Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Seandainya…

Ada kejadian nyata menyakitkan yang menimpa sebuah keluarga orang percaya ketika anaknya harus mati kecelakaan di dalam mobil. Anak itu pergi bersama teman-temannya dan mobilnya ditabrak oleh pengendara yang tidak bertanggung jawab. Orang tuanya percaya kedaulatan Allah tetapi fakta yang menggigit seperti ular berbisa ini tidak bisa tidak menimbulkan pertanyaan bukan saja di otak mereka tetapi di lubuk sukma mereka yang terdalam. Mengapa ini terjadi? Seandainya saya tidak mengizinkan dia pergi, seandainya saya lebih disiplin melarang dia keluar malam, seandainya saya menemani mereka pergi, seandainya saya sendiri yang menyetir untuk mereka, bukan hari ini dia pergi, seandainya sedikit pagi dia pulang, seandainya mereka lebih berhati-hati, seandainya mereka menyetir dengan lebih waspada dan sigap, seandainya mereka menghindar tepat waktu, dan seterusnya.

Saya tidak mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas. Tapi saya mencoba untuk mengajak kita berpikir tentang Injil dan anugerah keselamatan yang kita terima. Ketika kita jatuh dalam dosa dan gagal menyesali dosa kita, pernahkah kita berpikir: seandainya saya tidak pergi ke sana waktu itu sehingga tergoda, seandainya saya tidak menuruti emosi dan nafsu saya waktu itu sehingga saya jatuh, seandainya saya lebih waspada dan berjaga-jaga ketika saya lemah, dan akhirnya kita sangat putus asa dan merasa dihakimi sangat berat sehingga tidak mampu bangun lagi?

Our life is not only about us but it is more about Him. Bahkan Paulus lebih kuat lagi mengatakan: hidup yang kuhidupi sekarang ini bukannya aku lagi melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Marilah kita berpikir sebaliknya: seandainya Kristus tidak mati bagiku, seandainya Kristus tidak datang ke dunia, seandainya Kristus tidak menanggung dosaku. Karena sesungguh-sungguhnya, fakta yang sesungguhnya adalah: Kristus mati bagiku, Kristus datang ke dunia bagiku, dan Kristus menanggung dosaku.

Di tengah-tengah penderitaan dan pergumulan kita di dalam dosa, Tuhan menjawab kita dengan salib-Nya. Salib kasar yang mengubahkan dan salib hina yang selamanya mulia. Marilah kita melihat rencana Allah yang sanggup mengubah yang paling buruk sekalipun menjadi indah. Tangan Tuhan sedang merenda membuat karya yang agung mulia. Segala sesuatu bekerja mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia. Dan kita menderita dan bergumul karena ada kemuliaan Allah yang akan dinyatakan. Sebab sesungguhnya, di dalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi sempurna.

Lukas Yuan Utomo

Januari 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲