Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

What Are You Looking At?

Pemuda itu datang mendapatkan Yesus. Ia sangat penasaran apakah dirinya sudah ‘qualified’ secara rohani. Ia memandang Yesus dan menanyakan bagaimana caranya mendapat hidup yang kekal? Yesus dengan sederhana menjawab bahwa caranya adalah dengan menuruti semua perintah Allah. Pemuda itu ingin memastikan tidak ada perintah Allah yang dia tidak tahu, maka dia bertanya, “Yang mana?” Sekali lagi Yesus menuruti keinginannya dan memberikan jawaban yang tak lain adalah Sepuluh Perintah dalam Taurat Musa. Dengan senang hati, pemuda itu menjawab, “Aku sudah melakukan semuanya!” Dengan berbangga hati dia bertanya kembali, “Apakah masih ada lagi?” Pemuda itu beranggapan bahwa dia sudah menjadi “master” secara rohani dan sekarang Yesus akan menobatkannya.

Tetapi Yesus malah menambahkan, “Kalau kamu mau benar-benar sempurna, lepaskan semua hartamu, bagikan semuanya kepada orang lain. Setelah kamu tidak memiliki apa-apa lagi, datanglah kembali kepada-Ku dan ikut Aku.” BAMM!!! Pemuda itu shock setengah mati, “Haaa?? Jual semua? Semua yang saya punya? Lalu dibagikan kepada orang lain. Jadi, saya menjadi tidak punya apa-apa lagi donk? Saya jadi orang miskin donk?” Pemuda itu saking shock-nya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia mempunyai banyak sekali harta, hatinya lengket sekali pada hartanya itu, bagaimana mungkin dia bisa berpisah dengan hartanya?

Dia harus memilih: tidak menyisakan apa-apa bagi dirinya demi mendapat hidup kekal atau tetap memegang erat semua hartanya namun tidak mendapat hidup kekal. Akhirnya pemuda itu melepaskan pandangannya dari Yesus dan pergi meninggalkan Yesus, walaupun dengan sedih, demi tetap memandang pada hartanya.

Di awal tahun 2015, apakah yang akan kita pandang, apakah yang lengket di hati kita? Marilah kita memandang kepada Yesus dengan tidak menyisakan apa-apa demi kemuliaan diri, berharap sepenuhnya pada pemeliharaan-Nya, dan mengakui kemuliaan-Nya.

Yana Valentina

Januari 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲