Resensi

Dosa-dosa Spektakular

Judul Asli: Spectacular Sins: And Their Global Purpose in the Glory of Christ
Editor: John Piper
Penerbit: Momentum
Jumlah Halaman: 158

Bagi John Piper, dosa paling spektakuler adalah dosa pembunuhan yang dilakukan kepada Tuhan Yesus Kristus di atas kayu salib. Itulah dosa paling spektakuler, dan puncak dari seluruh kejahatan. Namun di sana pula, di mana kejahatan paling memuncak, di situ juga kemuliaan Allah dan karunia Allah ditunjukkan. Iblis telah tertipu, cara itulah yang dipakai Allah untuk menjadi jalan keselamatan satu-satunya bagi manusia berdosa.

Tujuan dari buku ini bukanlah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang kita rasakan, tetapi untuk menyadarkan tentang kebutuhan-kebutuhan yang sebentar lagi akan kita rasakan dan kemudian menyelamatkan iman pembaca serta memperkukuh keberanian di saat kejahatan menang. Kita tidak perlu khawatir dalam setiap keadaan, baik keadaan baik maupun jahat, semuanya dalam providensia Allah dan sebagai orang Kristen perlu siap menghadapinya.

Bab pertama, Piper menjelaskan bahwa Allah berdaulat atas hal yang mungkin tidak pernah dipikirkan oleh pembaca, yaitu dosa. Sering kali orang Kristen berpikir bahwa kedaulatan Allah hanya terjadi untuk hal-hal yang bukan dosa, misalnya segala kebaikan dan kesembuhan. Namun bab ini menjelaskan bahwa semuanya diatur oleh Allah, bahkan dosa sekalipun. Selain itu, Piper menjelaskan empat alasan yang mendorongnya untuk menulis buku ini. Pertama, ingin agar pembaca mengetahui alasan Tuhan memberi tahu bahwa Dia berdaulat atas dosa. Meskipun Allah sendiri membenci dosa, tidak pernah berdosa, dan selalu melakukan hal yang kudus, tapi Dia mengendalikan tindakan manusia yang berdosa. Kedua, kejahatan yang luar biasa di dalam dunia yang terus merajarela benar-benar sedang terjadi. Ketiga, mempersiapkan hari depan yang akan ada banyak penderitaan dan kesulitan yang dialami oleh pengikut Kristus. Keempat, tujuan ultimat kehidupan dan pelayanan Piper yaitu memuliakan Kristus.

Bab kedua, dijelaskan bahwa ternyata ada bagian-bagian tertentu yang memang manusia tidak ketahui. Allah tidak menjawab semua pertanyaan mengenai dosa dan penderitaan yang ada di dunia, seperti Ulangan 29:29, “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita.” Akan tetapi satu hal yang dapat dipercaya, bahwa segala sesuatu yang ada, adalah untuk memuliakan Kristus, memperlihatkan kebesaran Kristus. Entah seburuk apa pun atau sebaik apa pun itu. Bahkan kekuasaan jahat di tangan Iblis pun, itu di dalam kendali Allah dan untuk mengagungkan Kristus. Tidak hanya itu, kejahatan awal mulanya berasal dari Kristus. Ini sesuai dengan Kolose 1:16, “Di dalam Kristus, telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana atau kekuasan, baik pemerintah maupun penguasa…” Dari situlah mereka berasal. Mereka diciptakan Kristus, dan untuk Kristus. Awalnya yang jahat pun diciptakan dengan baik, tapi kemudian malaikat atau manusia memberontak kepada Allah. Piper dalam bab ini menuliskan bahwa buku ini bukanlah untuk menyediakan informasi bagi kepala kita, melainkan memberikan aplikasi yang dapat dilakukan. Maksudnya buku ini berisi kebenaran yang membuat seseorang menjadi taat kepada kebenaran yang dipaparkan. Bagi Piper, kebenaran dalam Alkitab adalah bahan bakar api jiwa yang berpusat kepada Allah.

Bab ketiga, Piper menjawab pertanyaan “Mengapa Allah mengizinkan Iblis untuk hidup?” Kita tidak diberi tahu dengan jelas asal dosa di dalam jiwa makhluk yang kudus, yaitu malaikat. Dalam Yohanes 8:44, Yesus mengatakan bahwa Iblis adalah pendusta sekaligus pembunuh. Ia adalah pembunuh manusia sejak awal, dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Dia pertama kali membunuh Adam dan Hawa dengan dustanya. Tuhan memberikan hukuman yaitu diadakannya permusuhan antara keturunan ular dan keturunan perempuan. Seperti pertempuran tetapi kalimat selanjutnya adalah keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Dialah Yesus Kristus. Lewat kematian Kristus, Iblis dimusnahkan. Ketika Kristus mati, tuntutan Iblis kepada manusia bahwa manusia harus mati dan binasa bersamanya telah dihapus. Iblis tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Alasan Allah mengizinkan kejatuhan Iblis adalah Allah punya rencana di dalam hikmat-Nya yang sempurna. Allah tidak memberitahukan kita kenapa bisa muncul dosa pada hati Iblis. Yang Allah beri tahu adalah Allah berdaulat atas Iblis dan dengan demikian Iblis tidak bisa bergerak tanpa seizin Allah. Bagian ini juga menjawab pertanyaan “Kenapa Allah tidak memusnahkan Iblis?” Pada saat Iblis berdosa atau manusia berdosa, pada saat itulah Allah berhak memberikan hukuman kekal pada pemberontakan ini. Kenapa Dia tidak lakukan? Demi kepenuhan kemuliaan Kristus. Adanya proses mengalahkan Iblis yang terjadi secara luar biasa. Paulus berkata penyaliban Kristus adalah tempat di mana kita menyaksikan hikmat dan kuasa-Nya yang dinyatakan secara paling mulia.

Bab keempat, Piper menuliskan beberapa tujuan ditulisnya buku ini yaitu menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah pribadi terpenting di dalam alam semesta. Lebih penting dari malaikat, setan, raja, dan lain-lain. Kemudian segala sesuatu yang eksis, termasuk kejahatan semuanya ditetapkan oleh Allah yang kudus secara tidak terbatas, dan yang Mahabijak, untuk membuat Kristus lebih terang. Maksudnya penetapan atau ordained bagi Piper adalah Allah menyebabkan sesuatu secara langsung atau mengizinkan (secara tidak langsung) sesuatu untuk tujuan-tujuan yang bijaksana. Pendapat Stephen Charnock: “Allah tidak berkehendak tentang dosa secara langsung atau secara efektif. Ia tidak berkehendak atas dosa dengan maksud untuk dosa itu sendiri atau menyetujui dosa itu. Ia berkehendak atas dosa dengan tujuan agar kebaikanlah yang akan dimunculkan.” Kemuliaan Kristus adalah tujuan utama yang ada di dalam pikiran Allah ketika Ia mengizinkan dosa Adam, dan juga kejatuhan umat manusia ke dalam dosa. Kita harus mengingat hal ini, segala hal yang terjadi ataupun Allah izinkan, semuanya terjadi dengan alasan tertentu di dalam hikmat yang tak terbatas dan bertujuan. Keselamatan merupakan panggilan kudus, bukan karena perbuatan kita. Allah sudah menentukan siapa saja yang diselamatkan dari sejak kekekalan, ini berarti anugerah sudah diberikan dulu mendahului tindakan dosa. Rencana Allah sudah ada, dan keselamatan bukanlah respons dari tindakan dosa. Allah tidak terkejut dengan tindakan dosa Adam sehingga baru mengambil keputusan untuk menyelamatkan Adam (Ef. 1:4-6).

Bab kelima, dosa spektakuler dalam bab ini adalah dosa manusia lewat pembangunan Menara Babel. Di sini ada dua dosa yang terbongkar. Setelah zaman Nuh manusia hidup dalam satu bahasa dan satu logat. Mereka selalu berkelompok dan menginginkan membuat kota, mendirikan menara sampai puncak langit, mencari nama. Kota dan menara adalah dosa eksternal dari dosa internal. Kota supaya menghindari tersebar ke seluruh bumi. Menara untuk mencari nama. Mereka tidak mau memenuhi bumi. Dua dosa yang terbongkar adalah membuat kota dan mendirikan menara, ini merupakan cinta akan pujian dan cinta keamanan, yang justru melawan perintah Allah untuk jangan sombong dan harus ambil risiko untuk memenuhi bumi.

Bab keenam, cara Allah tak terselami oleh pikiran manusia. Tuhan memakai kejahatan, perbudakan, untuk keselamatan yang besar bagi bangsa Israel. Perkataan yang terkenal dari Yusuf adalah, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.” Allah dapat menggenapi rencana-Nya lewat dosa spektakuler. Allah menyuruh Yusuf mendahului keluarganya sendiri. Dalam tindakan saudara-saudara Yusuf, mereka merencanakan kejahatan. Sedangkan dalam tindakan berdosa yang sama, Allah merencanakan kebaikan. Sama ketika orang Yahudi merencanakan pembunuhan kepada Yesus Kristus, mereka rencanakan untuk kejahatan. Tetapi melalui dosa pembunuhan itu Allah dalam kedaulatan-Nya menyelamatkan umat pilihan Allah. Jika melihat kisah Yusuf, justru penggenapan keselamatan datang dari dosa dan penderitaan. Selanjutnya, yang mengalami penderitaan dan menjadi korban dosa adalah orang yang benar. Yusuf meskipun tidak sempurna, tetapi keteguhan dan kesetiaan dalam setiap hubungan dia begitu baik. Yesus Kristus pun sama, Dia tanpa cacat satu pun.

Bab ketujuh, kerajaan Israel memiliki raja, dikarenakan dosa. Dosa spektakuler pada bab ini adalah menginginkan raja manusia. Namun kerajaan ini bukanlah hal yang baru dalam pemikiran Allah. Ini bukan karena adanya dosa. Allah sudah tahu dan mengizinkan adanya kerajaan meskipun itu muncul dengan motivasi dosa. Ada enam alasan kenapa Allah tidak mendirikan sendiri kerajaan-Nya langsung di dalam dunia, tetapi membiarkan dosa menginginkan raja itu ada terlebih dahulu, dan mengampuni dosa tersebut.

  1. Kita tegar tengkuk, pemberontak, dan tidak tahu bersyukur. Ada hari-hari kita tidak bersyukur, ada hari-hari kita bersyukur. Tapi ada hari-hari kita seharusnya bersyukur, tetapi kita tidak bersyukur yang seharusnya. Jadi Allah biarkan kita salah langkah, untuk mempertobatkan kita.
  2. Allah setia kepada nama-Nya sendiri. Kita belajar dari kisah dosa Israel bahwa cara Allah diatur oleh hikmat tak terbatas bagi kemuliaan nama-Nya.
  3. Anugerah mengalir bagi orang berdosa dan kesetiaan Allah yang tertinggi bagi nama-Nya. Israel yang meminta raja adalah perbuatan dosa, karena dengan demikian mereka tidak mengakui Allah sebagai Raja mereka. Namun Samuel tetap berkata jangan takut. Ini merupakan anugerah bagi orang yang berdosa untuk jangan takut. Jangan takut sebab Allah tidak membuang umat-Nya.
  4. Kerajaan hanya milik Allah. Manusia tidak berhak menyaingi Allah.
  5. Allah-Manusia harus menjadi raja. Yesus adalah Raja atas umat manusia.
  6. Raja itu mati bagi rakyat-Nya. Seorang Raja itu harus mati untuk menyelamatkan rakyat-Nya. Allah tidak bisa mati, manusia bisa mati. Maka Allah yang menjelma menjadi manusia, Dia rela mati bagi rakyat-Nya.

Bab delapan, Allah menaklukkan dosa melalui dosa itu sendiri. Dosa tidak pernah membatalkan rencana Allah. Dosa justru dipakai Allah untuk menggenapi tujuan global-Nya untuk memuliakan Kristus dan menyelamatkan umat-Nya. Tujuan kita mengetahui hal ini adalah agar kita semakin kuat menghadapi kesulitan hidup yang sangat berat. Yudas adalah salah satu rasul Kristus yang begitu jahat. Dia memang dipercaya menjadi bendahara, tetapi dia sering mencuri uang, lebih suka kepada uang daripada kepada Allah. Iblis juga tahu bahwa jika Yesus disalibkan dan bangkit, dia akan kalah. Tapi kenapa justru merasuki Yudas? Sebenarnya Iblis pun tidak suka Yesus disalibkan, dia terus menghalangi lewat Petrus yang menegur Yesus. Iblis tahu bahwa Yesus memiliki tujuan utama yaitu mati di atas kayu salib, tetapi setelah sadar tidak mungkin menghentikan Yesus, dia berbalik arah, dia mendorong Yesus ke salib, tetapi dengan cara yang paling menyakitkan. Yaitu dikhianati Yudas, disiksa, dicambuk, dan lain-lain. Kematian dikarenakan pengkhianatan oleh murid-Nya sendiri.

Di bagian akhir, Piper menutup buku ini dengan doa yang sangat indah. Doa bagi setiap pembaca, mengenai keagungan Kristus, dan rendahnya manusia di hadapan Allah. Memberi semangat kepada setiap pembaca untuk teguh berdiri, menghadapi zaman yang ada, dan memperoleh iman yang kuat dalam Kristus. Piper tidak mau buku ini sebagai buku yang mengisi pengetahuan para pembaca, tetapi menjadi sebuah latihan rohani dan sebuah dorongan dari dirinya bagi para pembaca untuk mengenal Allah dan mampu menghadapi segala kesulitan yang dihadapi oleh pembaca. Selamat Tahun Baru!

Nathanael Marvin Santino
Mahasiswa STTRII

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲