Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Vulnerable Superheroes

Beberapa tahun belakangan ini banyak beredar film bertemakan superheroes dengan twist yang berbeda. Kalau zaman doeloe, Superman atau superhero lainnya seakan-akan begitu hebat dan bahkan tak terkalahkan. Banyaknya film demikian mungkin dikarenakan banyaknya orang yang suka menonton kisah perjuangan seseorang from Zero to Hero. Berbeda dengan zaman doeloe, sekarang di zaman postmodern, film-film demikian akan dikemas dengan menampilkan sisi vulnerable dari tokoh superhero-nya, entah itu masalah cinta, mempertanyakan identitas diri, dan masalah-masalah lainnya yang bahkan Superman, Spiderman, Batman, dan semua jagoan lainnya tidak kebal. Kalau dulu Superman yang hebat hanya loyo waktu kena batu kryptonite, sekarang juga ikutan loyo waktu cinta ditolak.

Vulnerable superheroes… itulah kira-kira rangkuman dari gambaran superheroes sekarang ini dan banyak yang berkomentar bahwa mereka lebih menyukai gambaran yang seperti ini, karena lebih realistis, lebih otentik. Intinya mengena kepada mereka sehingga mereka bisa mengidentifikasikan dirinya dengan para superheroes tersebut karena baik mereka orang biasa maupun superheroes sama- sama punya banyak masalah.

Kalau demikian, mestinya mereka yang menikmati para vulnerable superheroes itu akan sangat menikmati membaca Alkitab juga! Karena Alkitab adalah kitab yang otentik, yang realistis, dan penuh dengan vulnerable “superheroes” yang dipakai Tuhan. Salah satu kekuatan dari Alkitab adalah kejujurannya dalam memberitakan setiap tokoh di dalamnya dengan apa adanya.

Banyak kasus di mana kita melihat kehebatan bergantian dengan kejatuhan atau kelemahan yang menonjol dari para pahlawan iman di Alkitab. Alkitab bisa menulis kisah from Zero to Hero dan juga sebaliknya from Hero to Zero lagi. Ketika Kristus berinkarnasi, Dia memilih kandang domba yang remeh, dan bahkan seluruh hidup-Nya di Pengakuan Iman Rasuli hanya disimpulkan menjadi “menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus”. Kristus yang mulia adalah Kristus yang menderita. Di Wahyu 5, Sang ‘Singa dari Yehuda’ yang berkemenangan itu ternyata adalah ‘Anak Domba yang tersembelih’, Juruselamat kita adalah Wounded Saviour.

Tapi ada perbedaan yang mendasar seperti yang Paulus jelaskan di 2 Korintus 12:10, “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” Mereka lemah supaya mereka menjadi kuat dalam Kristus! Alkitab juga memberikan alasan tentang vulnerable superheroes: Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah (1Kor. 1:27-29).

Heruarto Salim

Oktober 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

Halo Jones, Saya sendiri juga melayani dalam wadah sekolah minggu (SD). Tanggapan singkat saja dari saya. Untuk...

Selengkapnya...

Bagaimana caranya kita menerapkan pemahaman alkitab terhadap anak anak seperti saudara kita yang belajar di mda misalnya

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲