Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Waktu dan Musafir

Di dalam 10 tahun belakangan, waktu berlalu dengan sangat cepat bagi mereka yang hidup di perkotaan. Perubahan besar dan dinamika hidup yang tidak berhenti, ada di sekitar kita. Banyak orang merasa restless dan berusaha mencari ketenangan. Pariwisata menjadi industri yang berkembang di mana-mana ditandai dengan munculnya budget airlines dan budget hotel. Restoran mewah banyak menggunakan nama-nama seperti desa, kampoeng, dan bamboo tidak seperti dulu di mana restoran menunjukkan kesan yang mewah dan modern.

Pada suatu kesempatan saya mengunjungi Pulau Belitung untuk mengajar di sekolah, saya bertemu dengan masyarakat lokal yang menceritakan sisi lain kehidupan yang indah. Ada rakyat kecil yang lebih memilih menggunakan kapal laut menuju Pulau Bangka selama 4 jam dengan harga Rp 200 ribu daripada menggunakan pesawat terbang selama ½ jam dengan harga Rp 300 ribu. Tentu saja, alasannya pasti karena lebih murah. Tetapi ada alasan yang menarik selain karena lebih murah yaitu cara mereka menghitung harga. Mereka menganggap naik kapal laut itu jauh lebih murah karena hanya Rp 50 ribu per jam dan naik pesawat terbang itu menjadi Rp 600 ribu per jam. Karena mereka sangat menikmati naik kapal laut menikmati udara dan ombak, bahkan bisa piknik di atas kapal. Mungkin bagi mereka, perjalanan ke Pulau Bangka sudah merupakan perjalanan yang jauh, panjang, dan jarang sehingga mereka sangat menikmati setiap momen waktu yang dilewati dan menjadi perjalanan yang sangat berkesan, mirip dengan perjalanan musafir.

Bagaimana dengan kita dalam melihat hidup ini? Bagaimanakah perjalanan kita bersama Tuhan? Akankah itu menjadi perjalanan yang berkesan atau hanya lewat di dalam event demi event? Sanggupkah kita melihat keindahan rangkaiannya dalam rencana Allah atau hanya sepotong demi sepotong sejarah hidup yang kebetulan terbentuk dalam diri kita?

Lukas Yuan Utomo

November 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk rangkaian KKR yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Stephen Tong di Malaysia yaitu Johor Bahru dan Muar pada tanggal 18-22 November 2019. Berdoa kiranya Roh Kudus memelihara iman dari setiap orang yang telah mendengarkan Injil dan merespons terhadap panggilan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat melalui rangkaian KKR ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Dengan cara yang sama, Roh Kudus akan menelanjangimu. Kalau engkau mengakui tuntunan tangan Roh Kudus yang gagah...

Selengkapnya...

Hidup sejati adalah kehidupan yg sebenarnya terjadi setelah kematian di Dunia ini. Sebab kehidupan di Dunia ini...

Selengkapnya...

Terima kasih renungan yg inspiratif. Kekristenan saat ini memang sdh jauh dari pesan injil, orang2 lebih mengejar...

Selengkapnya...

Tulisan yang baik dan mengingatkan kita sebagai manusia yang selalu mengejar hikmmat dunia dan ternyata semuanya...

Selengkapnya...

Diusia berapakah seseorang bisa pacaran? Melihat fenomena jaman sekrang, bayak remaja2 kristen atau anak2 sekolah,...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲