Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tuhan itu Baik

Tuhan itu baik. Dia setia kepada perjanjian-Nya. Dia bukan hanya membantu umat-Nya untuk bertumbuh mengenal-Nya lebih dalam, tetapi Dialah yang memulai dan memimpin seluruh proses perjalanan iman seseorang. Puji Tuhan!

Abram dipanggil keluar dari Ur ketika dia berumur 75 tahun. Dia mendapatkan janji dari Tuhan, pertama, untuk mendapatkan keturunan banyaknya seperti bintang di langit dan pasir di laut. Keturunannya akan menjadi satu bangsa yang besar. Kedua, untuk mendapatkan tanah perjanjian, yakni Kanaan. Dan bukan hanya itu saja, Tuhan menguatkan janji-Nya dengan melewati dua bangkai binatang sebagai bukti sumpah pertaruhan nyawa Tuhan sendiri kepada Abram. 

Sepuluh tahun sudah waktu berlalu, Sarai, istri Abram, tidak kunjung mempunyai anak. Maka Abram dan Sarai mulai berpikir mungkin Tuhan menginginkan Abram mempunyai anak melalui perempuan lain, bukan melalui Sarai. Maka Hagar (hamba Sarai) diberikan kepada Abram dan lahirlah Ismael ketika Abram berumur 86 tahun.

Selama 13 tahun kemudian tidak ada peristiwa apa-apa yang tercatat di Alkitab. Dan tiba-tiba ketika Abram berumur 99 tahun, Tuhan menampakkan diri lagi kepada Abram. Tuhan itu setia dan mengulangi janji-Nya kepada Abram. Tuhan mengubah nama Abram menjadi Abraham karena dia akan menjadi bapa banyak bangsa melalui Sara (ibu banyak bangsa). Namun Abraham yang sudah membesarkan Ismael selama 13 tahun itu berpikir, mana mungkin kakek umur 100 tahun dan nenek umur 90 tahun bisa punya anak lagi? Karena itu Abraham berkata kepada Tuhan: sekiranya Ismael diperkenan hidup di hadapan-Mu. Tetapi Tuhan menjawab bahwa melalui anak perjanjian dari Sara (ibu banyak bangsa) maka janji- Nya akan digenapi. Oleh karena itu, satu tahun sesudah itu, lahirlah Ishak melalui Sara, ketika Abraham berumur 100 tahun dan Sara 90 tahun.

Kita melihat iman Abraham yang dibentuk Tuhan mulai dari panggilan dan janji pertama kali (umur 75 tahun), penantian (umur 86 tahun), penantian dan janji kedua kali (umur 99 tahun), penggenapan janji (umur 100 tahun), dan akhirnya ujian untuk mengorbankan Ishak. 

Abram yang tadinya langsung percaya berespons mengikuti Tuhan, melewati perjalanan kehidupan dan iman dalam penantian yang panjang sekali. Terkadang kita merasa janji Tuhan akan digenapi melalui cara lain seperti apa yang Abram katakan kepada Tuhan, tetapi yang indah adalah Tuhan setia dan Dia memperjelas janji-Nya kepada Abraham. Dia memberikan dan menggenapi janji-Nya justru ketika Abraham sudah tidak ada dasar lagi untuk berharap (Rm. 4:18-19). Dan inilah kesaksian kekuatan iman bahwa meskipun tidak ada dasar lagi untuk berharap, namun Abraham berharap juga. Secara manusia tidak ada dasar lagi untuk berharap, tetapi janji Tuhan adalah dasar harapan sorgawi yang melebihi segala dasar harapan manusiawi. Karena itu Abraham tidak ragu sedikit pun saat mempersembahkan Ishak dan karena itu pula Tuhan tidak malu disebut Tuhannya Abraham karena Abraham memiliki dasar harapan sorgawi yang dirancang oleh Tuhan sendiri.

Abraham yang penuh dengan keterbatasan, kelemahan, dan dosa, tetap dipimpin, dipakai, dan dipelihara oleh kesetiaan-Nya yang tidak pernah gagal. Itulah indahnya! Kita yang adalah keturunan Abraham, mendapatkan jaminan dan hak penuh atas segala janji Tuhan yang setia ini. Tuhan pasti menguatkan iman kita menuju kepada kesempurnaan. Amin.

Lukas Yuan Utomo

Mei 2016

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

Halo Jones, Saya sendiri juga melayani dalam wadah sekolah minggu (SD). Tanggapan singkat saja dari saya. Untuk...

Selengkapnya...

Bagaimana caranya kita menerapkan pemahaman alkitab terhadap anak anak seperti saudara kita yang belajar di mda misalnya

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲