Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

The Day of Atonement (2) – Substitution

Kambing hitam adalah kata yang sudah umum digunakan. Tetapi tidak semua dari kita mengerti kesulitan menanggung beban orang lain. Menjadi kambing hitam adalah sesuatu yang berat. Dijadikan kambing hitam dan difitnah adalah hal yang sangat menyakitkan. Inilah yang akan kita pelajari bulan ini.

Hari raya Pendamaian merupakan salah satu hari besar bagi bangsa Israel selain hari raya Roti Tidak Beragi (Passover). Hari raya Roti Tidak Beragi/Paskah berarti ada korban yang mengganti dosa kita, dan hari raya Pendamaian berarti ada korban yang mendamaikan kita dengan Allah. Hari raya Pendamaian dalam bahasa Inggris disebut The Day of Atonement. Cara yang baik untuk mengingat karya korban yang mendamaikan kita adalah dengan mengingat bahwa dia mempersatukan kita dengan Allah (Atonement: At-one-ment). Di dalam Imamat 16, The Day of Atonement muncul dalam situasi yang menakutkan yaitu sesudah Allah menghukum dua anak Harun yang mempersembahkan api asing dan melanggar kekudusan TUHAN.

TUHAN adalah Allah yang Maha Kudus dan Dia menghendaki umat-Nya kudus seperti Dia kudus. Kudus berarti dipisahkan dan dikhususkan bagi Allah. TUHAN menghendaki agar bangsa Israel beribadah dan menguduskan dirinya pada hari raya Pendamaian bagi-Nya. Harun harus mempersiapkan dua ekor kambing, satu untuk korban penghapus dosa dan satu lagi untuk Azazel. Kambing untuk Azazel ini akan menjadi penanggung dosa seluruh bangsa Israel, menjadi najis, dan dilepaskan ke padang gurun. Sedangkan korban penghapus dosa harus dibakar habis termasuk kulit dan kotorannya.

Sesungguhnya, bagaimanakah bangsa Israel dan kita mendapatkan pendamaian itu? Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa (Ibr. 10:3). Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diingatkan akan adanya dosa (Ibr. 10:4). [Sesungguhnya], Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya (Rm. 3:25a). Kita bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu (Rm. 5:11).

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2Kor. 5:21). Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan. Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. (Ibr. 13:11-13).

Apabila kita merenungkan cinta Tuhan bagi kita, sebenarnya seberapa besar kasih-Nya bagi kita?

  1. Tidak mengenal dosa menjadi dosa - bagi kita
  2. Sang Kudus menjadi najis - bagi kita
  3. Tidak berutang menjadi penanggung dan penebus - bagi kita
  4. Penghulu hidup menjadi orang yang menderita dan mati dihukum - bagi kita

Semua ini, mulai dari nomor 1-4, kita tambahkan frasa: bagi kita. Demikianlah cinta-Nya kepada kita. Sehingga, kita yang:

  1. Berdosa menjadi orang benar - bagi Dia
  2. Najis menjadi suci - bagi Dia
  3. Berutang menjadi orang bebas - bagi Dia
  4. Mati menjadi hidup - bagi Dia

Semua ini, mulai dari nomor 1-4, kita tambahkan frasa: bagi Dia. Demikianlah seharusnya respons kita kepada cinta-Nya.

Kiranya Tuhan mau terus-menerus menyatakan kemuliaan Injil-Nya di dalam substitutionary atonement di dalam Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus, sebagai pembenaran kita, penyucian kita, penebusan kita, dan kebangkitan kita. Kiranya Tuhan juga mau terus-menerus memampukan kita berespons dengan benar. Amin.

Lukas Yuan Utomo
Redaksi Bahasa PILLAR

Footnote:

Bagi para pembaca Pillar yang ingin mengikuti seri perenungan Hari Raya bangsa Israel dapat melihat link di bawah. Di dalam Imamat 23, kita dapat menemukan berbagai macam hari raya bangsa Israel sebagai berikut:

  1. Sabat (Sabbath) - Imamat 23:3
  2. Roti Tidak Beragi (Passover) - Imamat 23:4-8
    (www.buletinpillar.org/renungan/kesetiaan-tuhan)
  3. Buah Sulung (Firstfruits) - Imamat 23:9-14
    (www.buletinpillar.org/renungan/the-festivals)
  4. Tujuh Minggu (Weeks) - Imamat 23:15-21
    (www.buletinpillar.org/renungan/pentakosta)
  5. Serunai (Trumpets) - Imamat 23:23-25
    (www.buletinpillar.org/renungan/the-feast-of-trumpets-the-day-of-remembrance)
  6. Pendamaian (Atonement) - Imamat 23:26-32
    (http://www.buletinpillar.org/renungan/the-day-of-atonement-fasting)
    (http://www.buletinpillar.org/renungan/the-day-of-atonement-substitution)
  7. Pondok Daun (Booths) - Imamat 23:33-36

Lukas Yuan Utomo

September 2013

1 tanggapan.

1. rustam hamelberg dari tangerang berkata pada 11 September 2013:

pengorbanan kristus memberikan inspirasi bagi kita, bahwa kita juga harus menjadikan hidup kita sebagai ungkapan syukur. bersyukur atas suka duka atas hidupyang kita alami. kita bisa mengendalikan pikiran, perkataan dan tingkah laku, sehingga hidup kita menyenangkan hati Tuhan. kita bisa mengusahakan dan membuat hidup orang lain merasa damai dan sejahtera. sehingga melalui hidup kita, banyak orang Tuhan pilih menjadi ahli waris kerajaan sorga. haleluya.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲