Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Siapa Yang Menetapkan Hidupmu?

Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja. (Dan. 1:8)

Siapakah Daniel yang mempunyai ketetapan hati begitu kokoh? Bukankah Raja Babel sendirilah yang menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja (ay.3), siapakah yang berani melawan titah raja saat itu? Padahal Daniel dan ketiga kawannya baru saja diberi nama lain (ditetapkan nama mereka diganti). Atas nama mereka saja, mereka tidak ada berkuasa. Kenapa mereka berpikir bahwa mereka memiliki "bargaining power" berkenaan dengan masalah makanan? Ketika mereka melihat kawan-kawan sebangsa mereka, kawan-kawan mereka tidak keberatan untuk menerima ketetapan raja Babel, dan juga nantinya kawan-kawan tidak berketetapan hati untuk menolak menyembah patung emas Nebukadnezar di pasal keempat.

Mari kita renungkan di dalam kehidupan sehari, ketika kita harus mengambil keputusan- keputusan dalam hidup ini. Ketetapan manakah yang menjadi pedoman kita? Kita bisa mengambil keputusan seperti yang sudah "ditetapkan" oleh pemerintah, oleh institusi, oleh atasan, dan sebagainya. Kita bisa saja beralasan, “memang hukumnya sudah begitu, yah jalanin aja, mau diapain lagi.” Ataukah kita melihat bahwa kebanyakan orang juga melakukannya, bahkan banyak orang Kristen juga melakukannya. “Semua orang juga begitu koq!” Ataukah kita mampu seperti Daniel berketetapan hati untuk tidak menajiskan diri dan ingin terus hanya memperkenankan hati Tuhan? Suatu ketetapan hati yang tetap teguh walaupun hukuman “dilempar ke goa singa” menanti.

Jadi mengapa Daniel berketetapan hati yang begitu kokoh? Jawabannya adalah karena Daniel mengenal Allah yang disembahnya, Allah Pencipta langit dan bumi yang berdaulat atas segala yang ada. Kenalkah kita akan Allah yang kita sembah?

Heruarto Salim

Oktober 2015

1 tanggapan.

1. Dian Manase dari Tangerang berkata pada 15 October 2015:

Syalom, Terimakasih artikel sangat memberkati. Saya diingatkan kembali bahwa pengenalan yang intim dengan Allah yang benar memampukan setiap orang yang percaya untuk berketetapan hati menjalankan perintah Tuhan tanpa rasa takut serta melihat bahwa percaya kepada Allah menuntut ketaatan kepada-Nya setiap detik, menit dan jam. To GOD BE THE GLORY :).

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Puji Tuhan, harapan saya terkabul, bisa mendengar secara langsung khotbah pendeta Dr. Sthepen Tong dan foto bersama...

Selengkapnya...

Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

bersyukur dalam segala keadaan, semakin terberkati... biarlah kehidupan ini jadi seperti yang Tuhan perkenankan...

Selengkapnya...

Terima Kasih Yah...

Selengkapnya...

puji Tuhan...iamn yg disertai praktek syukur dalam segala musim hidup ini semakin meneguhkan pengharapan akan...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲