Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

You Can Let Go

Ada sebuah lagu yang sangat menyentuh berjudul “You can let go”.  Inti dari lagu ini adalah seruan dari seorang anak gadis kepada ayahnya untuk melepaskannya karena dia sudah mulai bisa menjalaninya sendiri dengan mandiri. Lirik lagu ini mengisahkan tiga cuplikan peristiwa yaitu ketika sang gadis belajar naik sepeda, saat menikah, dan akhirnya saat melepas ayahnya di ranjang kematian. Di setiap peristiwa tersebut, si gadis berkata kepada ayahnya:

You can let go now, Daddy
You can let go
Oh, I think I’m ready
To do this on my own
It’s still a little bit scary
But I want you to know
I’ll be ok now, Daddy
You can let go.

Sebagai seorang ayah yang sangat mengasihi, wajar takut melepas anak untuk mandiri, bagaimana kalau dia terjatuh dari sepedanya ketika dilepas? Bagaimana kalau dia salah memilih suami? Bagaimana... dan seterusnya. Tapi kedewasaan seorang anak ditandai dengan akhirnya sang anak mandiri dan lepas dari kepak sayap sang ayah untuk terbang sendiri.

Saya sih terharu sebagai seorang ayah menonton clip lagu tersebut, namun sekaligus sadar, saya tidak bisa menyanyikan lagu ini berkaitan dengan relasi saya dengan Bapa di sorga. Kedewasaan secara jasmani ditandai dengan kemandirian, sedangkan kedewasaan rohani justru ditandai dengan saya semakin bergantung kepada Allah Bapa.

Justru setelah menonton clip lagu ini saya sadar dan mengucap syukur bahwa our daddy in heaven never let me go, bahkan ketika saya terus menerus gagal, terus menerus jatuh, dan terus menerus mengecewakan-Nya. Janji-Nya “Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (Ul. 31:8) merupakan penghiburan terbesar dari Bapa kita di sorga.

I’ll be ok now, Daddy because you never let me go.

Heruarto Salim

Maret 2016

2 tanggapan.

1. Julye dari Medan berkata pada 24 March 2016:

Amin.. Terimakasih Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau Allah yang tidak pernah meninggalkanku...

2. Melda dari Jakarta berkata pada 25 March 2016:

Setuju sir, Justru lebih menenangkan jiwa klo our Father in heaven never let us go

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲