dan juga hati kita, kita bisa tenang karena kelopak mata-Nya yang memandang kepada kita dari sorga tidak akan meninggalkan kita. Soli Deo Gloria.

Lukas Yuan Utomo

Maret 2017

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲