Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Si Pengemis dan Sang Juruselamat

Seorang pengemis lumpuh meminta sedekah kepada dua orang pemimpin gereja, tetapi salah satu menjawab, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, berjalanlah!”  Kadang banyak dari kita seperti pengemis lumpuh tersebut, kita minta yang kita pikir baik, kita minta yang kita inginkan tetapi bukan sesuatu yang benar-benar kita butuhkan. Tidaklah terlalu salah bahwa dunia ini seperti digambarkan oleh pengemis lumpuh–mengejar emas dan perak, dan mengabaikan sesuatu yang benar-benar diperlukan. 

Namun yang keliru bukan hanya dunia di luar, gereja juga sering kali didapati salah jalan juga.  Konon ketika Thomas Aquinas datang kepada Paus Innocent II yang sedang menghitung tumpukan uang, Sang Paus berkomentar, “lihatlah Thomas, gereja tidak lagi berkata, “emas dan perak tidak ada padaku.”” Aquinas menjawab, “Betul Bapa, tapi gereja juga tidak lagi bisa berkata, bangun dan berjalanlah!”

Di dalam cuplikan film “Superman Returns”, Superman berkata kepada Louis Lane, “engkau menulis bahwa dunia tidak memerlukan juruselamat, tapi setiap hari aku mendengar orang- orang berteriak merindukan seorang juruselamat.” Memang mudah melihat kebutuhan- kebutuhan yang terkesan mendesak seperti makanan, tempat tinggal, dan sebagainya. Tetapi jeritan hati terdalam manusia adalah merindukan seorang Juruselamat yang bisa berkata kepadanya, “bangunlah dan berjalanlah dari keterpurukanmu, keluarlah dari lumpur hisap dosa.” Karena itu Kristus datang bukan untuk menjadi seorang tabib yang menyembuhkan berbagai penyakit. Dia tidak datang sebagai seorang ekonom untuk menyelesaikan masalah ekonomi dunia. Tidak juga sebagai seorang pemimpin politik dunia yang menyelesaikan berbagai konflik politik dan sosial dalam dunia ini. Ia datang sebagai Juruselamat atas dosa, sebagai Penghulu Hidup untuk mati disalib.  Apakah yang kauminta wahai “pengemis lumpuh” ketika Yesus datang menghampirimu?

Heruarto Salim

Maret 2018

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

saya mendoakan senor rekan pelayanan saya yang sakit kanker, segala cara telah dilakukannya, hanya tinggal menunggu...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲