Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Vas

Dunia dikejutkan oleh berita bahwa ada sebuah vas kuno asal Tiongkok dari abad ke-18 yang terjual 53,1 juta poundsterling dalam sebuah pelelangan di Inggris. Vas tersebut dipercaya dulunya adalah bagian dari koleksi berharga dari Kaisar Qianlong pada zaman dinasti Qing. Harga tersebut mengagetkan seluruh dunia karena memecahkan rekor penjualan barang- barang antik porselen Tiongkok sebelumnya. Tapi yang paling kaget tentunya adalah sang pemilik yang mendapatkan vas tersebut sebagai harta warisan, karena sebelumnya vas tersebut hanya disimpan di sebuah koper antik (sang pemilik tadinya berpikir mungkin koper tersebut lebih berharga daripada vas itu).

Penilaian kita terhadap suatu objek akan menentukan perlakuan kita terhadap objek tersebut. Kalau saja sang pemilik itu sadar nilai dari vas tersebut sebelumnya, dia pasti akan memperlakukan vas tersebut jauh lebih hati-hati. Penilaian kita akan sesama manusia sering kali lebih ditentukan oleh apa yang eksternal dan menempel pada orang tersebut. Kita menilai tinggi seseorang ketika dia memakai baju yang bermerek, kalung emasnya tergandul seperti lonceng sapi di lehernya, dan ketika dia membuka pintu mobil sportnya yang mahal. Padahal menurut firman Tuhan, yang paling berharga dari seorang manusia bukan yang menempel pada tubuhnya, tetapi apa yang ada di dalam dirinya, yakni diciptakan sebagai peta dan teladan Allah, di mana harta dan kekayaan seluruh dunia yang fana ini tidak dapat menggantikannya.

Mungkinkah sang pembeli vas tersebut melemparkan lumpur, kotoran, atau bahkan melemparkan batu ke vas itu? Tidak mungkin. Namun hampir tidak satu hari pun yang terlewatkan tanpa kita mendengar tentang sesama manusia melemparkan kotoran ataupun serangan maut baik secara verbal maupun secara aksi kepada sesamanya. Seandainya kita menyadari dan sanggup melihat sesama manusia sebagai God’s priceless work of art, seandainya kita bisa melihat seorang gembel kotor dan bau menjijikkan ternyata bernilai kemuliaan Allah sebagai peta dan teladan Allah – yang jauh lebih tinggi dari 53,1 juta poundsterling – tentunya perlakuan kita dan perkataan kita kepada sesama kita akan jauh, jauh, jauh berbeda dari apa yang sering kita lakukan.

Heruarto Salim

Juli 2016

1 tanggapan.

1. masniar elysabety dari Medan berkata pada 25 July 2016:

melihat cerita di atas, saya juga pernah menyaksikan film les meserable, tokoh utamanya aalah seorang myang mencuri sepotong roti demi menolong adiknya kelaparan dan dihukum berat dengan tidak sepadan perbuatannya. Setelah lepas, dia mencuri harta pastor dan tertangkap oleh polisi dan dihadapkan kepada pastor. Namun pastror tersebut tidak menyatakan mencuri malah menyatakan bahwa barang tersebut sudah diberikannya. Berdasar hal itu, dianya yang sudah dikurung dan masuk dalam penjara dan mulai antipati kepada orang berubah sikap menjadi berpengharapan bahwa ada orang yang masih baik darinya dan dia menjual harta tersebut untuk menjadi modal dan berkat. Dia juga menyadari bahwa itu adalah rencana Tuhan bagi dirinya, sehingga dia sukses menjai kepala pemerintahan di kota yang kecil.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲