Resensi

BULLS, BEARS AND GOLDEN CALVES: Applying Christian Ethics in Economics

Judul               : Bulls, Bears and Golden Calves

Sub judul         : Applying Christian Ethics in Economics

Penulis             : John E. Stapleford

Penerbit           : InterVarsity Press

Tahun Terbit    : 2002

Tebal               : 224 halaman

Orang Kristen boleh gesek kartu kredit gak yah? Atau apakah alasan sosial (misalnya perlu dana untuk membangun sekolah dan rumah sederhana) dapat dijadikan alasan yang alkitabiah dalam memutuskan untuk memberi izin pembukaan kasino atau penjualan lotere? Bagaimana seharusnya kita sebagai orang Kristen mengambil sikap terhadap para imigran gelap? Sebenarnya sosialisme atau kapitalisme yang lebih dekat dengan Alkitab? Apakah teori ‘invisible hand’ Bapak Ekonomi, Adam Smith, yang mengatakan bahwa semua orang yang mengejar kepentingan pribadi akan juga menguntungkan masyarakat umumnya tanpa kesadaran atau kesengajaan berlawanan dengan prinsip Alkitab?

Tidak banyak buku dengan penulis yang begitu fasih dalam memaparkan hubungan antara dunia kekristenan dan dunia ekonomi dan memberikan prinsip-prinsip penting dalam penerapannya dalam bahasa yang sederhana.  

Orang Kristen awam, yang seringkali adalah pelaku ekonomi, sering tidak mengerti bagaimana mengaplikasikan pengertian tentang kekristenan di dalam pekerjaannya sehari-hari. Lebih parah lagi, jangan-jangan orang Kristenlah yang menjadi batu sandungan bagi orang lain dalam dunia ekonomi! Makanya, marilah kita mengenali limitasi diri sebagai orang berdosa dan belajar dengan rendah hati dalam dunia yang berdosa ini.

                       

Berapa banyak dari kita yang pernah mempertanyakan asumsi dasar dari teori ekonomi yang kita pelajari di sekolah dan tidak tahu jawabannya? Asumsi dasar ekonomi seperti ‘tujuan akhir dari perusahaan adalah untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya’ atau ‘resources yang bisa dipakai untuk memuaskan demand adalah terbatas’ sepertinya kurang tepat, tapi gak gitu ngerti kenapa salah? Saya adalah salah satunya. Saya bersyukur sekali waktu menemukan buku dari John E. Stapleford yang adalah seorang profesor dalam bidang Economic Development di Eastern College.

Salah satu prinsip penting yang saya dapatkan dari buku ini adalah bahwa “since the Fall ... human work now involves an element of struggle and denomination. As a result we should look for and expect sin in economic relationship” (hal. 19). Dengan kata lain, orang Kristen jangan naif dengan berpikir bahwa pekerjaan kita dapat terlepas dari kutukan dosa. Kita tidak perlu kaget kalau perusahaan-perusahaan terkenal menolak untuk menjual vaksin mereka dengan harga terjangkau kepada orang-orang miskin di benua Afrika. Di sini, penulis memberikan suatu panduan dalam menghadapi masalah etika ekonomi, “Wise Christians will seek to structure their lives and their institutions in ways that recognize and minimize the impact of that sin” (hal. 19).

Dalam pembukaan buku ini, penulis menjelaskan dengan begitu sederhana konsep dasar tentang pekerjaan dan ekonomi dari perspektif Alkitab. Penulis membawa pembaca menelusuri bagaimana Adam yang pada permulaan zaman diberikan pekerjaan oleh Tuhan sendiri untuk mengelola bumi dan segenap isinya. Di sini juga ditambahkan konsep bahwa karena seluruh dunia ini dan isinya adalah mutlak milik Tuhan, maka usaha pengelolaan bumi harus dilandasi dengan sikap sebagaimana layaknya seorang manager yang harus bertanggung jawab kepada pemiliknya, bukan seorang pemilik mutlak yang bebas mempertahankan otoritasnya.

Berdasarkan pengertian dasar ini, Stapleford menarik suatu insight yang menggugah sekaligus menjadi renungan bagi kita semua. Mengambil ilustrasi dari kitab Kejadian di mana dikisahkan bahwa Tuhan Allah adalah Tuhan yang bekerja, penulis mengatakan, “Made in his image, men and women find that it is natural and rewarding, in many cases dignifying, to be engaged in productive work. As a consequence, to deny or deprive others of work is an offense against the image of God in them” (hal. 22). Pengertian akan prinsip ini menuntut bahwa kesempatan kerja seseorang tidak boleh dilimitasi dengan diskriminasi (warna kulit, jenis kelamin, status sosial, etnis, dan sebagainya), nepotisme, dan suasana kompetisi yang tidak adil (mungkin akibat dari lobby serikat kerja).

Dalam bukunya, Stapleford juga memaparkan beberapa topik yang sering dijumpai dalam buku-buku Introductory Economics, seperti ketidakmerataan distribusi pendapatan, usaha memaksimalkan efisiensi, membayar pajak, hak milik, penghapusan hutang negara-negara miskin, dan kewajiban pelestarian alam. Dalam pemaparannya, penulis membenturkan realita kehidupan berekonomi dengan prinsip-prinsip Alkitab. Dari sana, timbul kesadaran bahwa kompleksitas kehidupan berekonomi manusia tidak akan pernah beres kalau manusia tidak kembali ke Alkitab. Poin inilah yang disampaikan penulis berkali-kali.

Memang dalam diskusi tentang etika Kristen, tidak akan ada buku yang pernah atau akan membahas semua topik dengan begitu telitinya, tetapi bagi yang serius untuk menggumulkan panggilan bermandat budaya dan menjadi terang di dunia ekonomi, buku ini bisa menjadi suatu permulaan dan stimulus. Kiranya pada waktu wawasan kita dibukakan, kita bisa lebih mengerti lagi panggilan kita untuk bekerja dengan benar di hadapan Allah di dalam hidup ini. Soli Deo Gloria!

Selviana

Pemudi GRII Singapura

Selviana

Februari 2007

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲