Resensi

Andrew Fuller: Holy Faith, Worthy Gospel, World Mission

Pengarang: John Piper
Penerbit: Crossway, Wheaton-Illinois
Tahun: 2016
Halaman: 57 Halaman

Jika kita ditanya antara Andrew Fuller dan William Carey, nama manakah yang lebih kita kenal? Tentu kita akan mengatakan William Carey! Padahal, pekerjaan misi yang dilakukan Carey dapat berjalan dengan mulus berkat dukungan Fuller. Tanpa Fuller, tidak ada Carey yang pergi ke India. Berkat Fuller, pekerjaan misionaris memperoleh kemajuan besar dan tetap bertahan sampai sekarang. Berkat Fuller, William Carey dapat mengabarkan Injil dan disebut sebagai Bapak Misionaris Modern. Kenapa demikian? Sebab Fuller adalah sekretaris pertama dari Baptist Missionary Society yang mengirim William Carey ke India. Di dalam sejarah, pengiriman Carey dan timnya menandai terbukanya Gerakan Misionaris Modern. Dengan demikian, Fuller dikenal sebagai promotor gerakan pekerjaan misi modern.

Fuller lahir 6 Februari 1754 di Wicken, Cambridgeshire, Inggris. Dia mengalami pertobatan pada tahun 1769 di usianya yang ke-15. Pada usia 21 tahun dia menjadi pendeta di Soham, Inggris. Juga melayani di Gereja Baptis di Kettering selama 32 tahun. Selama pelayanannya di kota-kota ini, dia mengerjakan pelayanannya dengan baik. Memelihara keluarga, menggembalakan gereja, berhadapan dengan pengajaran sesat, dan memimpin Baptist Missionary Society, sering kali dia sampai kewalahan.

Fuller melayani sebagai promotor utama, penggalang dana, dan penulis surat dari lembaga selama lebih dari 21 tahun, ibarat seorang pemegang tali yang menanggung terus beban para misionaris yang memegang tali tersebut. Fuller memiliki kesadaran penuh lebih daripada orang-orang lain. Dia mengatakan bahwa setelah seluruh pekerjaan penggembalaan dia kerjakan, dia kemudian mendengar, “Datanglah kembali ke Skotlandia - datang ke Portsmouth - datang ke Plymouth - datang ke Bristol.” Maksudnya adalah gereja-gereja memanggil dia untuk datang dan menunjukkan/menjelaskan mengenai pelayanan misi. Jadi dia menempuh perjalanan jauh, lalu melanjutkan promosi untuk meningkatkan dukungan kepada misi. Dia menulis dengan rutin, dia menyediakan berita bagi Evangelical Magazine, Missionary Magazine, Quarterly Magazine, Protestant Dissenters’ Magazine, Biblical Magazine, dan Theological Miscellany. Dia mengambil peran kepemimpinan dalam memilih misionaris-misionaris baru. Dia menulis secara rutin kepada para misionaris di ladangnya dan kepada orang-orang di rumah.

Bukan hanya itu, di tengah mengurus pekerjaan misi, dia tahu bahwa pekerjaan penggembalaannya sedang mengalami penderitaan. Dia tidak punya asisten, dia sempat menulis soal kesedihannya bagaimana pekerjaan misi telah memaksa dia mengompromikan pekerjaan gereja, “Aku rindu untuk mengunjungi jemaatku sehingga aku bisa tahu masalah rohani mereka dan berkhotbah untuk kasus mereka.” Istri Fuller mengatakan, “He allowed himself no time for recreation.” Fuller menjawab, “O no: all my recreation is a change of work.” Fuller dapat menikmati kesibukan pelayanannya, dan rekreasinya adalah ketika dia mengerjakan pelayanan yang berbeda. Beberapa bulan sebelum Fuller meninggal, anaknya berkata bahwa ayahnya bekerja di mejanya sampai 12 jam lebih per hari.

Di sini kita melihat bahwa Fuller adalah seorang yang menderita di belakang layar demi pekerjaan misi. Begitu sibuknya, begitu banyak waktu yang dia gunakan, begitu banyak tenaga yang dia keluarkan, dan dia melakukannya dengan tulus untuk Tuhan. Tidak hanya itu, ternyata penderitaan besar pun dia alami, khususnya penderitaan kehilangan keluarga. Dalam pengalaman hidupnya, dia kehilangan 8 anak dan istri pertamanya. Dia menulis, “My family afflictions have almost overwhelmed me, and what is yet before me I know not! For about a month past the affliction of my dear companion has been extremely heavyOh my God, my soul is cast down within me! The afflictions of my family seemed too heavy for me. Oh, Lord, I am oppressed, undertake for me!

Fuller juga terlibat di dalam perkembangan pemikiran Kristen. Dua musuh yang dihadapi Fuller dalam pemikiran tentang penginjilan adalah Hyper-Calvinism dan Sandemanianism. Melalui pertarungannya ini, Fuller mengembangkan esensi misi lebih besar. Justru penginjilan memperoleh pengertian yang lebih tajam. Hyper-Calvinism berpandangan bahwa tidak perlu menawarkan Injil kepada semua orang, sebab orang yang tidak dilahirkan kembali tidak memiliki tugas untuk percaya pada Yesus. Maka dari itu, orang tidak boleh mengatakan pada mereka apa yang harus mereka lakukan, sebab mereka tidak punya kewajiban itu. Bila orang tidak ada anugerah, dia tidak ada kewajiban. Jawaban Fuller adalah, “Saya ragu pada pandangan tersebut.” Pengajaran itu tidak setia pada firman Allah. Sebab pengajaran itu tidak akan membiarkan kita berdiri di sekelompok orang dan mengatakan, “Percayalah pada Yesus Kristus!” Pengajaran itu tidak akan pernah membuat kita mendorong, menasihati, memanggil, dan memerintahkan orang untuk percaya kepada Yesus. Fuller melihat bahwa Hyper-Calvinism memindahkan arti iman dari fokus kepada pribadi dan janji Kristus menjadi keadaan subjektif dari hati manusia sendiri.

Sandemanianism berpandangan bahwa pembenaran iman merupakan persuasi pasif dari pikiran yang percaya pernyataan Injil adalah benar. Jadi pemahaman ini percaya bahwa iman adalah persuasi pasif dari kebenaran di mana pikiran tidak aktif. Fuller mengatakan bahwa pemahaman ini mengabaikan kehendak dan afeksi. Ini menyangkal pikiran aktif dalam menyetujui Injil. Bahkan yang lebih dalam lagi adalah pemahaman ini menyatakan manusia berdosa dibenarkan oleh desakan dari pikiran manusia yang pasif. Pemahaman ini melupakan bahwa Allah memampukan pikiran, hati, dan kehendak manusia untuk menyadari dan memercayai Injil. Alkitab menyatakan bahwa tanpa pertobatan tidak ada pengampunan. Alkitab menyatakan kita perlu percaya Yesus dengan kesadaran penuh, kita perlu datang kepada-Nya. Fuller mengatakan iman adalah sebuah tugas, ini sebuah tindakan dari jiwa. Ini adalah efek yang baik dari regenerasi.

Perjuangan hidup Fuller dalam mengembangkan pekerjaan misi dan menghadapi ajaran-ajaran yang tidak sesuai Alkitab memberikan teladan kepada kita untuk memiliki hati misi. Teladan yang dia berikan melalui lembaga misi dan gerejanya memberikan pesan bahwa Injil layak diperjuangkan dan dikumandangkan di seluruh dunia. Apa yang dilakukan Fuller telah mendorong perkembangan gerakan misi di dalam sejarah dunia.

Nathanael Marvin Santino
Pembina Pemuda Remaja GRII Semarang

Nathanael Marvin Santino

Februari 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di Sumatra Utara yaitu di kota Kisaran, Rantauprapat, Pematangsiantar, dan Tarutung pada 7-10 Mei 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Terima kasih atas artikel yang diterbitkan. Sungguh menjadi berkat, teguran dan kekuatan bagi saya dan banyak orang...

Selengkapnya...

Witness Lee tdk menyatakan firman itu ciptaan. Tdk tau kalau dulu. Tp dalam rilis resminya yg diajarkan ttg Yoh. 1:1,...

Selengkapnya...

Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲