Resensi

Allah Tritunggal

Judul : Allah Tritunggal
Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong
Penerbit: Momentum
Tebal: 109 halaman
Cetakan : Kesembilan, November 2006

Tentulah istilah yang terdapat pada judul buku di atas tidak asing lagi bagi kita orang-orang Reformed yang sangat akrab membicarakan tentang Allah kita yang memiliki tiga pribadi dalam satu substansi. Akan tetapi pengertian seperti ini sangat sulit diterima oleh orang non-Kristen karena sepertinya nggak masuk akal. Apakah ini berarti Allah Tritunggal hanya 'menjadi' benar ketika dibicarakan dalam gereja? Bagaimana kita dapat meyakinkan teman kita yang mungkin kesulitan menerima fakta ini ketika kita mencoba berbagi kesaksian Injil dengan mereka? Sebelum kita mencoba membagikan fakta tentang Allah Tritunggal ini, kita pun harus melihat ke dalam diri kita, apakah kita sudah sungguh-sungguh mengimani arti Tritunggal yang sesuai dengan Alkitab.

Buku Allah Tritunggal ini dengan detail memaparkan penjelasan tentang doktrin yang kerap kali ditolak atau disalah mengerti oleh beberapa denominasi Kekristenan. Pada bagian pendahuluan, Pdt. Dr. Stephen Tong mengingatkan kalau konsep ini bukan semata-mata hasil dari pemikiran manusia yang terbatas, tetapi ini adalah suatu konsep yang tidak dapat dihindari oleh manusia karena Allah telah menyatakan Diri kepada manusia.

Sebelum penjelasan mengenai doktrin ini dipaparkan lebih mendalam, Pdt. Dr. Stephen Tong membahas secara singkat alasan mengapa kita perlu mengerti theologi, yaitu supaya kita mendapatkan pengenalan akan Allah yang sejati dan melalui ini kita berkeinginan untuk semakin memuliakan Dia yang akan membuat kita lebih giat bersaksi tentang Dia. Beliau juga tidak melupakan fakta bahwa ada kesulitan yang akan kita temui dalam pembelajaran mengenai Allah Tritunggal. Pdt. Dr. Stephen Tong mengistilahkan Doktrin Allah ini sebagai sesuatu yang “supra-rasional”, yang tentu saja sulit diterima dan dimengerti oleh rasio. Walaupun demikian, kita harus menganut sikap yang terbuka karena dengan terbuka di hadapan Tuhan, barulah kita dapat memandang segala sesuatu dengan tepat, karena kita melihat segala sesuatu melalui mata Tuhan.

Bab pertama memberikan suatu penjelasan yang bersifat fondasi karena menekankan tentang pengenalan akan Allah. Ini mencakup konsep Tritunggal yang dijelaskan dalam Perjanjian Lama. Istilah Tritunggal sendiri memang tidak pernah muncul dalam seluruh Alkitab. Namun secara totalitas, seluruh isi Alkitab memberikan kita sebuah konsep yang jelas mengenai Allah yang memiliki tiga pribadi. Kesulitan yang dihadapi orang-orang untuk mengerti Tritunggal telah membuahkan beberapa analogi yang berusaha untuk membuat manusia lebih mengerti. Sayangnya analogi-analogi tersebut pun memiliki banyak kekurangan dan tidak bisa secara keseluruhan mencakup Tritunggal itu sendiri. Hal ini membuat kita sadar bahwa Allah memang tidak terbatas sehingga tidak mungkin dijelaskan dengan analogi buatan manusia yang sangat amat terbatas.

Selanjutnya, pembahasan dilanjutkan dengan memaparkan secara lebih mendalam tentang Doktrin Tritunggal berdasarkan ayat-ayat Alkitab. Pada Abad Pertengahan terdapat dua pandangan yang salah mengenai Tritunggal. Di satu sisi ada yang menganggap ada tiga allah; dan di sisi lain ada yang mengangap allah hanya satu namun bisa hadir dalam tiga keadaan yang berbeda. Tetapi Alkitab dengan jelas menekankan fakta mengenai Allah yang Esa seperti yang tertulis dalam Ulangan 6:4-5 bahwa: “TUHAN itu Allah Yang Esa”. Akan tetapi doktrin ini disampaikan secara bertahap (progressive revelation) di mana pada awalnya Allah menyatakan hal-hal yang sangat mendasar mengenai Dia, yaitu Dia adalah Allah satu-satunya, dan kemudian wahyu ini menjadi semakin jelas mengatakan bahwa Allah memiliki tiga pribadi. Penyataan Allah secara bertahap ini bertujuan agar manusia tidak jatuh ke dalam pengertian yang salah yakni politheisme. Allah ingin agar manusia mengerti dengan benar konsep yang sangat mendasar mengenai kepercayaan akan satu Allah yang memiliki tiga pribadi dalam esensi yang Esa itu.

Penekanan kembali diberikan untuk menjelaskan Kristus sebagai oknum kedua Tritunggal yang juga adalah Allah. Hal ini sangat jelas tertulis dalam Alkitab melalui nubuat-nubuat yang ada di Perjanjian Lama khususnya yang berbicara mengenai kelahiran Kristus, seperti yang tertulis dalam Yesaya 9:6. Berbagai sebutan agung diberikan kepada bayi Kristus dan Dia layak menerimanya karena Dia memang adalah Allah itu sendiri. Pdt. Dr. Stephen Tong juga kembali menegaskan mengenai Roh Kudus yang juga adalah Allah, oknum ketiga. Roh Kudus bukan semata-mata kuasa atau prinsip yang tidak berpribadi. Roh Kudus adalah satu Pribadi. Alkitab dengan tegas memberi tahu kita bahwa Roh Kudus adalah kebenaran, Roh Kudus memiliki emosi, kemauan, kebebasan, dan ketetapan.

Di akhir buku ini, Pdt. Dr. Stephen Tong kembali mendorong kita untuk bersyukur karena Allah Tritunggal yang kita percayai adalah Allah yang Kasih. Sebelum dunia dijadikan pun, relasi mengasihi sudah terjalin antara ketiga Pribadi itu, dan dengan demikian kasih Allah memang kekal adanya. Apakah kita, yang sudah dikasihi sedemikian besar, sudah mengasihi Dia dengan segenap hati kita, jiwa kita, akal budi kita, dan kekuatan kita? Biarlah buku ini mendorong kita untuk semakin memuliakan Allah Tritunggal.

 

Amadea Sitorus

Remaja GRII Singapura

Amadea Sitorus

Mei 2009

43 tanggapan.

1. Harianto, SE dari Pekanbaru berkata pada 30 July 2011:

Jika kita mau memahami konsep Allah Tritunggal jangan memakai rasio. Ataupun logika matematika kita, Krn Allah tiada batas sedang manusia terbatas, jawabannya adl kita hrs mengimani dulu baru bisa memahaminya, BAPA adalah Allah yg seutuhnya, didalam BAPA bersemayam Firmanya yg sejak di dlm kekekalan telah memperanakkan Firman Nya tsb yakni Yesus Kristus dan di dlm BAPA juga bersemayam ROH sendiri yakni Roh Kudus yg keluar dari BAPA dan Anak, dengan penjelasan ini Allah tetap satu yg esa yg menyatakan diri dlm 3 probadi

2. Harianto, SE dari Pekanbaru berkata pada 31 July 2011:

BAPA adalah Allah seutuhnya, didalam BAPA bersemayam Firman Nya yg sejak didalam kekekalan telah memperanakkan Firman Nya tsb yakni Yesus Kristus, didalam BAPA juga bersemayam ROH Nya sendiri yakni Roh Kudus yg keluar dari BAPA dan ANAK

3. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 5 August 2012:

Yesus Kristus mengajarkan kepada kita, bahwa :" Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (baca Yohanes 4:24). Yang menjadi pertanyaannya adalah : Siapakah Bapa itu, apakah Dia Roh atau apa? Jikalau kita pelajari ayat firman yg diatas dapat kita artikan bahwa Bapa itu adalah Roh Kudus, karena Allah itu Roh. Itulah sebabnya Dia disebut Allah Yang Maha Kudus. Tanks. God bless you all my friends!

4. Lukas Yuan Utomo dari Surabaya berkata pada 6 August 2012:

Dear Martua,

Allah Tritunggal adalah Allah yang Esa (Ul. 6:4) dan merupakan 3 pribadi yang berbeda: Bapa, Anak yaitu Yesus Kristus, dan Roh Kudus (Mat. 28 terakhir).

Jadi, Bapa itu bukan Roh Kudus karena merupakan pribadi yang berbeda.

Ketika kita melihat Kristus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Kristus, Kristus dan Bapa adalah satu (Yohanes 17), kita tidak bisa menyebut Kristus = Bapa. Dan juga kita semua yang berada di dalam Bapa dan Kristus juga pasti tidak mungkin bisa disebut kita = Kristus = Bapa.

Mengenai Allah itu Roh di Yohanes 4:24, kita melihat di dalam konteks bahwa Allah bukan bersifat materi yang kelihatan tetapi spiritual yang tidak kelihatan. Karena itu, sudah seharusnya kita menyembah bukan terbatas pada lokasi di gunung Ebal atau Gerizim, tetapi menyembah dalam roh dan kebenaran karena Allah itu Roh.

Lukas Yuan Utomo Redaksi PILLAR

5. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 7 August 2012:

Yang saya cintai, Bp. Lukas,

Pengertian Bapa, Anak dan Roh Kudus bukanlah menerangkan bahwa Allah itu tiga pribadi, akan tetapi menunjukkan cara bekerja Allah untuk menghampiri umat manusia, supaya manusia itu boleh menjadi satu kembali dengan Allah sebagaimana doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17:1-26 (khususnya baca ayat 21a, 22 dan 23). Inti daripada doa Tuhan Yesus ini meminta kepada Bapa : "Supaya mereka semua (umat manusia yang percaya) menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita," Mari kita renungkan Lukas 4:18-19, ayat ini menyebutkan : "Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Roh Tuhan ada padaKu artinya : Bahwa BAPA ada di dalam YESUS KRISTUS dan YESUS KRISTUS ada di dalam BAPA.(bandingkan dengan Yohanes 14:9-10) Inti daripada ayat ini bahwa BAPA ada dalam diri TUHAN YESUS sehingga segala tindakan TUHAN YESUS dikendalikan oleh BAPA (Roh Kudus) yang ada dalam diri TUHAN YESUS. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa Roh Tuhan yang ada dalam diri TUHAN YESUS adalah BAPA. Jadi Pribadi TUHAN YESUS disini adalah menunjukkan Pribadi ALLAH BAPA. Thanks. God bless we all.

6. Carlos dari Pontianak berkata pada 8 August 2012:

Halo Martua,

Didalam Yoh 17:1-26 sendiri justru banyak ayat yang menyatakan keberbedaan pribadi Allah Bapa dengan Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Misal Yesus yang berdoa kepada Bapa (ayat 1). Jikalau Bapa = Yesus, maka tidak relevan Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk berdoa kepada Bapa (seperti di Matius) dan menjalankannya (seperti di Yoh ini).

Ada juga : Bapa mengutus Yesus (ayat 3, 6, 7, 8), Yesus meminta kepada Bapa (ayat 11, 15), Bapa mengutus Yesus - Yesus mengutus murid-murid (ayat 18). Bahkan di ayat 21, sekali lagi dikatakan Bapa mengutus Anak. Ayat 22 menggunakan kata "Kita" untuk merefer kepada Bapa dan Anak. Berarti merujuk bahwa ada persatuan antara Allah Bapa dan Allah Anak namun persatuan ini tidak berarti bahwa pribadi Allah Bapa sebenarnya adalah Allah Anak. Ketika kita menjadi satu dengan Allah Bapa dan Allah Anak, tetap kita berbeda, adalah manusia ciptaan Allah dan tidak serta merta menjadi sama dengan Allah Bapa dan tidak sama dengan Allah Anak.

Alkitab juga mencatat beberapa tokoh yang dikatakan bahwa Roh Allah ada padanya, memenuhi dia, misal di Perjanjian Lama kita mengenal Yusuf (Kej 41:38), Yefta (Hakim2 11:29) dll. Tentu kita tidak bisa menarik kesimpulan bahwa Yusuf = Yefta = Yesus = Bapa = Roh Kudus bukan? =)

Salah satu peristiwa yang cukup jelas akan perbedaan pribadi Allah TriTunggal adalah ketika Kristus dibaptis. Disana Allah Anak dibaptis, Allah Roh Kudus turun seperti burung merpati ke atas Allah Anak dan terdengar suara dari Allah Bapa. Allah Bapa bukanlah Allah Anak yang berganti peran. Allah Anak juga bukan Allah Roh Kudus yang tampil dengan tujuan beda. Juga Allah Roh Kudus bukanlah Allah Bapa maupun Allah Anak =)

7. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 9 August 2012:

Bp.Carlos yang dikasihi Tuhan,

Kita mau belajar firman Tuhan dan firman Tuhan itulah yang mengajar kita.

TUHAN YESUS mengatakan dalam awal pelayanan-Nya, baca Lukas 4:18-19, setelah YESUS KRISTUS dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Roh Kudus turun atas YESUS KRISTUS dalam bentuk burung merpati, yang artinya : Ketulusan dan kesetiaan Allah. Dan setelah YESUS KRISTUS dibaptis, pada hari Sabat dalam rumah ibadat YESUS KRISTUS membuka kitab Yesaya 61:1-2, yang menyebutkan :"Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang," yang berarti YESUS KRISTUS yang adalah Firman yang menjadi Manusia dianugrahi (diurapi) Roh Kudus, artinya bahwa YESUS KRISTUS sebagai Manusia biasa yang dilahirkan oleh Bunda Maria dipenuhi oleh Roh Kudus artinya dikendalikan oleh ALLAH BAPA (simak, perkataan kita dikendalikan oleh pikiran kita dan hati kita, artinya perkataan kita adalah luapan isi hati kita. Jadi perkataan kita yang keluar dari mulut kita itulah isi hati kita orang yang jujur kecuali orang pendusta, lain dimulut lain dihati). Seperti itulah hubungan antara ALLAH BAPA dengan YESUS KRISTUS yang adalah firman ALLAH (baca Yesaya 55:10-11). Dan juga baca Yohanes 4:24, yang menyebutkan bahwa Allah itu Roh, yang artinya wujud Allah itu Roh (Allah=Roh) atau dengan kata lain, keberadaan Allah itu adalah Roh, jadi jikalau Allah adalah Roh berarti Bapa itu juga adalah Roh, bukan Zat, bukan firman atau lain-lain, akan tetapi Allah itu Roh. Jadi Allah yang Roh itulah berinkarnasi dalam TUBUH YESUS KRISTUS itulah sebabnya YESUS disebut Manusia sepenuhnya dan Allah sepenuhnya (baca Yohanes 1:1-2, dan 14, yang menyebutkan : Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Firman (Allah) itu telah menjadi Manusia, dan .............<Menurut terjemahan saya : Firman (Allah) itu bersama-sama dengan Allah (Roh) atau dengan kata lain : Firman itu bersama-sama dengan Roh Kudus> Itulah sebabnya YESUS selalu mengatakan bahwa : "Bapa ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Bapa" artinya satu di dalam Roh Kudus, yang berarti Pribadi YESUS sebagai TUHAN sama dengan Pribadi BAPA, tidak ada perbedaannya. Itulah sebabnya dalam Yohanes 14:9-10, YESUS berkata : Barangsiapa telah melihat Aku , ia telah melihat Bapa. Namun wujudnya yang berbeda, karena YESUS datang sebagai Manusia, punya tubuh jasmani. Mengenai peristiwa YESUS dibaptis : Turun Roh Kudus dalam bentuk merpati dan ada suara Allah mengatakan : Inilah Anak yang Kukasihi!!! Yang menjadi pertanyaannya adalah : YESUS adalah Firman Allah yang menjadi Manusia, lantas Firman Allah (suara Allah itu) siapa lagi itu, berarti ada lagi Firman Allah yang lain selain dari YESUS KRISTUS? masih berlanjut. Thanks. God bless you.

8. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 9 August 2012:

Bp. Carlos yang dikasihi Tuhan,

Peristiwa TUHAN YESUS dibaptis : Turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit :"Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan." Kita sudah banyak tahu atau mengenal TUHAN YESUS. TUHAN YESUS adalah Firman Allah yang telah menjadi Manusia atau kata lain Sebelum TUHAN YESUS menjadi Manusia, YESUS adalah Firman Allah (baca Yesaya 55:10-11, Yohanes 8:42, Yohanes 1:1-2 dan 14). Maka dapat disimpulkan bahwa : YESUS=FIRMAN ALLAH=ALLAH dan bersama-sama dengan ALLAH=ROH KUDUS artinya : Allah, Firman bersama-sama dengan Allah, Roh (lihat Yohanes 4:24, Allah itu Roh). Roh Kudus yang turun dalam rupa burung merpati menggambarkan ketulusan dan kesetian Allah akan menebus umat manusia. Dan terdengarlah suara dari langit :"Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan." Yang menjadi pertanyaannya adalah : "YESUS adalah Firman Allah atau Firman yang keluar dari mulut Allah. lantas dalam peristiwa pembaptisan itu ada lagi Firman yang keluar dari mulut Allah diluar diri TUHAN YESUS. Peristiwa ini mengindikasikan bahwa ada lagi Firman Allah di luar diri TUHAN YESUS, jikalau demikian, TUHAN YESUS adalah sebahagian dari Firman Allah (tidak seutuhnya Firman Allah). Jadi runyam lagi dong!? pada hal YESUS disebut Anak Tunggal Allah!? Menurut hemat saya : Bahwa YESUS yang dibaptis itu adalah sebagai Manusia biasa yang dilahirkan Bunda Maria, yang difigurkan sebagai teladan (Manusia teladan) sedangkan Roh Kudus yang turun ke atas-Nya, adalah merupakan kehadiran Allah Bapa di dalam kehidupan (diri) TUHAN YESUS. Itulah sebabnya TUHAN YESUS selalu mengatakan bahwa : BAPA di dalam AKU dan AKU di dalam BAPA, artinya : Roh yang ada di dalam diri TUHAN YESUS itu adalah Roh Allah itu sendiri, sehingga YESUS KRISTUS sepenuhnya dikendalikan oleh BAPA. Itulah sebabnya TUHAN YESUS selalu mengatakan : apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya ( Yohanes 14:10 bandingkan dengan Lukas 4:18, Yesaya 61:1, Yesaya 55:10-11). Jadi keberadaan YESUS KRISTUS itu adalah Firman (ALLAH) + ALLAH (ROH KUDUS). Ingat ALLAH (ROH KUDUS) adalah Allah yang Maha Hadir. Thanks dulu (berseri), and God Bless You!

9. Carlos dari Pontianak berkata pada 11 August 2012:

Halo Martua,

Saya ingin menanggapi bagian ini :

"Peristiwa ini mengindikasikan bahwa ada lagi Firman Allah di luar diri TUHAN YESUS, jikalau demikian, TUHAN YESUS adalah sebahagian dari Firman Allah (tidak seutuhnya Firman Allah). Jadi runyam lagi dong!?"

>> Betul, saya setuju akan runyam, jikalau anda tetap berpegang bahwa Allah Bapa = Allah Anak = Allah Roh Kudus. Maka anda akan runyam dan tidak bisa menjelaskan tentang peristiwa pembaptisan Yesus tersebut. Karena disana jelas tiga pribadi Allah hadir =)

"Roh Kudus turun atas YESUS KRISTUS dalam bentuk burung merpati, yang artinya : Ketulusan dan kesetiaan Allah"

>> Peristiwa Roh Kudus turun dalam bentuk burung merpati bukanlah simbolik saja, namun disaksikan oleh Yohanes Pembaptis dan orang-orang yang berada disana. Di sini akan kembali terjadi kesulitan untuk menjelaskan tentang Allah Roh Kudus dalam bentuk burung merpati dan suara dari Allah Bapa jikalau kita percaya bahwa Bapa = Yesus = Roh Kudus.

Jikalau saya ingin mengikuti alur pikiran Martua (meskipun saya tidak setuju), Martua tetap perlu mengakui bahwa Allah dan Yesus dan Roh Kudus tidak sama. Misal dalam kalimat dibawah ini =) Bagaimana dengan masa dari Yesus lahir sampai detik sebelum Ia dibaptis ketika Roh Kudus belum turun atas diri Yesus? Jikalau Bapa = Yesus, kenapa ada masa sebelum pembaptisan dimana Allah Bapa tidak hadir dalam hidup Yesus?

"Bahwa YESUS yang dibaptis itu adalah sebagai Manusia biasa yang dilahirkan Bunda Maria, yang difigurkan sebagai teladan (Manusia teladan) sedangkan Roh Kudus yang turun ke atas-Nya, adalah merupakan kehadiran Allah Bapa di dalam kehidupan (diri) TUHAN YESUS."

Jika ingin mengutip Yoh 14, saya ingin mengajak Martua untuk melihat juga ayat 12 (Yesus pergi kepada Bapa), ayat 16 (Yesus meminta kepada Bapa, Bapa memberikan Penolong yang LAIN). Jadi dengan membaca ayat 10, 12, 16, kita melihat kesatuan dari Allah Tritunggal namun juga jelas adanya pribadi Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus yang tidak bercampur aduk =)

Terakhir, karena kita berbicara dalam thread resensi buku 'Allah Tritunggal', menarik sekali ketika Pak Stephen Tong mengatakan di halaman 20 bahwa ayat2 yang Martua kutip justru menjelaskan tentang Allah Tritunggal yang sudah terkandung dalam Perjanjian Lama (Luk 4:18; Yes 61:1-2). Dalam buku ini juga ada membahas tentang posisi yang Martua pegang saat ini, menurutku bisa refer ke halaman 25, 78 s/d 81 =)

10. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 14 August 2012:

Ysh Bp.Carlos yang dikasihi Tuhan,

Terima kasih atas tanggapannya!

Saya juga mau bertanya kepada bp. Carlos mengenai peristiwa pembaptisan YESUS KRISTUS oleh Yohanes Pembaptis, karena saya juga belum mengerti alur pemikiran bapak tentang hal itu. Setelah saya mengerti alur pemikiran bapak, saya akan menjawab pertanyaan bapak dan menerangkan pengertian saya akan peristiwa "Pembaptisan YESUS KRISTUS oleh Yohanes Pembaptis. Untuk itu saya perlu mengetahui dahulu alur pemikiran bapak mengenai perbedaan Pribadi Allah Tritunggal dalam peristiwa pembaptisan itu, karena saya tidak ada melihat perbedaan Pribadi Allah disana sampai ada tiga pribadi yang berbeda. Tolong jelaskan supaya saya mengerti dan bisa menjawab!

Saya mau sampaikan kepada bapak Carlos mengenai kata "KITA" dalam rencana penciptaan manusia (Adam). Kata itulah yang selalu membuat orang menafsirkan Tuhan kita itu menjadi "Allah Tritunggal (Tiga dalam Satu)". Kata "KITA" disana saya tidak setuju bahwa artinya itu menjadi Allah Tritunggal yang anda maksudkan, yaitu : Bapa, Anak dan Roh Kudus. Menurut pengertian saya kata "KITA" disana adalah menunjuk kepada Allah Yang Esa dan kepada para Malaikat dan Bala Tentara-Nya. Alasannya, adalah dalam Kejadian 3:22, demikian bunyinya : Berfirmanlah Tuhan Allah : "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat;"...... "Perlu kita ketahui bahwa Allah itu Esa, Allah itu Mulia, Allah itu Kudus tidak ada yang seperti Dia." Jadi mana mungkin manusia yang berdosa disamakan seperti Allah yang Maha Kudus dan Mulia. Jangan-jangan Hati Allah menjadi sedih melihat manusia yang menyamakan diri-Nya (ALLAH) sama seperti manusia yang berdosa itu. Manusia yang berdosa disamakan dengan Iblis baru benar, karena YESUS pernah berkata kepada orang-orang yang mau membunuh-Nya Iblislah bapamu. Dan perlu saya beritahu anda, bahwa hanya Malaikat dan Bala Tentara sorgalah yang ada memberontak kepada Allah alias jatuh kedalam dosa. Allah kita itu adalah Allah : yang tidak dapat berdusta, tidak dapat berubah, tidak dapat bertentangan dengan firman-Nya, tidak dapat memuji diri-Nya sendiri, tidak dapat melanggar hak bebas yang sudah diberikan-Nya (FreeWill), Alla tidak dapat mengingat dosa-dosa yang telah diampuni-Nya, Allah tidak dapat terlambat, Allah tidak dapat lupa akan janji-Nya, Jadi dengan melihat kepada keberadaan ALLAH yang Kudus dan Mulia itu dapat saya simpulkan bahwa kata "KITA" atau kata "Salah satu seperti Kita" disana adalah menunjuk kepada Lucifer, malaikat Tuhan yang telah memberontak kepada Allah. Demikianlah manusia Adam dan Hawa yang telah melakukan pelanggaran itu, bukan seperti Allah, akan tetapi menunjuk kepada keberadaan Lucifer, malaikat Tuhan yang memberontak itu alias Iblis. Untuk illustrasi/pengetahuan/perbandingan silakan baca kitab Ayub 1:6-12; Ayub 2:1-8; Mazmur 82. Renungkan ayat firman ini dalam-dalam. Dan setelah saya membaca kitab itu, yang dapat saya simpulkan adalah, bahwa : Allah dengan Iblis berada dalam satu komunikasi yang disebut dengan "Allah dalam sidang ilahi" baca dan renungkanlah ayat firman Allah itu!!! Tanks. God bless you.

11. Carlos dari Pontianak berkata pada 18 August 2012:

Halo Bapak Martua,

Dalam peristiwa pembaptisan Yesus, disana jelas sekali adanya tiga pribadi Allah menyatakan diri, yang tidak campur aduk satu dengan yang lain. Bapa yang bersuara dari sorga, tidak sedang dibaptis, tidak sedang turun seperti burung merpati. Yesus yang dibaptis, tidak sedang turun seperti burung merpati, juga bukanlah yang bersuara "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,..". Roh Allah yang turun seperti burung merpati, bukanlah yang bersuara dari sorga dan juga bukanlah yang sedang dibaptis =) Jikalau kita memegang pribadi Allah Bapa sebenarnya sama dengan Allah Anak, sebenarnya sama dengan Allah Roh Kudus, maka akan runyam (seperti kata Bapak) untuk mencari-cari penjelasan yang memungkinkan dan cocok.

Mengenai pemakaian kata "Kita" dalam penciptaan di Kejadian 1, ijinkan saya mengutip penjelasan dari buku "Allah Tritunggal" halaman 37. Apakah Allah bersama-sama dengan malaikat mencipta manusia? Jawabannya tidak. ...Karena malaikat sendiri termasuk makhluk (creatures) yang dicipta Allah dan bukanlah pencipta (creator) (Yehezkiel 1:5-14; 9:3; 10:1-22). Di dalam seluruh Alkitab, tidak pernah dikatakan bahwa malaikat adalah pencipta; belum pernah dikatakan bahwa malaikat mencipta atau mengambil bagian di dalam karya Allah yang pertama, yaitu mencipta. Dan Allah disebut Allah, karena, yang pertama, Dia adalah Pencipta... ...Betapapun besarnya kuasa dan kemuliaan malaikat atau penghulu malaikat, tidak dapat membuat mereka loncat dari derajat yang dicipta, menjadi yang Mencipta. Mencipta adalah pekerjaan Allah sendiri...

Dalam kitab Ayub, dicatat bahwa iblis datang menghadap Tuhan. Tidak ada kesetaraan derajat antara Allah dan iblis. Bahkan di Ayub 1:12; 2:6; iblis tidak bisa melakukan apapun yang dikehendakinya pada Ayub, kecuali Tuhan yang mengijinkannya. Disini Tuhan jauh lebih tinggi daripada iblis dan tidak ada keseteraan.

Kalimat Allah pada manusia di Kej 3:22; kita lihat persis seperti kalimat yang dilontarkan ular untuk menggoda manusia di Kej 3:5. Nah lho?! Apakah ini berarti bahwa ular sebenarnya pihak yang benar dan ia berhasil mengungkapkan maksud terselubung Allah?? Wah, jikalau benar maka harusnya Hawa berterima kasih pada ular dan Allah menjadi Allah yang pelit, kanak-kanak, tidak adil karena menghukum Adam, Hawa?? Tentu kita tidak percaya ini karena iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta (Yoh 8:44). Ia menggoda manusia untuk melanggar perintah Allah yang suci. Maka aku percaya ketika Allah mengatakan kalimat Kej 3:22a, agar hati manusia tertusuk dan diingatkan akan pelanggaran dan kebodohan yang dilakukannya karena ia percaya cara dan bujukan ular untuk menjadi seperti Allah. Dalam pengertianku, kalimat dari Allah ini berupa gaya bahasa ironi.

Maka, tidak dapat disimpulkan bahwa "Kita" merujuk pada Allah dan malaikat. Karena tidak ada kesetaraan antara Pencipta dengan yang dicipta. Apalagi menyetarakan Allah dengan malaikat yang jatuh dalam kesatuan pemakaian "Kita" di Kej 3:22), karena terang tidak dapat bersatu dengan gelap =)

12. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 21 August 2012:

Ysh Bp. Carlos yang dikasihi Tuhan, Saya belum begitu mengerti penjelasan bapak tentang peristiwa pembaptisan YESUS KRISTUS oleh Yohanes Pembaptis. Akan tetapi yang dapat saya lihat, bahwa : Pemikiran bapak itu terlalu dilatarbelakangi pemikiran Tritunggal, sehingga bapak selalu berfokus kepada Tritunggal. Kita seharusnya berfokus kepada Keesaan Allah, karena kita adalah penganut ajaran monoteisme. Jadi kita harus selalu mengajarkan bahwa Allah kita itu Esa. Namun walaupun demikian saya meyakini, bahwa yang hidup tidak tetap satu, akan berkembang menjadi banyak sesuai dengan perkembangannya, dan tidak bisa dibatasi. Apalagi Allah yang Esa, Allah yang hidup, yang tidak terbatas kuasaNya, Ajaib, Maha Kudus, Mulia, Agung, Maha Tinggi, Maha Kasih dan tidak ada yang seperti Dia. Kita tidak bisa membatasi Pribadi maupun keberadaan Allah, hanya tiga saja. Karena kita saat ini belum tahu persis berapa jumlah Pribadi Allah yang sesungguhnya (jikalau benar Allah mempunyai Pribadi lebih dari satu), karena Allah kita Yang Esa itu Maha Besar PikiranNya, tak terhingga. Sehingga Dia bisa berbica sendirian seperti banyak orang teman bicaraNya. Contoh kejamakan Allah tidak hanya dalam kata “KITA” coba baca kitab Wahyu 3:1, disana disebutkan : “Ketujuh Roh Allah”. Dalam keberadaan yang tujuh ini, dengan berkata “KITA” kan tidak salah!!! Tapi namun demikian cobalah kita belajar lebih banyak lagi akan Firman Tuhan (Alkitab) bukan tulisan-tulisan yang disajikan orang-orang, kalaupun kita membacanya biarlah sebagai bahan pembanding atau untuk mengetahui isi pikiran orang yang menyajikan tulisan itu, yang benar kita ambil dan yang salah kita buang, agar supaya kita tidak terjebak kepada hal-hal yang dapat menjebak pikiran kita kedalam ketidakbenaran. Contoh utama penyebab kejamakan adalah : “Pikiran dan Firman Allah” : Seandainya Allah tidak punya pikiran dan tidak berfirman, maka segala sesuatunya itu tidak ada, termasuk kita, akan tetapi karena Allah (Yang Tak Terbatas) telah berfirman dan menciptakan tubuh Adam, namun nafas Adam adalah nafas Allah, itulah sebabnya Adam menjadi makhluk yang hidup, maka dalam benak Allah yang telah menciptakan Adam, telah menciptakan bangsa-bangsa di dunia ini. (masih berlanjut......)

13. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 21 August 2012:

Ysh Bp. Carlos yang dikasihi Tuhan,

Menurut pengamatan saya, Allah yang anda maksudkan Tritunggal itu, adalah anda selalu berusaha membedakan FirmanNya dengan diriNya Allah (membuat tiga pribadi yang berbeda). Tapi jangan lupa akan maknanya, karena FirmanNya itu adalah bentuk curahan isi Hati Allah, sehingga kita mengerti isi hati Allah adalah oleh karena FirmanNya. Atau dengan contoh : Apa yang kita ucapkan itulah curahan isi hati kita, dan itulah gambar kepribadian kita, sehingga dapat dimengerti orang lain isi hati kita (kepribadian kita). Tanpa kita berbicara kepada orang yang disekitar kita, orang itu tidak akan tahu isi hati kita. Namun demikianlah halnya dengan Allah, Pribadi yang YESUS tunjukkan sebagai TUHAN adalah Pribadi BapaNya, bukan YESUS yang mempunyai Pribadi itu, akan tetapi, Pribadi Allah, Bapa tercurah didalam diri YESUS KRISTUS sebagai FIRMAN yang hidup, karena BAPA yang diam dalam diri YESUS itulah yang melakukannya, sehingga kita dapat melihat Pribadi ALLAH, BAPA ada dalam Pribadi YESUS sebagai TUHAN, karena YESUS adalah gambar Allah. Dan tidak hanya itu saja, juga menjadi teladan bagi kita umat manusia, karena Dia telah menjadi Manusia dan mempunyai kepribadian Manusia (YESUS sebagai Manusia teladan). Pribadi YESUS sebagai Manusia (Manusia Teladan) : Dia taat dan setia kepada Allah (Bapa), merendahkan diri dihadapan Allah, tidak mensetarakan diriNya dengan Allah (mengosongkan diri), ada rasa takut, itulah sebabnya YESUS ketika Dia mau disalibkan, ketika YESUS berdoa dengan mencucurkan keringat darah, karena sangat ketakutanNya, ada rasa lapar dan haus. Seperti itulah juga kita orang percaya, walaupun sudah hidup dalam iman kepada ALLAH dalam nama YESUS KRISTUS, kita juga masih ada rasa ketakutan menghadapi hidup ini. Artinya sebagai “teladan” : Kitapun orang percaya harus seperti YESUS atau mempunyai pribadi seperti YESUS menjadikan Allah menjadi Raja (memerintah) di dalam hati kita, sehingga kita rela melakukan seluruh perintahNya. (masih berlanjut.......)

14. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 21 August 2012:

Ysh Bp. Carlos yang dikasihi Tuhan,

Mengenai peristiwa YESUS KRISTUS dibaptis oleh Yohanes Pembabtis :

1.Versi kitab Matius 3:13-17 (16-17). Ayat 16). Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya, ayat 17). Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : “Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.”

2.Versi kitab Markus 1:9-11 (10-11). Ayat 10). Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atasNya. Ayat 11). Lalu terdengarlah suara dari sorga : “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan.”

3.Versi kitab Lukas 3:21-22. Ayat 21). Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit, ayat 22). Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atasNya. Dan terdengarlah suara dari langit : “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan.”

4.Versi kitab Yohanes 1:32-34. Ayat 32). Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya : “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya. Ayat 33). Dan akupun tidak mengenalNya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku : Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal diatasNya, Dialah itu yang membaptis dengan Roh Kudus. Ayat 34). Dan Aku telah melihatNya dan memberi kesaksian : Ia inilah Anak Allah.”

Setelah saya membaca keempat versi kitab ini, yang saya tangkap dan ambil kesimpulannya adalah, bahwa dalam peristiwa itu : Turun Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atasNya, dan terdengarlah suara dari sorga : "Engkalah (Inilah) Anak yang Kukasihi, kepadaMulah (kepadaNyalah) Aku berkenan. Peristiwa itu menunjuk bahwa : 1). "Yang dihinggapi Roh Kudus, itulah : Yesus Anak Allah, yang akan membaptis orang percaya dengan Roh Kudus". atau 2). "Bahwa Roh Kudus yang turun seperti burung merpati itu sebagai tangan Allah, Bapa (Allah yang tidak kelihatan karena Roh adaNya) menunjuk kepada YESUS seraya berkata : Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan." Artinya : Supaya orang tahu, bahwa Dialah (yang dihinggapi oleh burung merpati) itulah yang diutus Allah. 3). Dan Roh Kudus turun ke atasNya, itu juga sebagai bukti kehadiran Allah, Bapa (ALLAH, ROH) mengurapi YESUS, sehingga YESUS menjadi kepenuhan keAllahan, dan atau : Ia adalah menjadi gambar Allah yang tidak kelihatan (Kolose 1:15a), Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia (Kolose 1:19). Jadi saya tidak melihat ada tiga Pribadi yang berbeda disana. Yang saya lihat disana, adalah : YESUS, ANAK ALLAH (SEBAGAI NABI atau MANUSIA TELADAN YANG DIURAPI) dan ALLAH, BAPA (ALLAH, ROH) yang mengurapi YESUS, itulah sebabnya namaNya menjadi “YESUS KRISTUS” (artinya : yang diurapi) dan YESUS menjadi kepenuhan keAllahan, sehingga YESUS dapat melakukan pekerjaanNya dalam kodrad keilahianNya sebagai Firman Allah yang hidup, dan sebagai Manusia Teladan. Itulah yang saya lihat dalam peristiwa pembaptisan YESUS oleh Yohanes Pembaptis. Itulah pesan peristiwa itu.

15. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 21 August 2012:

Ysh Bp. Carlos yang dkashi Tuhan,

Mengenai sanggahan bapak mengenai kata “Kita” dalam penciptaan dalam Kejadian 1. Setelah saya simak pernyataan bapak dan dihubungkan dengan Yehezkiel 1:5-14; 9:3; 10:1-22, saya tidak menemukan relepannya ayat itu dengan pokok pembahasan kita.

Sebelunnya saya bertanya duhulu kepada bapak : Siapakah yang lebih duhulu diciptakan, Malaikat atau Manusia? Saya berharap pertanyaan ini agar dijawab. Kenapa saya bertanya demikian? Karena dalam sepanjang pembacaan Alkitab, saya belum pernah menemukan ayat mengenai penciptaan Malaikat.

Dan yang mau saya sampaikan adalah : Bahwa Allah selalu bersama-sama dengan MalaikatNya dalam melakukan pekerjaanNya. Contoh, ketika Tuhan menghampiri Abraham di Kejadian 18:2, ada tiga orang. Dan ternyata ketiga orang itu, terdiri dari : Yang satu Tuhan dan yang dua lagi Malaikat. Itu dapat kita lihat di perikop “Doa syafaat Abraham untuk Sodom”. Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom ; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka. Pendek cerita ketika Tuhan dan Abraham sedang asyik terlibat dalam pembicaraan kedua orang yang bersama dengan Tuhan meneruskan perjalanan ke Sodom dan di Kejadian 19:1, kedua Malaikat itu tiba di Sodom. Jadi yang dapat saya lihat disana ketiga orang itu adalah, Tuhan dan MalaikatNya. Jadi kata “KITA” disana boleh saja merujuk kepada Allah dan MalaikatNya. Tanks dulu (berseri). God bless you.

16. Maruli dari Sidikalang berkata pada 22 August 2012:

Yth Saudara Carlos & Martua

Saya stuju dgn saudara Carlos atas pandangan Tritunggal yg tdk sesuai dgn apa yg Alkitab ajarkan. Tritunggal adalah merupakan Doktrin Manusia, istilah itu tidak pernah ditemukan di dalam Alkitab, baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Selanjutnya, ajaran Allah Tritunggal hanya merupakan ciptaan dari bapak-bapak Gereja mula-mula. Amsal 30:6 mengatakan dgn tegas " Jgn tambahkan apa2 kedalam firmannya agar kau tidak ditegurnya dan disebut pendusta. Hal ini jg dipertegas dlm Wahyu 22:18,19 yg mengatakan "18.Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. 19.Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

Jadi kita dlm menterjemahkan alkitab jgn pernah mengandalkan pengertia sendiri Amsal 3:5 "Percayalah kepada Allah dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Dan suatu hal yg harus kita ingat ajaran Yesus sewaktu di Galilea, dlm buku Matius 7:21 yg mengatakan "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Artinya penegasan antara posisi Anak dan Bapa sdh sangat jelas, ayat itu jg menjelaskan kepada kita bahwa, kita harus jadi pengikut Yesus untuk sujud menyembah Bapaknya yaitu Allah Surgawi yg Maha Esa.(Maha Esa = Satu yg sempurna n bkn 3 dlm 1). Yesus jg berpesan kepada murid2nya agar menjadikan bangsa2 turut serta menjadi muridnya. Sementara Allah Surgawi berpesan kepada kita, agar jgn mengadakan allah2 lain yg kita sembah dihadapannnya selain Dia, karna Dia adalah Allah yg pencemburu..

Demikian saya sedikit menimpali perdebatan ini menjadi sebuah diskusi yg bermanfaat,smoga kebaikan hati Bapa Sorgawi yg tdk selayaknya kita terima menyertai kita smua...Amin

17. samson dari pekanbaru berkata pada 23 August 2012:

yth bp carlos dan bp martua,

trimakasih krn tanggapan2 nya yg luar biasa. pesan saya janganlah kita terjerumus dlm perdebatan yg tidak menguntungkan. mari kita memberikan komen sesuai pengetahuan kita, krn berdasarkan itulah kita nanti akan di hakimi oleh Tuhan. untung lagi blm saya lihat dan rasakan aroma saling menyerang dari bpk2 berdua ini, dan semoga jgn sampai terjadi... untuk itu saya akan memberikan bbrpa pertanyaan / bukan ujian yg saya harap dapat di jawab dan di tanggapi dengan bijak dan arif. 1. dimanakah Yesus sekarang, sedang apa dan dlm wujud apa? apakah dlm wujud manusia dewasa seperti ketila dia di salib dulu atau apa? 2. apakah perbedaan antara Roh Allah dan Roh-nya Allah? 3. apakah Allah pernah mengambil wujud manusia dan hewan(merpati), mengapa?

18. Carlos dari Pontianak berkata pada 2 September 2012:

Halo Bapak Martua,

Sebelum saya menanggapi reply dari Bapak, saya ingin bertanya apakah Pak Martua percaya Yesus sebagai TUHAN Yesus Kristus? Atau hanya sebagai seorang manusia teladan saja?

19. Carlos dari Pontianak berkata pada 2 September 2012:

Halo Saudara Maruli,

Saya justru percaya akan Allah yang Esa dalam tiga Pribadi, atau yang biasa disebut Tritunggal. Meski dalam Alkitab tidak ada disebut istilah Tritunggal, tidak berarti Tritunggal bukanlah konsep Alkitab. Karena banyak ayat dalam Alkitab yang mengemukakan Tritunggal.

Allah Roh Kudus yang mewahyukan Alkitab, adalah Roh Kebenaran dan Ia akan memimpin umat Tuhan yang sungguh-sungguh ingin mengenal kebenaran untuk tunduk dan memperjuangkan kebenaran Alkitab. Salah satunya ketika Roh Kudus juga memimpin bapak-bapak gereja dalam menemukan (bukan membuat) doktrin Tritunggal yang dinyatakan Alkitab. Mereka juga dipimpin dalam memperjuangkan iman Tritunggal yang sejati pada Alkitab meski resikonya adalah nyawa.

Misal bapak gereja Athanasius. Maruli bisa membacanya di artikel : http://www.buletinpillar.org/artikel/athanasius-melawan-dunia-bagi-dunia

Dan Roh Kudus juga terus membangkitkan orang-orang disetiap jaman untuk mengerti kebenaran, mengajarkan kebenaran lewat khotbah dan buku-buku yang baik. Dan juga memimpin pemuda/i untuk bisa mendengar suara Gembala yang Agung, Tuhan kita Yesus Kristus, membedakan mana pengajaran yang benar ataupun salah. Buku "Allah Tritunggal" ini saya sangat rekomendasikan untuk dibaca karena pembahasan ayat2 firman yang integratif. Bahkan banyak keberatan yang diutarakan dalam reply-reply diatas akan Tritunggal, sudah ada dibahas dalam buku ini dengan lebih baik dan konsisten.

Ketika Roh Kudus memimpin ada orang-orang yang mempertahankan kebenaran dalam sejarah dan mengupasnya, saya khawatir jikalau kita yang saat ini dalam membaca Alkitab ketika mentafsirkan dengan keluar dari jalur ortodoksi yang sudah dipimpin Roh Kudus, keluar dari pimpinan Roh Kudus atas bapak-bapak gereja, di saat kita merasa benar tapi justru kita mengkonfirmasi kebenaran Amsal 3:5, bahwa kita mentafsir menurut pengertian kita sendiri =)

Mengutip Maruli, Yesus yang memberikan amanat agung untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya DAN juga membaptis mereka dalam formula Allah Tritunggal : yaitu dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Untuk penjelasan lengkapnya, Maruli dapat memeriksanya di buku Allah Tritunggal halaman 105 =)

20. Maruli dari Sidikalang berkata pada 14 September 2012:

Baiklah, sepertinya diskusi ini cukup menarik utk kita bahas. Pertama mari kita baca apa yg Alkitab katakan pada; - Yoh 17:3 Ini berarti hidup abadi supaya orang mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa. Disini cukup jls kita lihat bahwa Bapa mengutus Yesus Kristus. Brarti ada 2 pribadi yg berbeda. Lama sebelum Yesus lahir, Alkitab menubuatkan kedatangan pribadi yg Allah utus sbg Mesias, atau Kristus. Gelar Mesias ( bhs ibrani) dan gelar Kristus (bhs Yunani) kedua-duanya berarti Pribadi yg diurapi atau yg dilantik oleh Allah utk memegang kedudukan yg istimewa.

Pd abad pertama M,murid2 Yesus org Nazaret yakin sepenuhnya bahwa Yesus adalah Mesias yg dinubuatkan (Yoh 1:14) Salah seorang diantaranya bernama Simon Petrus, tanpa ragu-ragu mengatakan kpd Yesus,'Engkau adalah Kristus,"(Mat16:16)

(Mikha 5:2) Allah berkata, "Hai Betlehem Efrata, engkau salah satu kota yang terkecil di Yehuda! Tetapi dari engkau akan Kubangkitkan seorang penguasa untuk Israel yang asal usulnya dari dahulu kala." Yesus sendiri beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sbg manusia, ia hidup disurga (Yoh 3:13; 6:38,62; 17:4,5) Yoh 6:38 mengatakan "Sebab Aku turun dari surga, bukan untuk melakukan kemauan sendiri, melainkan kemauan Dia yang mengutus Aku".

Yesus adalah Putra yg paling Allah Yehuwa kasihi, Ia disebut yang sulung dari segala ciptaan, sebab Ia adalah ciptaan Allah yg pertama (Kolose 1:15) Hal lain lg yg m'buat Yesus istimewa, Ia adalah putra satu-satunya yg diperanakkan (Yoh 3:16) Itu artinya, Yesus sajalh yg diciptkan oleh Allah sendiri, selain itu Yesuslah satu-satunya yg Allah gunakan ketika Ia menciptakan semua hal lain (Kolose 1:16).

Selanjutnya Yesus disebut Firman (Yoh 1:14) Sebutan itu menunjukkan bahwa ia berbicara mewakili Allah Bapanya yg mengutus Dia utk menyampaikan berbagai pesan dan instruksi putra-putra lainnya, baik mahkluk roh maupun manusia.

Apakah Putra Sulung itu sama dgn Allah? Alkitab tdk mengajarkan itu. Putra diciptakan, maka, jlslah bahwa Ia mempunyai permulaan, sdgkan Allah tdk punya awal dan akhir (mzm 90:2)

Putra Sulungnya ini malah tdk pernah memikirkan utk mencoba menyamai Bapaknya. Alkitab dgn jelas mengajarkan bahwa sang Bapak lebih besar dr pd Putra (Yoh 14:28; 1 Kor 11:13)

Allah Yehuwa bergaul akrab dgn putra sulungNya selama milyaran tahun sebelum langit dan bumi ada. Alangkah besar kasih diantara mereka (Yoh 3:35; 14:31)

Putra yg dikasihi ini persis seperti Bapaknya, itulah sebabnya alkitab menyebut Sang Putra sbg gambar Allah yg tdk kelihatan (Kolose 1:15). Ya sama seperti seorang anak laki-laki bisa saja mirip ayahnya dlm berbagai hal. Putra surgawi ini mencerminkan sifat dan kepribadian Bapaknya.

Nah, demikianlah dl yg bisa saya uraikan apa yg sebenarnya alkitab ajarkan. Smua penjelasan diatas ttp berdasarkan alkitab tanpa ada penafsiran sendiri.

2 Petrus 1:20 "Terutama sekali hendaklah kalian ingat ini: Pesan Allah yang disampaikan oleh para nabi tidak boleh ditafsirkan menurut pendapat sendiri. (21) "Sebab, tidak pernah pesan dari Allah dikabarkan hanya atas kemauan manusia. Tetapi Roh Allah menguasai orang untuk menyampaikan pesan dari Allah sendiri.

Jd menurut ayat diatas bahwa buku "Allah Tritunggal" adalh atas penafsiran manusia oleh karena kepintarannya. Smentara alkitab dgn tegas mengatakan "Percayalah kepada Allah dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri(amsal 3:5)

Trimaksih, smoga dpt dipahami.. Salam sejahtera dr Allah Bapa menyertai saudara slalu.

21. Reddy Apriano dari Jakarta berkata pada 14 September 2012:

Kepada Yth Bp Carlos dan Bp Martua

Manusia tidak bisa mengerti Allah Tritunggal dari sudut Ilmiah dan tidak mungkin (Baca Teori Dimensi dari Pdt. Cho Yonggi) jangankan Tuhan, untuk mengerti sinar matahari saja apakah sesungguhnya partikel atau cahaya para ilmuan masih tidak mengerti karena sinar matahari seratus persen partikel dan seratus persen cahaya dan partiket bukan cahaya. Cobalah memahami konsep Allah Tritunggal dari cara pandang philosophy misalnya kenapa Tuhan menjadi manusia dan bukan bagaimana cara Tuhan menjadi manusia (Karena Tuhan Maha Kuasa dan mampu menjadi apa saja yang Dia mau, dan apakah Tuhannya ada satu ataupun tiga itu tidak penting, yang terpenting Apakah Ia mengasihi saya dan manusia lainnya). Saya coba jelaskan secara Objektif : Jika seseorang berkata bahwa Ia mengasihi orang lain tetapi tidak mau berkorban untuk orang yang Ia kasihi apakah bisa dikatakan Ia mengasihi orang tersebut ? Begitupula dengan Allah, Apa mungkin Allah berkata mengasihi manusia tetapi Ia tidak mau berkorban untuk manusia ? Allah menjadi manusia merupakan hal yang mutlak/pasti jika Allah mengasihi manusia, karena Allah tidak dapat berkorban jika dalam keadaan Allah (Kuasa yang tak terbatas). mungkinkah seseorang yang punya kuasa tak terbatas dapat berkorban ? Jawabannya tidak, karena dengan kuasa yang tak terbatas seseorang tidak perlu bersusah payah mendapatkan apa yang diinginkannya. Jadi jika seseorang tidak percaya Allah menjadi manusia berarti Ia tidak percaya Allah mengasihi manusia, karena hanya menjadi bentuk yang terbatas Allah bisa berkorban. Jika Allah memberkati manusia apa dapat dikatakan Allah mengasihi manusia ? Jawabannya adalah Jika ada seorang Ayah yang kaya raya selalu memberikan apa yang diminta anaknya karena Ia mampu dengan kekayaannya apa dapat dikatakan Ayah tersebut mengasihi anaknya. Jadi hubungan seperti ini yang lebih baik kita bahas, maaf jika penjelasan saya masih kurang. Tuhan Memberkati

22. Kudeng Sallata dari Makassar berkata pada 14 September 2012:

Yth, P.Carlos,P.Martua,P.Maruli masing-masing di Tempat

Saya merasa terima kasih atas diskusi bapak2 sekalian karena benar menjadi pencerahan bagi saya yang bukan teolog. walaupun bagi saya diskusi diatas saya masih bingung untuk kesimpulannya. Namun bapak2 apabila masih ingin membagi pengetahuan Alkitabnya silahkan diskusinya dilanjutkan karena mungkin banyak yang mengikutinya secara diam-diam (menginjili tidak langsung) seperti saya. Saya termasuk orang yang susah mengerti kata Tritunggal itu karena memang tidak ada dalam Alkitab (walaupun itu konsep Alkitab kata P.Carlos), tetapi apabila mencermati kepribadian yang bekerja dalam program penyelamatan kita manusia terlihat 3 pribadi yang bekerja tapi apakah dapat dikatakan monoteis. Selain itu kata "Pendeta" juga tidak saya temukan dalam Alkitab tetapi kok dipakai dalam Gereja, bagaimana asal muasalnya? apakah ini tidak menyalahi Amsal 30:6 . Semoga diskusinya berkenan kepada-NYA amin

Salam Kudeng

23. samson dari pekanbaru berkata pada 23 September 2012:

1. dimanakah Yesus sekarang, sedang apa dan dlm wujud apa? apakah dlm wujud manusia dewasa seperti ketila dia di salib dulu atau apa? 2. apakah perbedaan antara Roh Allah dan Roh-nya Allah? 3. apakah Allah pernah mengambil wujud manusia dan hewan(merpati), mengapa?

24. Maruli Purba dari Sidikalang berkata pada 26 September 2012:

Yth Saudara Kudeng Sallata.

Smoga damai sejahtra besertamu..

Saya sependapat dgn Saudara bahwa konsep Tritunggal adalah merupakan hasil dari buah pemikiran dan kepintaran manusia. Jadi jls akan sangat bertentangan dgn Amsal 30:6 ;3:5, Wahyu 22:18,19.

Dan penegasannya sangat jls kita lihat di 2 Petrus 1: 20,21. (20)"Terutama sekali hendaklah kalian ingat ini: Pesan Allah yang disampaikan oleh para nabi tidak boleh ditafsirkan menurut pendapat sendiri. (21) Sebab, tidak pernah pesan dari Allah dikabarkan hanya atas kemauan manusia. Tetapi Roh Allah menguasai orang untuk menyampaikan pesan dari Allah sendiri.

Jd berdasarkan hal-hal diatas sebagaimana Alkitab mengajarkan bahwa, Konsep Tritunggal sangat bertentangan dgn Alkitab. Sbg pengikut Kristus, kita bertanggungjawab untuk meluruskan hal ini agar orang-orang tdk tersesatkan dgn ajaran2 Tritunggal.

Trimakasih,

25. Carlos dari Pontianak berkata pada 26 September 2012:

Halo Saudara Maruli,

Jadi anda menginterpretasi / menafsirkan Alkitab dengan pemahaman anda sendiri bahwa Yesus adalah ciptaan dan bukan Allah, hampir sama seperti Pak Martua. Saya tidak setuju dengan interpretasi anda ini dan Alkitab pun juga tidak mengajarkan demikian, tidak seperti klaim anda.

Pada zaman penulisan injil Yohanes, rasul Yohanes saat itu berperang melawan ajaran sesat yang menganggap bahwa Yesus adalah ciptaan. Maka ijinkan saya mengutip Yoh 1:1-3 untuk menjawab anda, ayat yang memiliki pengertian yang dalam sekali. Di Yoh 1:14, jelas bahwa Yesus yang berinkarnasi adalah Sang Firman dan di Yoh 1:1 dijelaskan oleh Yohanes bahwa Firman itu adalah Allah. Yoh 1:3 mengunci kemungkinan kesalahan interpretasi bahwa Yesus dicipta, karena "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan". Tanpa Kristus, tidak ada sesuatu pun yang dijadikan. Bagaimana mungkin Yesus dicipta, sedangkan segala sesuatu yang dicipta, dicipta oleh Yesus. Tidak mungkin yang dicipta sekaligus adalah yang mencipta =) Hal ini juga diulangi oleh Paulus di Kol 1:16 bahwa "...segala sesuatu diciptakan oleh Dia...". (Menariknya, kesalahan interpretasi seperti ini juga ada dibahas dalam buku "Allah Tritunggal" tersebut.)

Istilah kata "sulung" dapat berarti literal fisik "anak yang dilahirkan pertama" lalu ada yang dilahirkan kedua, ketiga, terakhir (bungsu). Namun Alkitab juga menggunakan istilah "sulung" untuk menyatakan hak keistimewaan yang dimiliki. Misal bangsa Israel disebut sebagai anak Allah yang sulung (Kel 4:22), raja Daud disebut diangkat Allah sebagai anak sulung (Mzm 89:28). Maka dalam Kol 1:15, pengertian yang kedua yang dipakai disini. Kemungkinan interpretasi "sulung" secara fisik juga dicegah lewat Kol 1:16, seperti yang dijelaskan di atas.

Adalah kesalahan jikalau kita menyamakan kalimat "lebih besar" di Yoh 14:28 berarti ada perbedaan esensi/substansi Yesus lebih rendah daripada Allah Bapa. Kita mesti ingat bahwa Yesus yang mengatakan kalimat demikian adalah Allah Anak yang turun inkarnasi ke dalam dunia yang merendahkan diri-Nya (Fil 2:5-8). Ibr 1:9 mengatakan bahwa untuk waktu yang singkat, Ia dibuat sedikit lebih rendah daripada malaikat-malaikat. Ini menunjuk kepada keadaan inkarnasi dari Yesus. Maka kalimat "lebih besar" menyatakan perbedaan dalam posisi, tapi bukan dalam substansi. Hal ini lebih jelas juga dari kalimat Yesus sendiri di Yoh 13:16,"Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya." Yesus berulang kali menyebutkan di injil Yoh bahwa Ia diutus Bapa ke dalam dunia. Maka dalam pengertian demikian, ketika inkarnasi Yesus menundukkan diri-Nya dibawah otoritas Bapa, meski secara esensi Yesus adalah Tuhan. Contoh penggunaan lainnya adalah dalam Yoh 14:12, Tuhan Yesus mengatakan bahwa yang percaya kepada-Nya akan melakukan pekerjaan yang "lebih besar" daripada pekerjaan yang Yesus lakukan. Disini Yesus me-refer kepada pekerjaan yang "lebih besar" secara kuantitas. Tidak ada dari kita yang dapat melakukan pekerjaan "lebih besar" secara esensi dari Tuhan Yesus yang mencipta dunia, menebus dosa umat manusia dan menghakimi dunia bukan?

26. Carlos dari Pontianak berkata pada 26 September 2012:

Halo Saudara Kudeng dan Saudara Samson,

Benar bahwa dalam Alkitab terlihat adanya 3 pribadi Allah yang bekerja, tapi tetap satu esensi. Untuk jawaban dari pertanyaan Saudara Kudeng dan Saudara Samson, saya kembali menyarankan untuk dapat membaca buku "Allah Tritunggal" yang diberikan di atas, karena ada jawabannya dibahas dari Alkitab di dalam buku tersebut =)

Aku berulang-ulang kembali menyarankan buku ini karena buku ini membahas Alkitab dengan pengertian yang ketat dan integratif, baik untuk langkah awal belajar akan kebenaran iman Kristen kita mengenai Allah Tritunggal dan juga akan lebih memuaskan dalam membangun kerangka pikir penggalian Firman sebagai landasan pengertian Saudara Kudeng dan Samson.

Terakhir, juga untuk mereka yang tidak setuju, aku tetap rasa lebih baik untuk membaca buku ini lebih dulu, dan bukankah kita juga sekarang berbicara dalam thread resensi buku "Allah Tritunggal"? Karena bukankah Allah menentang mereka yang congkak tetapi mengasihani mereka yang rendah hati (Yak 4:6), termasuk memberikan anugerah-Nya untuk mengenal kebenaran-Nya bagi mereka yang sungguh-sungguh rendah hati mau diajar =)

PS : jikalau di daerah domisili anda tidak ada toko buku Momentum, bisa memesan online lewat http://www.momentum.or.id/index.php?show=mod_cari&f=TkFNQV9CUkc=&q=Allah%20Tritunggal&lang=id

Semoga memberkati =)

27. samson dari pekanbaru berkata pada 27 September 2012:

terimakasih sdr carlos. sy bukan tidak percaya bhwa Yesus itu Tuhan. tetapi ada sedikit keraguan logika mengenai hal itu. sy bkn coba ikut mendebat,tetapi murni bertanya kepada anda2 yg sy anggap pengetahuan alkitabnya lebih baik dr saya. pertanyaan pertama sy cukup simpel: dimanakah Yesus sekarang,dlm ujud apa dan apa yg beliau kerjakan sekarang. sy bkn dr saksi jehova atau aliran agama lain yg tidak percaya akan Ketuhanan Yesus. saya butuh modal pengetahuan yg benar akan Allah alkitab. dan utk hal itu sudi kiranya sdr carlos menjawab prtnyaan sy tsb sbg tambahan ilmu sblm sy nungkn dpt memiliki bukunya, jika memang sdr. carlos memiliki pengetahuan lebih akan hal itu seperti perkiraan sy, jk tidak - tidak apa2. trims.

28. Reddy dari Jakarta berkata pada 28 September 2012:

Dear Pak Carlos dan Pak Samson,

Sebelumnya saya permisi mau ikut menanggapi Pak Samson. Saya lihat Pak Samson kritis sekali dan mencoba mencari kebenaran berdasarkan logika, menurut saya hal itu bagus sekali karena saya mempunyai keyakinan bahwa dengan logika kita mampu mengerti Allah dengan lebih baik. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Bapak : 1. dimanakah Yesus sekarang, sedang apa dan dlm wujud apa? Jika Bapak bertanya Tuhan Yesus dalam wujud apa, yang pasti bukan bukan dalam wujud dimensi ketiga contoh manusia, binatang dan tumbuhan karena Tuhan Yesus saat ini memiliki kuasa yang tak terbatas yang dimungkinkan jika berada di dimensi yang lebih tinggi, dapat terlihat ketika hendak Tuhan Yesus naik ke sorga berkata "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (Mat 28:18). Kalau mau tanya wujud Tuhan secara fisik atau ilmiah maka tidak mungkin kita bisa mengerti karena kita tidak mungkin dapat mengerti bentuk ilmiah dari sesuatu di dimensi diatas kita (Baca Teori Dimensi dari Pdt. Cho Yonggi). Jika bertanya dimana Tuhan Yesus maka saya menjawab Dia ada di Surga Mat 16:19, tapi Dia ada di tengah kita Mat 18:20 bahkan Dia selalu menyertai kita Mat 28:20, Jika tanya bagaimana caranya maka balik ke teori dimensi. Allah mengambil bentuk manusia karena bentuk yang terbatas (dimensi tiga) tetapi yang paling menyerupai Allah adalah manusia (Kej 5:1), Jika Roh Kudus mengambil rupa merpati adalah merupakan perlambangan. Untuk Beda Roh Allah dan Rohnya Allah yang ditanya dari sudut apa ya? Jika dari sudut Ilmiah kembali ke teori dimensi. Thanks semoga bermanfaat

29. samson dari pekanbaru berkata pada 28 September 2012:

trims sdr ruddy atas jawaban/tanggapan utk pertanyaan saya yg nomor 1. utk mksd beda Roh Allah dan Roh-nya Allah adalah seperti rambut rudi yg mandiri maksudnya suatu rambut yg bernama rudi, dan rambut-nya rudi yaitu rambut milik rudi yg tidak mandiri tetapi kepunyaan rudi. ini dengan mksd hendak membedakan Roh Allah yg berarti Roh milik Allah dan Allah Roh yg berarti suatu Allah yaitu Roh. jawaban ini akan menjelaskan perbedaan pendapat antara sdr.carlos dan sdr.maruli diatas. dan (tolong koreksi saya jika salah) dlm Alkitab hanya pernah di sebutkan Roh Allah dan Anak Allah, tetapi tidak pernah disebutkan Allah Roh dan Allah Anak (termasuk juga Allah adalah Anak). karena rambut rudi tidak sama dengan rudi rambut atau rudi adalah rambut. terimakasih dan mohon maaf jika ada kata2 yg kurang berkenan, seperti juga saya mohon maaf kepada Tuhan sang pencipta jika ada kata2 atau pemikiran saya yg mendukakannya, bgmnapun sy tidak sedang berusaha menghina-Nya. amin.

30. Reddy dari Jakarta berkata pada 1 October 2012:

Sama-sama Pak Samson, saran saya coba Bapak pelajari hal ini secara utuh yakni bagaimana Firman yang adalah Allah menjadi manusia (Yohanes 1 : 1 - 14) jadi kita perlu memandang Allah adalah satu yang mempunyai kuasa tak terbatas dan dalam bentuk yang tak terbatas artinya sekalipun Allah menjadi manusia bukan berarti saat itu disurga tidak ada Allah, yang benar adalah Allah menjadi manusia tetapi Allah juga ada disurga, jika kita bisa mengetahui caranya dengan logika kita maka Tuhan tidak maha kuasa, tetapi seperti kita ketahui bahwa Allah maha kuasa, dan perbuatannya tak terselami oleh manusia. Jadi jika kita berpikir bagaimana cara Allah membelah diri atau apakah Allahnya tiga dengan cara apa menjadi satu kesatuan maka hal itu hanya akan membawa kesia-siaan dalam hidup kita karena jelas bahwa kita tidak akan mengerti apa komponen roh, bagaimana roh bisa ada, apakah roh bisa membelah diri atau menjadi satu karena keberadaan Roh diluar dimensi tiga atau tak berbentuk dalam dimensi tiga. Semoga penjelasan saya ini dapat bermanfaat. Tuhan memberkati

31. Maruli Purba dari Sidikalang berkata pada 1 October 2012:

Dear, Carlos, Reddy, Samson & Kudeng.. Damai sejahtra beserta Saudar2..

Siapakah Yesus Kristus? Apa peranan istimewa Yesus?

Ada banyak orang terkenal di dunia. Ada yang terkenal di masyarakat, di kota, atau di negeri mereka sendiri. Ada juga yang terkenal di seluruh dunia. Tetapi, sekadar mengetahui nama orang terkenal tidak berarti Anda benar-benar mengenal dia dan tidak berarti Anda mengetahui secara terperinci latar belakangnya serta kepribadiannya.

Hampir semua orang pernah mendengar tentang Yesus Kristus, meskipun ia hidup di bumi sekitar 2.000 tahun yang lalu. Namun, banyak orang merasa bingung tentang siapa sebenarnya Yesus itu. Ada yang bilang bahwa ia hanya orang baik. Yang lain mengatakan bahwa ia tidak lebih dari seorang nabi. Namun, ada juga yang percaya bahwa Yesus adalah Allah dan harus disembah. Apakah memang begitu?

Anda perlu mengetahui kebenaran tentang Yesus. Mengapa? Karena Alkitab mengatakan, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3) Ya, jika Anda mengetahui kebenaran tentang Allah YHWH dan tentang Yesus Kristus, Anda dapat memperoleh kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi. (Yohanes 14:6) Selain itu, Yesus memberikan teladan terbaik tentang cara menempuh kehidupan dan cara memperlakukan orang lain. (Yohanes 13:34, 35)

MESIAS YANG DIJANJIKAN Lama sebelum Yesus lahir, Alkitab menubuatkan kedatangan pribadi yang akan Allah utus sebagai Mesias, atau Kristus. Gelar ”Mesias” (dari bahasa Ibrani) dan gelar ”Kristus” (dari bahasa Yunani) kedua-duanya berarti ”Pribadi Yang Diurapi”. Pribadi yang dijanjikan ini akan diurapi, artinya dilantik oleh Allah untuk memegang kedudukan yang istimewa. Di pasal-pasal berikutnya, kita akan belajar lebih banyak tentang kedudukan penting Mesias dalam menggenapi janji-janji Allah. Kita juga akan belajar tentang berkat-berkat yang dapat Yesus berikan kepada kita sekarang juga. Namun, sebelum Yesus lahir, banyak orang tentu bertanya-tanya, ’Siapakah yang akan menjadi Mesias?’

Pada abad pertama M, murid-murid Yesus orang Nazaret yakin sepenuhnya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan. (Yohanes 1:41) Salah seorang di antaranya, yang bernama Simon Petrus, tanpa ragu-ragu mengatakan kepada Yesus, ”Engkau adalah Kristus.” (Matius 16:16) Tetapi, bagaimana murid-murid itu—dan kita—dapat yakin bahwa Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan? Nabi-nabi Allah yang hidup sebelum Yesus menubuatkan banyak hal tentang Mesias. Perincian itu membantu orang-orang lain mengenali dia. Sebagai gambaran: Seandainya Anda diminta untuk pergi ke terminal bus atau ke stasiun kereta api atau ke bandara untuk menjemput orang yang belum pernah Anda jumpai. Tentu akan lebih mudah jika Anda telah diberi beberapa perincian tentang dia, bukan? Demikian pula, melalui nabi-nabi Alkitab, Yehuwa memberikan uraian yang sangat terperinci tentang apa yang akan dilakukan sang Mesias dan apa yang akan ia alami. Tergenapnya banyak nubuat ini membantu orang-orang yang beriman untuk mengenali dia dengan jelas. Pertimbangkan dua contoh saja. Pertama, lebih dari 700 tahun sebelumnya, nabi Mikha menubuatkan bahwa Pribadi yang dijanjikan itu akan lahir di Betlehem, sebuah kota kecil di daerah Yehuda. (Mikha 5:2) Nah, di manakah Yesus dilahirkan? Ternyata benar di kota itu! (Matius 2:1, 3-9) Kedua, berabad-abad sebelumnya, nubuat yang dicatat di Daniel 9:25 menyebutkan kapan Mesias akan muncul, yaitu pada tahun 29 M.* Tergenapnya kedua nubuat itu dan nubuat-nubuat lain membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.

Bersambung.

32. Maruli Purba dari Sidikalang berkata pada 1 October 2012:

Bukti lain lagi bahwa Yesus adalah sang Mesias terlihat dengan jelas menjelang akhir tahun 29 M. Pada tahun itulah Yesus menemui Yohanes Pembaptis untuk dibaptis di Sungai Yordan. YHWH telah berjanji kepada Yohanes untuk memberinya tanda supaya ia dapat mengenali sang Mesias. Yohanes melihat tanda itu sewaktu Yesus dibaptis. Menurut Alkitab, inilah yang terjadi, ”Setelah dibaptis Yesus segera keluar dari air; dan, lihat! langit terbuka, dan ia melihat roh Allah seperti seekor merpati turun ke atasnya. Lihat! Juga, ada suara dari langit yang mengatakan, ’Inilah Putraku, yang kukasihi, kepadanyalah aku berkenan.’” (Matius 3:16, 17) Setelah melihat dan mendengar apa yang terjadi, Yohanes tidak ragu-ragu lagi bahwa Yesus diutus oleh Allah. (Yohanes 1:32-34) Pada saat roh Allah, atau tenaga aktif-Nya, dicurahkan ke atas Yesus pada hari itu, Yesus menjadi sang Mesias, atau Kristus, pribadi yang dilantik untuk menjadi Pemimpin dan Raja.—Yesaya 55:4. Tergenapnya nubuat Alkitab dan kesaksian dari Allah YHWH sendiri dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tetapi, Alkitab menjawab dua pertanyaan penting lain tentang Yesus Kristus: Dari mana asalnya, dan bagaimana kepribadiannya?

DARI MANA ASALNYA YESUS?

Alkitab mengajarkan bahwa Yesus hidup di surga sebelum ia datang ke bumi. Mikha menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem dan bahwa ia sudah ada ”sejak purbakala”. (Mikha 5:2 [ayat 1, Terjemahan Baru]) Yesus sendiri beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sebagai manusia, ia hidup di surga. (Yohanes 3:13; 6:38, 62; 17:4, 5) Sebagai makhluk roh di surga, Yesus mempunyai hubungan istimewa dengan Allah Bapa.

Yesus adalah Putra yang paling Allah YHWH kasihi—dan ada alasan yang kuat untuk itu. Ia disebut ”yang sulung dari antara semua ciptaan”, sebab ia adalah ciptaan Allah yang pertama. # (Kolose 1:15) Ada lagi yang membuat Yesus menjadi Putra yang istimewa. Ia adalah ”Putra satu-satunya yang diperanakkan”. (Yohanes 3:16) Itu berarti Yesus sajalah yang diciptakan oleh Allah sendiri. Selain itu, Yesus-lah satu-satunya yang Allah gunakan ketika Ia menciptakan semua hal lain. (Kolose 1:16) Selanjutnya, Yesus disebut ”Firman”. (Yohanes 1:14) Sebutan itu menunjukkan bahwa ia berbicara mewakili Allah, tentunya untuk menyampaikan berbagai pesan dan instruksi kepada putra-putra lainnya, baik makhluk roh maupun manusia.

Apakah Putra sulung itu sama dengan Allah, seperti yang orang-orang percayai? Alkitab tidak mengajarkan hal itu. Kita membaca dalam paragraf sebelumnya bahwa Putra itu diciptakan. Maka, jelaslah bahwa ia punya permulaan, sedangkan Allah YHWH tidak punya awal atau akhir. (Mazmur 90:2) Putra satu-satunya yang diperanakkan ini malah tidak pernah memikirkan untuk mencoba menyamai Bapaknya. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa sang Bapak lebih besar daripada Putra. (Yohanes 14:28; 1 Korintus 11:3) YHWH sajalah ”Allah Yang Mahakuasa”. (Kejadian 17:1) Karena itu, tidak ada yang menyamai Dia. Bersambung...

33. Maruli Purba dari Sidikalang berkata pada 1 October 2012:

YHWH bergaul akrab dengan Putra sulung-Nya selama miliaran tahun—lama sebelum langit dan bumi diciptakan. Alangkah besarnya kasih di antara mereka! (Yohanes 3:35; 14:31) Putra yang dikasihi ini persis seperti Bapaknya. Itulah sebabnya Alkitab menyebut sang Putra sebagai ”gambar Allah yang tidak kelihatan”. (Kolose 1:15) Ya, sama seperti seorang anak laki-laki bisa saja sangat mirip ayahnya dalam berbagai hal, Putra surgawi ini mencerminkan sifat dan kepribadian Bapaknya.

Putra tunggal YHWH ini rela meninggalkan surga dan turun ke bumi untuk hidup sebagai manusia. Tetapi, Anda mungkin bertanya-tanya, ’Bagaimana mungkin makhluk roh lahir sebagai manusia?’ Untuk melaksanakan hal itu, YHWH melakukan mukjizat. Ia memindahkan kehidupan Putra sulung-Nya dari surga ke rahim seorang perawan Yahudi yang bernama Maria. Jadi, Yesus tidak mempunyai seorang ayah manusia. Kemudian, Maria melahirkan seorang putra yang sempurna dan menamainya Yesus.—Lukas 1:30-35.

BAGAIMANA KEPRIBADIAN YESUS?

Kita dapat mengenal Yesus dengan baik dari apa yang ia katakan dan lakukan selama berada di bumi. Selain itu, melalui Yesus kita dapat lebih mengenal YHWH. Mengapa demikian? Ingatlah bahwa Putra ini adalah cerminan yang sempurna dari Bapaknya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan kepada salah seorang muridnya, ”Ia yang telah melihat aku telah melihat Bapak juga.” (Yohanes 14:9) Keempat buku dalam Alkitab yang dikenal sebagai Injil—Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes—memberi tahu kita banyak hal tentang kehidupan, kegiatan, dan kepribadian Yesus Kristus.

Yesus terkenal sebagai ”Guru”. (Yohanes 1:38; 13:13) Apa yang ia ajarkan? Yang terutama ia ajarkan adalah ”kabar baik kerajaan”—yaitu Kerajaan Allah, pemerintahan surgawi yang akan berkuasa atas seluruh bumi dan yang akan mendatangkan berkat yang tiada habisnya bagi manusia yang taat. (Matius 4:23) Dari mana asalnya ajaran itu? Yesus sendiri mengatakan, ”APA YG AKU AJARKAN BUKANLAH MILIKKU, melainkan MILIK DIA YG TELAH MENGUTUS AKU”, yaitU YHWH. (Yohanes 7:16) Yesus tahu bahwa Bapaknya ingin agar manusia mendengar kabar baik Kerajaan. Di penjelasan berikutnya kita akan belajar lebih banyak tentang Kerajaan Allah dan apa yang akan dilaksanakannya. Bersambung.

34. Maruli Purba dari Sidikalang berkata pada 1 October 2012:

Di manakah Yesus mengajar? Di mana pun orang-orang berada—di desa maupun di kota, di kampung, di pasar, dan di rumah-rumah mereka. Yesus tidak mengharapkan orang-orang datang kepadanya. Dialah yang mendatangi mereka. (Markus 6:56; Lukas 19:5, 6) Mengapa Yesus mau merepotkan diri dan menggunakan begitu banyak waktu untuk mengabar dan mengajar? Karena itulah yang Allah kehendaki darinya. Yesus selalu melakukan kehendak Bapaknya. (Yohanes 8:28, 29) Tetapi, ada alasan lain lagi. Ia merasa kasihan kepada kumpulan orang yang datang untuk menemuinya. (Matius 9:35, 36) Mereka ditelantarkan oleh para pemimpin agama, yang seharusnya mengajar mereka kebenaran tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya. Yesus tahu bahwa orang-orang perlu sekali mendengar berita Kerajaan.

Yesus seorang pria yang penuh perasaan, lembut, dan hangat. Karena itu, orang-orang merasa bahwa dia mudah didekati dan baik hati. Bahkan anak-anak tidak merasa canggung kepadanya. (Markus 10:13-16) Yesus tidak pilih kasih. Ia membenci kebejatan dan ketidakadilan. (Matius 21:12, 13) Pada zaman itu, kaum wanita kurang dihargai dan hak-hak mereka sering dibatasi, namun ia memperlakukan mereka dengan penuh hormat. (Yohanes 4:9, 27) Yesus memiliki kerendahan hati yang tulus. Sekali peristiwa, ia mencuci kaki rasul-rasulnya—suatu tugas yang biasa dilakukan oleh seorang budak. 1. Jesus mengabar; 2. Yesus menyembuhkan orang

Yesus peka terhadap kebutuhan orang-orang. Hal ini khususnya terlihat ketika ia melakukan mukjizat penyembuhan dengan kuasa roh Allah. (Matius 14:14) Sebagai contoh, seorang pria berpenyakit kusta datang kepada Yesus dan mengatakan, ”Kalau engkau mau, engkau dapat membuat aku tahir.” Yesus turut merasakan kepedihan hati dan penderitaan orang ini. Rasa kasihan menggerakkan Yesus untuk mengulurkan tangannya dan menyentuh pria itu, sambil berkata, ”Aku mau. Jadilah tahir.” Dan, orang sakit itu sembuh! (Markus 1:40-42) Dapatkah Anda membayangkan bagaimana perasaan pria itu?

SETIA SAMPAI AKHIR

Yesus memberikan teladan terbaik dalam hal ketaatan dan keloyalan kepada Allah. Ia tetap setia kepada Bapak surgawinya di bawah segala macam keadaan dan meskipun menghadapi segala jenis tentangan dan penderitaan. Yesus dengan tegas menolak godaan Setan, dan ia berhasil. (Matius 4:1-11) Pada suatu waktu, beberapa sanak saudara Yesus sendiri tidak beriman kepadanya, malahan mengatakan bahwa ia ”telah kehilangan akal sehat”. (Markus 3:21) Tetapi, Yesus tidak mau dipengaruhi oleh mereka; ia terus melakukan pekerjaan Allah. Meskipun dihina dan dianiaya, Yesus tetap mengendalikan dirinya, tidak pernah mencoba mencelakai para penentangnya.—1 Petrus 2:21-23.

Yesus tetap setia sampai mati—mati dengan cara yang mengerikan dan menyakitkan di tangan musuh-musuhnya. (Filipi 2:8) Renungkanlah apa yang ia derita pada hari terakhir kehidupannya sebagai manusia. Ia ditangkap, dituduh oleh saksi-saksi palsu, dinyatakan bersalah oleh hakim-hakim yang rusak akhlaknya, ditertawai oleh gerombolan orang, dan disiksa oleh para prajurit. Dalam keadaan terpaku pada tiang, ia menarik napas terakhir dan berseru, ”Sudah terlaksana!” (Yohanes 19:30) Tetapi, pada hari ketiga setelah Yesus mati, Bapak surgawinya membangkitkan dia untuk hidup lagi sebagai makhluk roh. (1 Petrus 3:18) Beberapa minggu kemudian, ia kembali ke surga. Di sana, ia ”duduk di sebelah kanan Allah” dan menunggu untuk menerima kekuasaan sebagai raja.—Ibrani 10:12, 13.

Apa yang Yesus capai dengan tetap setia sampai mati? Kematian Yesus sesungguhnya membuka kesempatan bagi kita untuk hidup kekal dalam Firdaus di bumi, selaras dengan maksud-tujuan YHWH yang semula. Bagaimana hal itu dapat kita peroleh melalui kematian Yesus akan dibahas dalam pragraf selanjutnya..Bersambung..

35. Reddy dari Jakarta berkata pada 2 October 2012:

Sepertinya Pak Maruli dari saksi Yehova ya, tidak apa-apa saya senang diskusi Alkitab dengan Aliran mana saja, yang penting tujuannya mencari kebenaran dan bukan pembenaran diri. Pertama yang perlu saya tekankan adalah Tuhan Yesus tidak diciptakan tetapi menciptakan segala sesuatu, yang saya sayangkan seringkali saksi Yehova mencomot satu ayat perayat lalu membuat kesimpulan sendiri. Tadi Pak Maruli mengambil kolose 1 ayat 15 sebagai ayat refensi Yesus diciptakan, saran saya Pak Maruli perlu membaca terusannya yakni ayat yang ke 16 : "Karena di dalam Dialah (Yesus) telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia". Lalu baca Yohanes 1 : 1 - 3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1 :14 "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Jadi Jelas bahwa Yesus adalah Firman yang juga adalah Allah (YHWH). Yonanes 14 ayat 9 :Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa (YHWH); bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Kita (Manusia yang percaya ) juga anak Allah : Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!". Sebenarnya kenapa Yesus disebut di alkitab sebagai anak Allah dikarenakan tidak ada kata dalam pembendaharaan manusia yang bisa mendefinisikan dengan jelas hubungan Allah Bapa dan Yesus selain anak Allah karena filosophy dari arti hubungan anak dan Bapa adalah ada bagian dari diri Bapak yang ada dalam diri anak begitulah Yesus yakni ada bagian dari Allah dalam Tubuh Yesus, begitu pula kita ketika Roh Kudus memenuhi hidup kita maka kita disebut anak Allah, bedanya Yesus dan manusia karena Tuhan Yesus adalah Allah yang menjadi manusia sedangkan kita (Orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan) adalah manusia yang dipenuhi Roh Allah. Jadi saudara Maruli jika Yesus diciptakan kita tidak punya pengharapan karena hanya Allah yang bisa menebus dosa manusia, Hanya dengan kasih Allah (dibuktikan dengan Allah menjadi manusia) kita bisa mengasihi Allah dan manusia. Tuhan Yesus memberkati

36. Maruli Purba dari Sidikalang berkata pada 3 October 2012:

Baiklah, mari kita buktikan melalui ayat2 Alkitab perbedaan Pribadi Allah YHWH dgn Yesus.

1. Yohannes 6:37-38 (37) Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. (38) Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

2. Yoh 17:3,4 (3) Inilah hidup sejati dan kekal; supaya orang mengenal Bapa, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh Bapa ( YHWH ) (4) Aku sudah mengagungkan Bapa di atas bumi ini dengan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa tugaskan kepada-Ku.

Dan masih byk ayat2 lain yg membedakan kedudukan antara Bapa YHWH dgn Putranya Yesus Kristus.. Yohanes 1 : 1 - 3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Namun kl kita cermati,"PADA MULANYA" memaksudkan bahwa Yesus memiliki permulaan, bandingkan Why 3 : 14. sedangkan Allah YHWH tdk memiliki permulaan. Tp apakah salah menganggap Yesus adalah Allah? Tentu tidak, karena Allah adalah gelar atau sebutan.1 Kor 8:5,6

Yesus sendiri mengatakan, ”APA YG AKU AJARKAN BUKANLAH MILIKKU, melainkan MILIK DIA (YHWH) YG TELAH MENGUTUS AKU”, yaitu YHWH. (Yohanes 7:16)

Yoh 8:28 Karena itu Yesus berkata kepada mereka, "Nanti kalau kalian sudah meninggikan Anak Manusia, kalian akan tahu bahwa 'Akulah Dia yang disebut AKU ADA', dan kalian akan tahu bahwa tidak ada satu pun yang Kulakukan dari diri-Ku sendiri. Aku hanya mengatakan apa yang diajarkan Bapa kepada-Ku.

Dan sangat byk ayat2 lain yg dpt menjelaskan perbedaan kedudukan antara sang Bapa YHWH dan Putra Yesus. Sang Bapak lebih besar daripada Putra. (Yohanes 14:28; 1 Korintus 11:3) YHWH sajalah ”Allah Yang Mahakuasa”. (Kejadian 17:1) Karena itu, tidak ada yang menyamai Dia.

Trimakasih atas diskusi ini, smoga dgn kerendahan hati yg saudara miliki dpt menerima kebenaran dlm Alkitab..

37. hendri dari medan berkata pada 5 October 2012:

Bagaimana pendapat saudara saudara tentang FAKTA dan kebenaran Sejarah dari asal usul ALLAH TRITUNGGAL ini? Yg al : 1) Dalam The Encyclopedia Americana kita membaca, ”Kekristenan berasal dari agama Yahudi dan agama Yahudi benar-benar Unitarian [percaya bahwa Allah adalah satu pribadi]. Jalan dari Yerusalem ke Nicea sama sekali tidak mulus. Ajaran Tritunggal abad ke-4 tidak mencerminkan dengan tepat ajaran Kristen masa awal mengenai sifat dasar Allah; sebaliknya, ada penyimpangan dari ajaran ini.”—(1956), Jil. XXVII, hlm. 294L. 2) Menurut Nouveau Dictionnaire Universel, ”Tritunggal menurut Plato, yang semata-mata suatu penyusunan kembali tritunggal-tritunggal kuno yang berasal dari orang-orang zaman dahulu, tampaknya merupakan ciri-ciri tritunggal yang rasional dan bersifat filsafat yang melahirkan ketiga hypostase (zat) atau pribadi ilahi yang diajarkan oleh gereja-gereja Kristen. . . . Konsep filsuf Yunani [Plato, abad keempat SM] ini mengenai tritunggal ilahi . . . dapat ditemukan dalam semua agama [kafir] kuno.”—(Paris, 1865-1870), diedit oleh M. Lachâtre, Jil. 2, hlm. 1467. Misalnya : a) Salah satu meterai, yang ditemukan oleh A. H. Layard dalam reruntuhan sebuah istana Asiria dan yang sekarang disimpan di British Museum, menggambarkan dewa Assyur dengan tiga kepala. Kepercayaan akan dewa tiga serangkai dan juga dewa lima serangkai menonjol dalam ibadat Asiria. Dewa tiga serangkai yang utama terdiri dari Anu, yang menggambarkan surga; Bel, yang menggambarkan wilayah yang dihuni manusia, binatang, dan burung-burung; dan Ea, yang menggambarkan air di darat dan di bawah permukaan tanah. b) Dewa-dewa tiga serangkai juga menonjol dalam agama Babilonia. Salah satunya terdiri dari dua dewa dan satu dewi, yakni Sin (dewa bulan), Syamas (dewa matahari), dan Istar; konon mereka ini adalah para penguasa zodiac c) Dewa-dewi Mesir. Dewa-dewi sembahan orang Mesir membuktikan bahwa pada dasarnya ada warisan Babilonia. Terdapat dewa-dewi tiga serangkai, dan bahkan tiga serangkai rangkap tiga, atau ”enead”. Salah satu tiga serangkai yang populer terdiri dari Osiris, pendampingnya Isis, dan anak mereka Horus. d) Palmyra. Tiga serangkai dari allah bulan, Tuhan dari Langit, allah matahari, kira-kira abad ke-1 M. e) Tiga dewa yang paling menonjol tercakup dalam apa yang orang Hindu sebut sebagai Trimurti, suatu tritunggal, atau dewa tiga serangkai. dll 3) John L. McKenzie, S.J., dalam bukunya Dictionary of the Bible, berkata, ”Tritunggal pribadi-pribadi dalam persatuan alam didefinisikan menurut ’pribadi’ dan ’alam’ yang merupakan istilah-istilah filsafat Yun[ani]; sebenarnya istilah-istilah tersebut tidak ada dalam Alkitab. Definisi-definisi tritunggal muncul sebagai hasil perdebatan yang panjang; dalam perdebatan itu istilah-istilah ini dan istilah-istilah lain seperti ’inti’ dan ’zat’ secara salah diterapkan pada Allah oleh beberapa teolog.”—(New York, 1965), hlm. 899. 4) Dari mana asalnya ajaran Tritunggal yang rumit ini? Christian Century, dalam edisi 20-27 Mei 1998, mengutip pengakuan seorang pastor bahwa Tritunggal adalah ”ajaran gereja, bukan ajaran Yesus” 5) SEBUAH publikasi Protestan berkata, ”Kata Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab . . . Ia baru mendapat tempat secara resmi dalam teologi gereja pada abad ke-4.” (The Illustrated Bible Dictionary) Dan seorang yang berwewenang dalam agama Katolik mengatakan bahwa Tritunggal ”bukanlah . . . secara langsung firman dari Allah”.—New Catholic Encyclopedia. 6) Masih banyak fakta dan kebenaran lain ttg hal ini. Oleh karena TRITUNGGAL bukan berasal dari Firman Allah “Alkitab” bukankah kita semua setuju untuk tidak mau dikatakan seperti Amsal 30:6, yg berbunyi : Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta. Salam Kasih Kristen yang hangat.

38. Reddy dari Jakarta berkata pada 5 October 2012:

Saya setuju jika dikatakan kata "TRITUNGGAL" tidak ada dialkitab, Saya pribadi kurang suka jika Gereja kadang menggunakan istilah TRITUNGGAL karena seakan akan kita mengerti keadaan Allah secara ilmiah, tapi saya juga tidak menyalahkan gereja menggunakan kata "TRITUNGGAL" karena kosakata manusia yang paling mendekati untuk menjelakan Allah secara ilmiah juga TRITUNGGAL. Jika kita lihat secara Alkitab : Allah menciptakan langit dan bumi (Kej 1:1), Allah itu juga yang dengan kuasanya menjadi manusia untuk menebus dosa manusia dalam rupa Yesus Kristus (Yohanes 1 :14) , Allah itu juga yang dengan kuasanya memenuhi setiap umatnya yang percaya padaNya (Roh Kudus)(Yohanes 15:26). Jadi apakah hal tersebut disebut ALLAH TRITUNGGAL atau bukan itu bukan masalah. Saya coba menanggapi mengenai dewa dewi dalam sejarah yunani maupun yang lainnya, Jika kita lihat bukan hanya fakta diatas tetapi juga saudara mungkin sudah mendengar mengenai kisah herkules yang separuh manusia dan separuh allah namun menjadi juru selamat bagi mereka, yang saya lihat manusia dihatinya ada petunjuk tentang Allah (Yer 31 ayat 33 : Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin i mereka 1 dan menuliskannya dalam hati j mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku) namun di karenakan mereka belum mengenal Allah jadi membuat imajinasi yang mirip dengan kebenaran. Tuhan Yesus Memberkati

39. hendri dari medan berkata pada 5 October 2012:

Terimakasih saudara Reddy atas tanggapannya. Namun pertanyaannya, apakah hal ini menjadi masalah atau tidak? Ada Ilustrasi yg bisa kita renungkan tentang Manfaatnya mengetahui kebenaran ini: Bayangkan perasaan Anda seandainya Anda sudah berbulan-bulan berlatih untuk perlombaan lari maraton dan Anda berhasil menjadi orang pertama yang mencapai garis finis; tetapi kemudian, Anda didiskualifikasi karena melanggar salah satu peraturan yang tidak Anda ketahui. Anda tentu merasa bahwa segala upaya Anda sia-sia. Dapatkah hal serupa terjadi pada ibadat kita kepada Allah? Rasul Paulus membandingkan ibadat kita dengan perlombaan atletik. Ia menulis, ”Jika seseorang bertanding dalam pertandingan, ia tidak akan dimahkotai kecuali ia telah bertanding sesuai dengan peraturan.” (2 Timotius 2:5) Kita memperoleh perkenan Allah jika kita beribadat kepada-Nya ”sesuai dengan peraturan”, yaitu dengan cara yang Ia perkenan. Kita tidak bisa memilih cara kita sendiri untuk menyembah Allah, seperti halnya seorang pelari tidak bisa berlari seenaknya dan tetap ingin dinyatakan sebagai pemenang. Kita tidak ingin ibadat kita sia sia karena Matius 15 : 9 mengatakan : Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah/kata kata manusia." Juga dikatakan di 1 Timotius 1 : 6,7 …ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan. Betapa benarnya ayat tersebut, dimana sering kita dengar para pemimpin, guru atau pengajar Agama mengatakan, jika ada hal hal yg sulit dijawab atau tampaknya tidak masuk akal, maka akan dikatakan itulah Misteri Ilahi, tidak perlu dibahas, cukup di imani didalam hati. Untuk menyenangkan Allah, ibadat kita harus bebas dari dusta tentang Dia. Yesus mengatakan, ”Para penyembah yang benar akan menyembah Bapak dengan roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:23) Kita belajar cara beribadat yang benar dari Firman-Nya, Alkitab.—Yohanes 17:17. Menyembah dalam Roh artinya kita mau dibimbing oleh Roh Kudus Allah, dan hasilnya nyata dari buah- buah Roh yg kita praktekkan dalam kehidupan setiap hari. Gal 5 : 22. Namun adakah Agama Kristen Dewasa ini yg benar benar berpedoman teguh kepada Firman Allah alkitab tanpa sedikitpun menambahkan atau mengurangi apa yg tertulis? Alkitab menubuatkan di Mikha 4 : 1, 2 “ Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN (kamus :YAHWEH) akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem." Namun ada dilema berpikir yg umum terjadi dgn byk orang, yaitu disatu sisi begitu mudah bagi orang yg berpendidikan dan berpikir maju untuk menolak hal hal tertentu yg belum diselidiki atau dipelajarinya lebih dahulu, ironisnya disisi lain orang awam begitu mudah menerima sesuatu yg belum dipelajarinya. Tentu kita tdk ingin begitu bukan? Salam kasih Kristen yg hangat.

40. Reddy dari Jakarta berkata pada 8 October 2012:

Bagus sekali jika saudara Henri ingin mencari kebenaran lebih dalam lagi tetapi harus sesuai logika (masuk akal) jangan kebenaran yang dibuat-buat. saya ingat ketika Tuhan Yesus ditanya ahli Taurat mengenai kuasa, coba baca Lukas 20:2-4, dan mereka berkata kepada Yesus: "Katakanlah kepada kami dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu, dan siapa yang memberikan kuasa itu i kepada-Mu!" 20:3 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan suatu pertanyaan kepada kamu. Katakanlah kepada-Ku: 20:4 Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia?". Pada waktu Itu Yesus tidak menjawab bukan karena tidak tahu jawabannya tetapi karena tahu orang yang bertanya bukan mencari jawaban tetapi mencari kesalahanNya, 20:5 Mereka mempertimbangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 20:6 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, seluruh rakyat k akan melempari kita dengan batu, sebab mereka yakin, bahwa Yohanes adalah seorang nabi. l " 20:7 Lalu mereka menjawab, bahwa mereka tidak tahu dari mana baptisan itu. 20:8 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.". Yang saya ingin tekankan pada penjelasan saya sebelum ini adalah jangan terjebak dengan kata-kata tetapi coba pikirkan maksud dari setiap kata-kata karena pembendaharaan kata-kata manusia sangat terbatas namun firman Tuhan tidak terbatas. Bila kita mempelajari Alkitab jangan terjebak pada kata-kata tetapi cari tahu maksud Tuhan dari kata-kata dalam Alkitab. Jadi jika Bapak tanya kesaya kok bisa Allah menjadi manusia, kok Allah ada disurga tapi pada saat yang sama ada dibumi. saya akan menjawab jika Bapak bisa menjelaskan secara logika dan ilmiah mengenai bentuk Allah, Allah tercipta dari mana, dan bagaimana kuasa Allah bisa membentuk Bumi dan isinya ? Tuhan Yesus Memberkati

41. Adhya Kumara (redaksi Pillar) dari Jakarta berkata pada 12 October 2012:

Terima kasih atas semua yang telah memberikan tanggapan di dalam artikel ini. Saya mewakili redaksi Pillar ingin mengingatkan bahwa kolom tanggapan merupakan kolom dimana pembaca bisa memberikan tanggapan mengenai artikel yang ditulis. Tetapi kami sebagai redaksi ingin menghindari terjadinya diskusi di dalam kolom tanggapan.

Alasan kami untuk tidak terjadi diskusi, karena banyak hal di dalam diskusi Teologis harus di dijawab oleh orang yang benar-benar mempelajari teologis seperti Hamba Tuhan. Agar seluruh jawaban tersebut dapat kami pertanggung jawabkan secara keseluruhan.

Kami mohon agar di dalam artikel ini tidak lagi diberikan tanggapan lagi, mengingat bahwa artikel ini merupakan resensi dari sebuah buku. Tentu saja sebagai resensi, tidak akan dibahas secara tuntas mengenai apa arti sebenarnya dari Allah Tritunggal. Bila anda mau mengerti secara tuntas dan jelas, kami harap dapat membaca bukunya dahulu.

Terima kasih

42. Enrimon Elyasaf dari Bandung berkata pada 23 January 2014:

Buku ini dijual dimana? saya mau beli..

43. nasim dari surabaya berkata pada 3 July 2014:

ISA ADALAH ISA MAHKLUK CIPTAAN ALLAH DIA BUKAN TUHAN DIA DIPILIH TUHAN UNTUK MEMBERI PETUNJUK JALAN LURUS BAGI MANUSIA IKUTILA DIA TAATLAH PADA DIA SEMBALAH ALLAH JANGAN SEMBA YG LAINYA.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Nama
Kota
Alamat imel
Pastikan alamat imel anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui imel.
 
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk KKR Regional 2014 yang akan dilaksanakan di berbagai tempat di Indonesia untuk menyambut tahun ajaran baru 2014/2015. Berdoa untuk setiap tim yang akan melayani daerah-daerah terpencil di berbagai tempat.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Sangat memotivasi sekali dengan artikel ini.biar belajar kotbhah sedikit demi sedikit,tks. Tuhan memberkati yg...

Selengkapnya...

Salam Dalam Sang Sabda. Perkenalkan saya seorang mahasiswa di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero- Maumere....

Selengkapnya...

kok tidak bisa di share lagi ke fb dan g+

Selengkapnya...

Hanya karena Tuhan Yesus sendri yang datang ke dlm dunia dan mendirikan gerejaNya di dunia dengan memanggil setiap...

Selengkapnya...

şāyā māų bęŗţāŋyā... āpāķāђ męmāŋg bęŋāŗ, bāђwā ķęşęlāmāţāŋ įţų...

Selengkapnya...

© 2010, 2014 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲