Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Smile, Be Happy

Setiap hari aku pasti melewati beberapa pintu untuk masuk ke basement apartemen demi memarkir mobil. Aku senantiasa bertemu dengan bapak satpam yang selalu tersenyum dengan ramah menyapa setiap pengendara mobil yang melewati mereka. Satpam yang berjaga selalu berganti, tergantung jadwal jaga mereka. Namun mereka selalu ramah dan menyapa setiap penghuni apartemen dengan senyuman. Tentu saja ada juga satpam yang bukan saja tidak tersenyum, namun memberikan kesan seram. Lalu bagaimanakah seharusnya mimik seorang satpam? Yang memberikan kesan seram demi menakuti penjahat atau yang memberikan kesan ramah demi memberikan ketenangan?

Ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan pekerjanya untuk tersenyum kepada para pengunjung. Tidaklah susah dan mahal untuk menggerakkan mulut ke samping demi menarik hati para pengunjung untuk mampir ke tokonya. Tetapi toko yang pelayannya memberikan senyuman dibandingkan dengan toko yang pelayannya memberikan muka yang masam, pasti akan sangat berbeda terhadap jumlah pengunjung yang datang. Senyuman bukan hanya menyenangkan hati orang yang melihatnya tetapi juga membuat hati si pemberi pun senang.

Mahalkah untuk tersenyum kepada orang lain? Dapatkah kita membeli senyuman? Apakah arti sebuah senyuman bagi orang lain? Bisakah kita tersenyum ketika hati dan pikiran kita sedang susah? Senyumlah, bahagialah! Kamu (terlebih kamu yang dimiliki Tuhan) mempunyai banyak alasan untuk tersenyum dan berbahagia!

Ada ayat di dalam Alkitab yang memberikan kita alasan untuk berbahagia bahkan melampaui kebahagiaan karena memperoleh hasil panen yang besar. “Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari kami, ya Tuhan! Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur” (Mzm. 4:7-8). Ada lagu yang memberikan kita banyak alasan untuk bersyukur:

Thank you for every new good morning, Thank you for every fresh new day,
Thank you that I may cast my burdens, Wholly on to you.
Thank you for every friend I have Lord, Thank you for every one I know,
Thank you when I can feel forgiveness, To my greatest foe.
Thank you for leisure and employment, Thank you for every heartfelt joy,
Thank you for all that makes me happy, And for melody
Thank you for every shade and sorrow, Thank you for comfort in your Word
Thank you that I am guided by you, Everywhere I go.
Thank you for grace to know your gospel, Thank you for all your Spirit’s power,
Thank you for your unfailing love, Which reaches far and near.
Thank you for free and full salvation, Thank you for grace to hold it fast,
Thank you, O Lord I want to thank you, That I’m free to thank.
Thank you, O Lord I want to thank you, That I’m free to thank.

Yana Valentina

Februari 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲