Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Redefinisi

Kalau kita ingin mengetahui definisi sebuah kata, maka kita akan membuka kamus. Tetapi sering kali kita mengetahui sebuah definisi bukan dari kamus, melainkan dari media sosial. Media sosial dengan gencar memberitahu kita arti dari semua kebutuhan kita sejak bayi sampai tua. Hikmat yang disampaikan adalah hikmat dari dunia tentang apa itu benar, apa itu bahagia, apa itu sukses, apa itu cinta, apa itu indah, apa itu sehat, apa itu mulia, dan sebagainya.

Di dalam 1 Korintus 2:6-16, judul yang diberikan LAI adalah Hikmat yang Benar. “Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia” (ay. 7-8). Paulus mengatakan, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” Amsal 8:35-36 mengatakan bahwa: Siapa mendapatkan aku (ed: Hikmat), mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. Siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya. Semua orang yang membenci aku, mencintai maut.

Ketika seseorang merangkul hikmat dunia dan mengecap kenikmatan sesaatnya, ia tidak sadar bahwa pada akhirnya ia akan mengalami kutukan dunia. Akhir hidupnya tertawa pahit mengingat kenangan masa lalu yang sukses. Seperti seekor serangga yang terpikat karena wewangian dan keindahan bunga pemangsa, lalu masuk ke dalam perangkap. Ia menikmati enaknya sari bunga itu, namun tidak berdaya untuk melepaskan diri sewaktu bunga pemangsa itu mematikannya. Tidak ada satu orang pun yang sanggup menyelamatkan dirinya, ini adalah hikmat yang benar. Berbeda dengan hikmat dunia yang mengatakan bahwa diri kita sendirilah, yang mampu memberikan kebahagiaan, kesehatan, keindahan, dan keselamatan bagi diri kita sendiri. Kuburan sering ditampilkan dengan polesan putih, bahkan ukiran, patung, bunga, dan kalimat yang indah. Namun tidak banyak yang menyadari betapa menyeramkannya tulang belulang yang ada di dalamnya.

Marilah kita memeriksa definisi kita dan meredefinisi segala sesuatu dari sudut pandang Allah!

Yana Valentina

April 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan Tuhan selama 30 tahun bagi GRII.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
@David Chandra : kan kita sama2 mengerti bagaimana Tuhan memulihkan Gereja-Nya dari reformasi melalui Martin Luther...

Selengkapnya...

Apa indikator bahwa gerakan Pentakosta Kharismatik dapat disebut sebagai gerakan pemulihan berikutnya?

Selengkapnya...

Saya diberkati oleh tulisan ini. Tapi pada akhir-akhir tulisan ada bbrp hal yang mengganggu saya, kenapa tulisan2...

Selengkapnya...

Terimakasih atas renungannya sangata memberkati

Selengkapnya...

Terima kasih..sangat memberkati!

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲