Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

“Sst! Di Mana Minyakmu? Dia Sudah Tiba!” (Bagian 3)

Di luar sudah semakin sepi. Tidak terdengar lagi suara anak-anak kampung bermain kejar-kejaran. Salak anjing sesekali memecahkan keheningan. Pengantin itu menunggu dan menunggu, tetapi mempelai laki-laki tidak kunjung tiba. Makanan telah mendingin. Anggur bergeming. Suara tawa di dalam rumah telah berganti menjadi uapan. Mata kesepuluh gadis itu mulai berat dan mereka pun tertidur. Namun sebelumnya, lima orang dalam kantuk mereka telah mengecek persediaan minyak mereka terlebih dahulu sebelum mereka menyerah kepada kelelahan mereka. Entah apa yang terjadi pada mempelai mereka.

"Sst!" Desis ibu mereka membuat mereka terbangun.

“Di mana minyakmu? Dia sudah datang!”

Kelima gadis yang siaga langsung menuju tempat mereka menaruh minyak mereka. “Ada, Mama,” kata mereka.

Kelima gadis yang lain panik dan mulai berlari ke sana sini mencari minyak, meskipun mereka tahu bahwa itu adalah usaha yang sia-sia karena mereka belum menyiapkannya. Mereka menyadari sekali konsekuensi dari kebodohan mereka: tanpa minyak, mereka tidak akan sanggup menyelesaikan pesta pernikahan itu.

Inilah ingar-bingar yang terjadi di dalam rumah gadis-gadis itu ketika mempelai laki-laki mendadak datang. Apakah ini yang akan terjadi pada kehidupan kita jika Yesus Kristus mendadak datang? Sudahkah kita menyiapkan minyak kita?

Namun, apa yang dimaksud dengan menyiapkan minyak? Daripada kita mencoba untuk mencari paralel dari setiap benda dalam perumpamaan, menurut saya, adalah lebih produktif jika kita mengerti minyak dari fungsinya, sehingga yang kita lihat adalah kondisi yang dimungkinkan dari adanya minyak itu. Minyak diperlukan untuk menyukseskan pernikahan. Menyiapkan minyak berarti serius mau menjalankan pernikahan. Apa yang akan terjadi pada malam hari atas para gadis itu sangat tergantung pada apa yang mereka siapkan pada sore hari. Sore hari mereka menentukan malam hari mereka, dan tidak hanya itu, juga seumur hidup mereka.

Apakah Anda mengira bahwa kiamat adalah urusan nanti? Apa yang telah kita siapkan sekarang untuk menyongsong Dia nanti? Sama seperti hari penikahan kita tidak dapat terlepas dari persiapan kita jauh-jauh hari, apa yang akan terjadi pada kita di hari kedatangan Tuhan Yesus tidak terlepas dari persiapan kita sekarang. Kiamat adalah urusan sekarang. Jadi, apa yang harus kita siapkan? (bersambung ...)

Erwan

Februari 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Puji Tuhan, harapan saya terkabul, bisa mendengar secara langsung khotbah pendeta Dr. Sthepen Tong dan foto bersama...

Selengkapnya...

Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

bersyukur dalam segala keadaan, semakin terberkati... biarlah kehidupan ini jadi seperti yang Tuhan perkenankan...

Selengkapnya...

Terima Kasih Yah...

Selengkapnya...

puji Tuhan...iamn yg disertai praktek syukur dalam segala musim hidup ini semakin meneguhkan pengharapan akan...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲