Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tsunami

Apa yang terjadi jika alam “berperang” melawan manusia? Siapa yang bisa mengetahui dengan persis hari, tanggal, dan jam berapa akan terjadi Tsunami Banten-Lampung, Gempa Tsunami Palu, Donggala, dan Sigi, sehingga mereka akan segera menjauhi tempat-tempat tersebut? Tidak ada seorang pun mengetahui dengan persis apa yang akan terjadi di kemudian hari. Walaupun demikian, kita bisa mengenal tanda-tanda yang mendahului sebelum sesuatu akan terjadi. Misalnya ketika melihat awal besar berwarna hitam, dengan mudah kita tahu bahwa akan turun hujan lebat.

Masa muda sering disebut masa terbaik seorang manusia. Di mana kekuatan, kesehatan, dan kemampuan sering mengimbangi desire anak muda. Jarang ada awan hitam di depan mereka, seperti yang dilihat orang tua, di mana kekuatan, kesehatan, dan kemampuan perlahan namun pasti memudar.

Tidak ada seorang pun yang tahu persis hari, tanggal, dan jam berapa Juruselamat Dunia dilahirkan. Orang Majus melihat tanda-Nya, para gembala diberitahu malaikat-Nya. Mereka meninggalkan tempat mereka dan segera pergi mencari hal ajaib tersebut. Tetapi para imam di istana Herodes, tidak tertarik untuk ikut ekspedisi tersebut. Mengapakah hal aneh ini bisa terjadi, mereka “percaya Juruselamat lahir di Betlehem, tetapi tidak percaya waktunya sudah tiba sehingga tidak mau pergi?”

Orang Israel tidak percaya ketika Musa mengatakan perkataan TUHAN:
“Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat. Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, Tuhan, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN.” (Kel. 6:5-7)
Perkataan ini telah menjadi kenyataan. Bangsa Israel bebas dari Mesir dan masuk ke Kanaan.

Mereka juga tidak percaya ketika Yeremia mengatakan perkataan TUHAN:
“... Aku akan membalikkan senjata perang yang kamu pegang, yang kamu pakai berperang melawan raja Babel dan melawan orang-orang Kasdim yang mengepung kamu dari luar tembok; Aku akan mengumpulkannya ke dalam kota ini. Aku sendiri akan berperang melawan kamu dengan tangan yang teracung, dengan lengan yang kuat, dengan murka, dengan kehangatan amarah dan dengan kegusaran yang besar. Aku akan memukul penduduk kota ini, baik manusia maupun binatang; mereka akan mati oleh penyakit sampar yang hebat. …yang masih tinggal hidup dari penyakit sampat, dari pedang dan dari kelaparan, akan Kuserahkan ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, yaitu ke dalam tangan musuh mereka yang berusaha mencabut nyawa mereka; orang akan memukul mati mereka dengan mata pedang tanpa merasa sayang, tanpa belas kasihan dan tanpa ampun. … Aku telah menentang kota ini untuk mendatangkan kecelakaan dan bukan untuk mendatangkan keberuntungan.” (Yer. 21:4-7, 10)
“Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, … bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan.” (Yer. 22:5)

Perkataan ini telah menjadi kenyataan. Segenap penduduk Yerusalem dibuang ke Babel.
“Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tidak bersalah di tempat ini! (Yer. 22:3)

Kita sudah mendengar tanda-Nya, yaitu perkataan-Nya, “TSUNAMI” akan datang, apakah kita tidak mau percaya seperti para imam yang “percaya sekaligus tidak percaya” dan memilih tetap tinggal di istana “masa muda” kita, buta terhadap awan besar hitam di akhir hidup? Apakah kita bisa menang jika TUHAN berperang melawan kita? Marilah kita melakukan keadilan dan kebenaran dalam setiap aspek hidup kita, terhadap anggota keluarga, teman, rekan kerja, bahkan yang tidak kita kenal sekalipun.

 

Yana Valentina
Redaksi Bahasa PILLAR

Yana Valentina

Desember 2018

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di Sumatra Utara yaitu di kota Kisaran, Rantauprapat, Pematangsiantar, dan Tarutung pada 7-10 Mei 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Mungkin Mordekhai boleh disebut sebagai orang yang tunduk kepada hukum kerajaan, tetapi dia bukanlah orang yang...

Selengkapnya...

Hallo pak Stephen Tong, saya mau bertanya apakah kita percaya terlebih dahulu baru menerima roh kudus? Atau roh kudus...

Selengkapnya...

Salam. Terima kasih sebelumnya, saya sangat terberkati dengan pesan yang disampaikan. Namun alangkah baiknya definisi...

Selengkapnya...

Sangat memberkati. Mohon berbagi renungan harian nya. Terima kasih banyak Tuhan Yesus memberkati

Selengkapnya...

Menurut saya, Yang harus kita tanyakan dalam diri kita adalah apakah musik puji-pujian/lagu yg kita bawakan tersebut...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲