Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Reason to Rejoice

Di akhir setiap hari, ketika hal terakhir yang perlu kita lakukan adalah tidur, muncul sebuah pertanyaan dari dalam hati: “Bagaimana harimu hari ini?”

Apakah kita akan bersukacita atau kita akan berdukacita? Jika kita bisa menyelesaikan segala sesuatu yang kita ingin kerjakan, jika kita dapat memegang kontrol atas segala sesuatu yang terjadi hari ini, jika segala sesuatu berjalan dengan baik, jika kita merasa aman dengan hidup kita, tidak ada ketakutan terhadap apa pun (misalnya dalam hal ekonomi, sosial, keluarga, kesehatan, dan pendidikan), kita punya alasan untuk bersukacita. Dengan kata lain, kita akan bersukacita ketika kita memegang otoritas. Tetapi segala sesuatu tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita. Itulah yang membuat hidup manusia ada sukacita dan dukacita. Itulah realitas dunia, hidup yang selalu berubah-ubah tergantung kondisi. Oleh karena itu, kita selalu berusaha bahkan bekerja dengan sangat keras untuk memperoleh hal-hal yang kita inginkan.

Ada rahasia yang melampaui segala alasan untuk bersukacita. Rahasia itu adalah:

Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. (Mazmur 47:2-3)
O clap your hands, all peoples; Shout to God with the voice of joy. For the LORD MOST High is to be feared, A great King over all the earth. (Psalm 47:1-2)

Takut pada Allah yang memerintah seluruh bumi adalah alasan yang benar untuk bersukacita. Bumi ini dan segala sesuatu yang terjadi di dalamnya, semuanya ada dalam penguasaan Tuhan. Tidak ada apa pun yang dapat terjadi di luar otoritas-Nya. Walaupun kita tidak menyelesaikan segala sesuatu yang ingin kita kerjakan hari itu, walaupun ada hal-hal yang tidak bisa kita kontrol hari itu, walaupun ada hal buruk yang menimpa kita, walaupun situasi ekonomi, sosial mengancam hidup kita, kita punya alasan untuk bersukacita. Alasan yang tepat, alasan yang pasti, alasan yang bernilai kekal, yaitu Allah adalah Raja kita, Raja atas seluruh umat manusia, Raja atas segala sesuatu! Raja menjamin kesejahteraan dan keamanan hidup semua orang yang berada di dalam kerajaannya. Raja segala raja adalah Raja kita. Jika kita berada di dalam kerajaan-Nya, jika kita taat pada hukum-hukum-Nya, maka kita memiliki janji-Nya:

Ia senang kepada keadilan dan hukum, bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. (Mazmur 33:5)
He loves righteousness and justice; The earth is full of the lovingkindness of the LORD. (Psalm 33:5)

Di akhir setiap hari, ketika hal terakhir yang perlu kita lakukan adalah tidur, muncul sebuah pertanyaan dari dalam hati: “Bagaimana harimu hari ini? Sudahkah hidup sesuai dengan tuntutan Raja dalam kerajaan-Nya?” Apakah jawabmu?

Yana Valentina

Juni 2014

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

Halo Jones, Saya sendiri juga melayani dalam wadah sekolah minggu (SD). Tanggapan singkat saja dari saya. Untuk...

Selengkapnya...

Bagaimana caranya kita menerapkan pemahaman alkitab terhadap anak anak seperti saudara kita yang belajar di mda misalnya

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲