Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Where is Your Home?

Di mana hartamu berada di situlah hatimu. Di mana hatimu berada di situlah rumahmu. Hati kita akan melekat pada apa yang kita pandang berharga bagi kita. Kita akan berdiam di mana hati kita merasakan kepuasan.

Apakah yang menjadi kepuasan hati kita? Apakah kepuasan kita tergantung pada apa yang menjadi kepuasan mayoritas? Apakah dengan memperoleh apa yang menjadi kepuasan mayoritas maka kita pasti merasa puas? Apakah standar kepuasan mayoritas adalah kebenaran?

Apakah Stefanus, murid Kristus yang menjadi martir pertama, merasa puas pada akhir hidupnya? Dia mati dirajam batu oleh para pemuka agama dengan tuduhan menghujat Allah! Apakah Paulus merasa puas dengan hidupnya yang keluar masuk penjara, dikejar-kejar, dihukum cambuk, dilempari batu dengan tuduhan menghujat Allah? Apakah Petrus puas ketika ia dihukum mati secara terbalik di kayu salib? Apakah Yohanes puas dengan hidupnya ketika ia dibuang?

Stefanus, pada saat dirajam batu, melihat langit terbuka dan Tuhan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah Bapa. Paulus melihat cahaya yang super terang dan mendengar suara Tuhan yang menyadarkan kebutaannya yang disangkanya kecelikannya. Petrus menyadari anugerah Tuhan ketika ia mengatakan, "Pergilah daripadaku, karena aku ini orang berdosa". Yohanes melihat tujuan akhir dari rencana Allah yang kekal atas gereja-Nya.

Stefanus, Paulus, Petrus, Yohanes, rumah mereka bukan di dunia ini. Kepuasaan mereka bukan dari dunia ini. Bahkan menurut ukuran dunia, mereka adalah orang-orang bodoh, orang-orang yang gagal, dan orang-orang yang miskin. Tapi sesungguhnya mereka melihat apa yang tidak dilihat orang dunia, yang sesungguhnya adalah kepuasan sejati. Hati mereka berpaut pada apa yang ada di sorga. Tempat yang diperuntukkan bagi mereka. Tempat yang disiapkan oleh Tuhan Yesus bagi mereka ketika Ia kembali ke sorga pada hari kenaikan-Nya.

Suatu saat ketika umat-Nya meninggalkan dunia ini, mereka akan disambut di rumah sesungguhnya dalam suatu perjamuan makan yang memberikan kepenuhan kepuasan yang sesungguhnya. Jangan pernah tukarkan harta ini demi memperoleh penerimaan orang dunia. Jangan bodoh untuk itu! Selamat merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus, jaminan rumah kita yang sesungguhnya. Our home is where our God is, and to be with Him forever.

Yana Valentina

Mei 2014

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Bersyukur untuk Konvensi Internasional 500 Tahun Reformasi yang telah diadakan pada tanggal 14-20 November 2017 di Jakarta.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Sangat memberkati. Kondisi zaman ini membuktikan kemajuan pengetahuan theologia meningkat, keterampilan dalam...

Selengkapnya...

Praise God! I am always refreshed and strengthen by the devotions or article in the PILLAR bulletin. Thank you and...

Selengkapnya...

Pak Wong Ma'ruf.. saya tidak sedang menyampaikan bahwa anda telah membandingkan alquran dan alkitab. Saya hanya...

Selengkapnya...

Segara Kamu salah besar kalau saya membandingkan al Quran dengan alkitab.Saya tida pernah menyajikan ayat2 al...

Selengkapnya...

Seru ya membaca tanggapan, perdebatan ttg pengetahuan alkitab antara Pak Wong Ma ruf dan bpk Siringoringo ini....

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲