Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Putra Terbaik Alam Semesta

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."

Dua paragraf di atas merupakan alinea pertama dan ketiga dari Pembukaan UUD 1945. Kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia bukanlah pemberian penjajah melainkan perjuangan putra-putri terbaik bangsa. Kemerdekaan yang diperjuangkan dengan pertumpahan darah menyatakan keluhuran dan martabat bangsa. Hari kemerdekaan bangsa Indonesia adalah 17 Agustus 1945.

Sejarah dan fakta sejarah yang diakui tiap bangsa boleh berbeda. Nanjing massacre sampai sekarang belum diakui oleh Jepang dan 17 Agustus 1945 belum diakui oleh dunia sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia. PBB yang menengahi Indonesia dan Belanda hanya mengakui tanggal kemerdekaan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 sesuai dengan pengakuan Belanda.[1] Tetapi ini tidak menghapuskan fakta sejarah bahwa Indonesia merebut kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 karena terjadi vacuum of power di Indonesia. Tidak ada lagi Jepang dan Belanda. Jepang dipukul mundur oleh Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 dan tentu saja Belanda tidak lagi berkuasa di Indonesia sejak 1942.

Bagaimana dengan identitas dan martabat kita sebagai warga kerajaan Allah? Demikianlah rasul Paulus menjawab keberatan iman jemaat mula-mula dengan membeberkan fakta sejarah dari para saksi kebangkitan Yesus Kristus yang berjumlah lebih dari 500 orang. Inilah yang menjadi pengakuan iman Gereja paling awal bahkan sebelum pengakuan iman rasuli.

Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu – kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci (1Kor. 15:1-4)

Karena salib Kristus, tidak ada lagi kuasa dosa.
Karena salib Kristus, tidak ada lagi kutukan Taurat.
Karena salib Kristus, tidak ada lagi tuduhan setan.
Karena salib Kristus, tidak ada lagi hukuman kekal.

Kemerdekaan Kerajaan Allah diraih oleh putra terbaik alam semesta, Sang Kudus, Anak Allah yang Tunggal, Tuhan Yesus Kristus. Dia melucuti dan mempermalukan semua penguasa kerajaan angkasa dengan memakukan surat hutang dosa di atas kayu salib. Kuasa salib Kristus membuat alam semesta lepas dari penjajahan dosa dan terjadi vacuum of power. Terjadi kegoncangan hebat pada alam semesta pada hari Kristus mati. Dan Kristus menanggung semua itu sendirian dan mengalami vacuum of love. Karena itu, kebangkitan Kristus menjadi tanda zaman baru bagi umat Allah. Kebangkitan Kristus menjadi pembenaran kita. Dan kebangkitan Kristus meneguhkan kuasa-Nya sebagai Sang Raja yang berhak menerima sembah sujud dari segala yang bernafas.

Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? ... kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh. 16:31,33)

[1] http://www.un.org/en/decolonization/nonselfgov.shtml

Lukas Yuan Utomo

Agustus 2014

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲