Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Tutup Tahun

Di penghujung tahun 2014, ketika orang-orang antusias menyambut pergantian tahun ke 2015, musibah pada pesawat terbang AirAsia QZ8501 pada tanggal 28 Desember 2014 dengan 162 jiwa di dalamnya membuat dunia terhenyak sekali lagi. Terhenyak akan kenyataan bahwa tidak semua orang memperoleh anugerah untuk melewati tahun 2015. Terhenyak akan fakta bahwa hidup kita bukan di tangan kita.

Ketika jam di tangan menunjukkan jam 12 tengah malam, dikelilingi oleh kembang api yang meledak di langit berdentum memekakkan telinga, saya menerima puluhan pesan baik di WA ataupun BBM ucapan “Happy New Year!” New year may not always be happy, Tahun Baru tidak selalu dilalui dengan “Selamat”. Rumah Sakit tetap beroperasi, menandakan sakit penyakit tidak cuti beroperasi. Rumah duka tetap menerima penghuni baru, menandakan kematian tidak mengenal hari libur. Ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan orang mungkin melewati pergantian tahun dengan ratapan dan duka.

Di tengah suasana ratapan, ada satu ayat di kitab ratapan yang memberikan oasis pengharapan. "Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” – Ratapan 3:22-26.

Mari kita berharap kepada Tuhan di tahun 2015. Mari kita menjadikan Tuhan bagian kita satu-satunya. Mari kita menantikan pertolongan Tuhan. Mari kita menyambut kasih setia dan rahmat-Nya yang selalu baru tiap pagi bahkan dalam menghadapi kesulitan, penderitaan, dan kedukaan sekalipun!

Heruarto Salim

Januari 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi global dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, berdoa kiranya setiap umat Kristen diberikan kekuatan oleh Tuhan di dalam menghadapi situasi ini dan mampu untuk menyaksikan Tuhan di dalam kehidupan mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲