Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tips Make-Up dari Tuhan Yesus

Menarik sekali menemukan bahwa Tuhan Yesus pernah mengajari cara make-up. Mau tahu? Dalam Matius 6:16-18, Tuhan Yesus sedang memberikan label munafik kepada orang yang berpuasa dengan memuramkan muka mereka. Berpuasa, kata Tuhan Yesus, seharusnya jangan sampai diketahui oleh orang lain. Meminyaki rambut dan menyuci muka adalah tips yang diberikan oleh-Nya supaya ibadah kita menjadi tersembunyi. Tuhan melihat, dan itu sudah cukup. Munafik di sini dikaitkan dengan kesan baik yang sengaja seseorang berikan kepada orang lain. Orang-orang seperti itu adalah orang- orang yang merasa senang jika dinilai baik oleh masyarakat. Tips make-up dari Tuhan Yesus adalah justru untuk menyembunyikan ibadah kita.

Kita dapat saja mengamini ajaran Kristus ini tanpa menyadari hal itu mendatangkan kesulitan bagi hidup kita sendiri. Jika ibadah kita tidak boleh diketahui oleh masyarakat, dari semua orang Kristen, saya rasa yang akan paling mendapat masalah adalah hamba Tuhan dan guru. Bukankah mereka diminta untuk menjadi contoh. Kata “contoh” langsung mengimplikasikan sesuatu yang bisa dilihat. Lalu, bukankah ini bertentangan dengan kalimat Tuhan Yesus sendiri, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi” (Mat. 5:14). Jika demikian, apakah yang harus kita lakukan? Menjadi tersembunyi atau tidak tersembunyi? Dilihat Tuhan saja sudah cukup, atau harus dilihat manusia juga?

Jika kita melihat ajaran-ajaran Tuhan Yesus di atas sebagai pertentangan/konflik, kita mungkin belum mengerti dengan benar salah satu ajaran di atas. Justru perintah Tuhan Yesus untuk menjadi terang adalah jawaban untuk memahami ibadah yang tidak munafik. Menjadi terang adalah panggilan untuk bersaksi/memberikan kesaksian kepada dunia tentang Tuhan Allah kita. Dalam hal ini, kita harus dilihat oleh semua orang, dan kita tidak berdosa. Orang yang bermuka muram untuk menunjukkan diri sendiri tidak sedang menjadi kesaksian bagi Allah, tetapi kesaksian bagi diri sendiri. Mereka mengarahkan pandangan masyarakat kepada diri mereka sendiri, sedangkan dalam menjadi terang/ kesaksian, kita sedang mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan. Minyakilah rambutmu dan cucilah wajahmu, supaya orang lain melihat kepada Tuhanmu, bukan melihat kepada dirimu.

Erwan
Redaksi Umum Pillar

Erwan

September 2011

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲