Resensi

Don't Waste Your Life

Judul: Don’t Waste Your Life
Penerbit: Crossway Books
Penulis: John Piper
Tebal: 191 halaman
Cetakan: 2003

“… dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20)

Banyak orang menghabiskan hidupnya untuk memperoleh kesenangan bagi dirinya dan sebisa mungkin menghindari dosa, tanpa menyadari panggilan mulia yang khusus dari Tuhan. Buku “Don’t Waste Your Life” tulisan John Piper ini memberi inspirasi kepada pembaca agar bangun dari ketidaksadarannya, supaya di akhir hidupnya tidak menyesal dan berteriak, “I’ve wasted it!”

Pdt. Stephen Tong pernah menceritakan tentang seseorang yang berkata, “Aku ingin memuliakan Tuhan, tetapi aku juga masih mau menikmati paling tidak sedikit dari kehidupan.” Lalu Pdt. Stephen Tong menjawab, “Hanya sedikit? Aku mau menikmati seluruh hidupku.” Di buku ini John Piper membahas hal yang serupa, tentang dilema orang yang mau memuliakan Tuhan sekaligus mau mencari kebahagiaan diri sendiri. Apakah mungkin? Kita bisa benar-benar bahagia hanya ketika kita memuliakan nama Tuhan. Keseluruhan buku ini berfokus kepada memuliakan Tuhan sebagai satu-satunya gairah hidup (single passion) yang menuntut keseluruhan keberadaan hidup kita.

Di akhir buku ini, John Piper, pendeta Bethlehem Baptist Church di Minneapolis, Minnesota, menuliskan seruan doanya bagi dunia yang sudah penuh dengan dosa. Ini merupakan ungkapan hati penulis akan dosa manusia yang kadang-kadang terlihat kecil sehingga natur asli dosa tersebut tidak kelihatan, namun meninggalkan konsekuensi yang fatal. Akan tetapi karena cinta kasih Tuhan, manusia yang telah kehilangan satu-satunya kebahagiaan yang dapat memberikan kepuasan sejati itu, boleh mendapatkannya kembali melalui penebusan Tuhan kita.

Buku ini mengingatkan kita untuk tidak memisahkan kehidupan gereja dan sekolah, pekerjaan, dan sebagainya. Buku ini akan membawa pembaca untuk hidup lebih bersandar kepada Tuhan dan menanggalkan ke-aku-an dalam tujuan hidupnya. Doa penulis yang sangat menyentuh juga menguatkan kemauan untuk melaksanakan tugas Tuhan bagi memegahkan Dia. Semoga setiap kita yang membaca buku ini dapat hidup di atas jalan yang telah diterangi Tuhan bagi kita masing-masing.

Januari 2006

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲