Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tes Masuk

Segala sesuatu di dunia ini dinilai berdasarkan performa. Tidak ada satu perusahaan yang berani memercayakan posisi tertentu kepada siapa saja yang melamar. Tidak ada sekolah yang rela menerima calon murid tanpa mengetahui kompetensi mereka. Begitu juga dalam relasi, tidak ada seorang pun yang mau menerima orang yang bersikap sembarangan. Bahkan di dalam keluarga, sangat mungkin terjadi anak yang berperilaku buruk akan kurang dikasihi (walaupun sesungguhnya keluarga adalah tempat di mana setiap pribadi diterima, dimengerti, dan dibangun, bukan dihakimi dan ditolak). Performa adalah tes agar Anda bisa lulus lalu menikmati hidup “bahagia” di dalam dunia ini. Itulah juga cara yang dipikirkan manusia bagi Allah di sorga: Tes untuk bisa masuk ke rumah Allah pastilah performa baik yang luar biasa.

Tetapi bukan yang dari dunia yang menentukan tesnya agar bisa masuk ke sorga, melainkan yang dari sorgalah yang menentukannya. Sangat rugilah bagi kita, jika kita percaya segala sesuatu yang dikatakan orang dari dunia ini, lalu berjuang sekuat tenaga dan setelah yakin dengan performa kita, namun pada saat dites, ternyata kita dinyatakan tidak lulus. Dan parahnya, tidak ada kesempatan kedua!

Siapa yang datang dari sorga? Hanya Yesus. Dia mengatakan, “Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa” (Yoh. 16:28). Apa tes masuknya? Yesus mengatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6). Tes masuknya adalah melalui Yesus, itu adalah kebenaran dan menghidupkan. Tes masuk agar bisa masuk ke sorga bukan performa tetapi iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada satu orang pun yang sanggup lulus jika tesnya adalah performa. Dilahirkan sebagai orang berdosa artinya orang berdosa yang pasti berbuat dosa. Tetapi orang benar akan hidup oleh iman, inilah yang ditemukan oleh Martin Luther yang sudah pernah frustasi dengan performa demi memperoleh perkenanan Allah.

Syukur kepada Allah yang telah sangat bermurah hati kepada kita sehingga melalui Anak- Nya, kita boleh masuk ke rumah-Nya. Marilah kita bermurah hati kepada sesama kita, dan jangan seperti hamba yang jahat dalam perumpamaan di Injil Matius 18:21-35. Kita telah lulus tes, karena anugerah iman kepada Tuhan Yesus, kiranya kita tidak menuntut performa sesama kita agar lulus diterima oleh kita.

Yana Valentina

Oktober 2016

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲