Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Selamat Tahun Baru, Bartimeus

Tahukah Anda cerita tentang Bartimeus di dalam Alkitab? Atau mungkin Anda lebih tahu lagu “Ada Orang Buta” jikalau Anda pernah mengikuti sekolah minggu? Setiap hari dia duduk di pinggir jalan, semua orang yang lewat jalan itu pasti melihat dia. Suatu hari Yesus datang ke kotanya, semua orang ingin melihat Yesus, begitu juga Bartimeus. Bartimeus ada di pinggir jalan, tetapi banyak orang menutupi dia, sehingga dia bukan saja tidak bisa melihat karena kebutaannya tetapi juga tidak terlihat oleh Yesus. Dalam ketidakberdayaannya ia memberanikan diri untuk memanggil Yesus karena kesempatan itu mungkin tidak akan datang kedua kalinya. Orang banyak memarahinya dan menyuruhnya untuk diam karena mereka merasa terganggu dengan suaranya. Tetapi Bartimeus malah berteriak semakin keras karena dia tahu Yesus adalah satu-satunya harapannya untuk bebas dari belenggu kebutaannya. Penjara yang membuatnya harus duduk di jalanan memohon belas kasihan orang lain setiap hari. Tidak ada satu orang pun yang berbelaskasihan kepada Bartimeus, padahal bisa saja mereka menuntunnya kepada Yesus.

Bartimeus, yang biasanya berkata kepada orang-orang yang lewat, “Kasihanilah aku” dengan harapan mereka memberikannya uang, kini dengan iman berteriak, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku” (Luk. 18:38). Bukan dengan harapan memperoleh banyak uang, tetapi dengan harapan sebuah mujizat. Yesus mendengarnya dan menyuruh orang banyak untuk memanggilnya. Yesus bahkan memberikan belas kasihan yang luar biasa besar kepada Bartimeus untuk meminta apa yang diinginkannya. “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Luk. 18:51). Bartimeus tahu bahwa penjaranya adalah kebutaannya bukan kemiskinannya, maka dia menjawab, “Rabuni, supaya aku dapat melihat.” Yesus dengan kuasa dan kasih-Nya menjawab, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Seketika itulah Bartimeus mengalami mujizat yang dia harapkan, dia bisa melihat. Yesus berbelaskasihan kepadanya, ketika tidak ada satu orang pun yang berbelaskasihan kepadanya. Yesus melihat kebutuhan Bartimeus ketika orang lain justru merasa terganggu dengan kehadirannya.

Di awal tahun baru ini, kita yang tidak buta, marilah menggunakan mata hati kita untuk melihat kebutuhan orang lain dan memiliki belas kasihan seperti Yesus untuk memberikan kepada mereka apa yang mampu kita berikan serta tidak melihat mereka sebagai gangguan. Selamat Tahun Baru 2016!

Yana Valentina

Januari 2016

2 tanggapan.

1. ester dari madiun berkata pada 10 January 2016:

Renungan ini mempertegas dan mengingatkan kita untuk peka terhadap sesama dan lebih giat menjalankan Amanat AgungNya, dalam segala aspek kekristenan harusnya menyentuh semua sendi kehidupan terdalam dalam hati dan pikiran agar kita makin serupa dan punya hati yang penuh belas kasihan spt Tuhan Yesus Kristus yang lebih dulu sudah mengasihi kita ...selamat Natal dan Selamat Tahun Baru 2016 Maranatha

2. Emmy Wibowo dari Palu berkata pada 10 January 2016:

Melihat perkembangan jaman juga dimana saat ini kita hidup, kepedulian akan sesama dan lingkungan makin tipis, orang sibuk dengan urusannya sendiri, ego makin meningkat, jadi melihat kebutuhan orang lain dan memiliki belas kasihan jarang dilakukan orang. Hal ini bukan hanya dilakukan oleh orang-orang yang jengkel dan memarahi Bartolomeus karena " mencari perhatian Yesus", pada saat itu, namun hal serupa banyak ditemui saat ini, jadi kitalah yang menjadi penghalang atau hambatan untuk orang yang membutuhkan Kristus datang mendekat kepada Sang Juru Selamat. Harapan: kiranya renungan awal tahun ini menyadarkan kita untuk kepedulian dan kasih seperti yang Kristus lakukan, menjadi pola hidup kita menjalankan ajaran Kristus, punya kepekaan, kepedulian dan belas kasihan, sehingga kesaksian kita memuliakan nama-Nya.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

Halo Jones, Saya sendiri juga melayani dalam wadah sekolah minggu (SD). Tanggapan singkat saja dari saya. Untuk...

Selengkapnya...

Bagaimana caranya kita menerapkan pemahaman alkitab terhadap anak anak seperti saudara kita yang belajar di mda misalnya

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲