Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

The Day of the Lord

Hari itu pun tiba. Banyak petugas dan polisi datang ke kawasan kumuh yang akan digusur itu. Berpuluh-puluh mobil petugas dan sebuah mobil pemadam kebakaran parkir di sepanjang jalan, siap untuk digunakan jika diperlukan. Jalanan itu pun ditutup oleh petugas, sehingga mobil yang hendak melintasinya harus berbagi dengan jalur sebaliknya. Banyak orang berada di jalan itu, banyak yang berdiri diam dan menonton. Ternyata ada sebuah ekskavator sedang merobohkan sebuah rumah bedeng. Besar kemungkinan semua rumah sementara yang berada di sepanjang jalan itu akan mengalami nasib yang sama.

Dapatkah para penghuni rumah sementara itu memprotes apa yang dilakukan aparat? Mereka mendirikan bangunan di lahan kosong milik pemerintah, walaupun mereka mengaku membayar sejumlah uang tetapi apakah itu resmi dari pemerintah? Sudah bertahun-tahun mereka tinggal di tempat itu, mereka sudah mengisi rumah mereka dengan segala keperluan mereka. Hari itu mereka terpaksa mengeluarkan seluruh miliknya dan memindahkannya ke tempat lain. Mereka tidak memiliki hak yang sah untuk menempati tempat itu. Tetapi pertanyaannya, mengapa mereka bisa membangun di sana dan tinggal di sana selama bertahun-tahun? Selama itu kelihatannya pemerintah seperti tidak ada, dia tidak melarang ataupun mengiyakan, dia tidak bertindak apa-apa. Tetapi lahan itu tetap adalah miliknya dan ia berhak untuk mengambilnya setiap saat. Para penghuni ilegal itu tidak memiliki hak apa-apa.

Taman Eden adalah milik Tuhan. Di sanalah kedaulatan Tuhan dinyatakan. Tuhan menempatkan Adam dan Hawa di sana untuk berkuasa atas segala ciptaan-Nya yang lain. Tetapi ketika mereka melanggar perintah Tuhan, mereka tidak boleh berada di Taman Eden itu lagi, mereka harus keluar.

Tuhan adalah pencipta langit dan bumi. Apapun, siapapun yang tidak mau tunduk pada perintah dan kehendak-Nya tidak berhak menikmati apapun ciptaan-Nya, tidak berhak menginjakkan kakinya di atas bumi ini, bahkan tidak berhak menikmati nafas yang diberikan-Nya! Orang fasik (wicked) mengatakan “Tidak ada Allah, Allah melupakannya. Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya. Engkau tidak menuntut” (Mzm. 10:4, 11, 13). Orang dikatakan fasik, jahat jika ia tidak mengakui kedaulatan Allah. Ia mengatakan tidak ada Allah sebagai perlawanannya terhadap kedaulatan-Nya, ia merendahkan Allah dengan mengatakan Dia tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya. Ia tidak sadar bahwa ia sedang memupuk kemarahan Tuhan, ia sedang bermain-main dengan waktu Tuhan. Jika hari Tuhan tiba (the day of the Lord), hari penghakiman itu, ia akan lenyap dari tanah-Nya. Tuhan adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya. Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya (Mzm. 10:16).

Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN (Zefanya 2:3).

Yana Valentina

Desember 2013

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲