Resensi

Gerakan Reformed Injili: Apa dan Mengapa

Judul: Gerakan Reformed Injili: Apa dan Mengapa
Penerbit: Momentum
Penulis: Pdt. Dr. Stephen Tong
Tebal: xi + 36 halaman
Cetakan: Ke-2 (Maret 2005)

Pada abad ke-21, dunia kekristenan mengalami berbagai tantangan yang berasal dari dalam maupun luar gereja. Tantangan dari dalam gereja berasal dari theologi-theologi yang menyimpang dari kebenaran yang diwahyukan Tuhan melalui Kitab Suci. Sedangkan tantangan dari luar gereja berasal dari filsafat zaman seperti liberalisme, post-modernisme, dan konsolidasi agama di luar kekristenan. Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Pdt. Dr. Stephen Tong merespons panggilan Tuhan dengan memulai sebuah gerakan bernama Gerakan Reformed Injili. Buku ini secara umum membahas tentang dasar, sejarah, tujuan, langkah-langkah, dan keunikan Gerakan Reformed Injili tersebut.

Bagian pertama dari buku ini menceritakan apa yang menjadi motivasi dari Gerakan Reformed Injili. Gerakan ini muncul sebagai tanggapan atas bahaya terhadap kekristenan dalam era post-modernisme setelah Perang Dunia II. Sekularisme, liberalisme, dan komunisme muncul sebagai ancaman bagi kekristenan. Gerakan lain seperti: gerakan Oikumene yang mengabaikan ortodoksi dan memperluas semangat toleransi terhadap segala macam aliran baru; gerakan Karismatik yang menggantikan gerakan Pentakosta tradisional untuk merombak struktur pikiran gereja-gereja denominasional, menghasilkan generasi yang tidak mengerti theologi yang benar. Di lain pihak, kebangunan agama di luar kekristenan juga menjadi tantangan yang besar bagi iman Kristen.  Demi menjawab tantangan-tantangan zaman tersebut maka Pdt. Dr. Stephen Tong memulai Gerakan Reformed Injili. Kemudian, beliau secara singkat memaparkan tentang pengaruh Gerakan Reformed baik kepada kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.

Bagian kedua dari buku ini memberi gambaran umum tentang Gerakan Reformed Injili. Tujuan Gerakan Reformed Injili meliputi dua bagian. Pertama, mengembalikan pengertian theologi berdasarkan wahyu Allah dalam Kitab Suci yang dipelopori oleh para reformator, khususnya sayap Calvinisme dan para penerusnya sampai sekarang. Kedua, mengobarkan semangat penginjilan dan memobilisasi orang Kristen untuk secara langsung memberitakan Injil, yang adalah kabar baik bagi seluruh umat manusia, untuk memperkenalkan kuasa keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Kristus bagi pengampunan dosa dan perdamaian manusia dengan Tuhan Allah sehingga menciptakan hidup baru yang memuliakan Tuhan.

Untuk mencapai dua tujuan tersebut, maka Gerakan Reformed Injili menyusun langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, membangkitkan sebanyak mungkin jemaat yang menyadari dan mengalami pengajaran Reformed Injili. Kedua, menyaring dan memperoleh kaum awam yang menuntut diri untuk mempelajari Theologi Reformed secara sistematis dan konsisten. Ketiga, mendirikan perpustakaan untuk mengisi kebutuhan orang-orang yang ingin lebih banyak belajar kebenaran. Keempat, mendirikan sekolah theologi untuk mempersiapkan hamba Tuhan penuh waktu bagi generasi yang akan datang. Kelima, mendirikan gereja dan pos-pos Injil untuk menjadi wadah bagi para hamba Tuhan untuk mengajarkan theologi Reformed dan menggembalakan jemaat. Keenam, menerjemahkan dan mencetak buku-buku Theologi Reformed.

Gerakan Reformed Injili mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan gereja Reformed Injili. Gerakan Reformed Injili didirikan untuk menjadi dorongan bagi setiap denominasi dan boleh menjadi milik setiap gereja di luar Gereja Reformed Injili, sehingga gereja-gereja dibangunkan dan diarahkan kepada theologi yang benar dan semangat Injili yang benar sesuai dengan Kitab Suci.

Kiranya melalui buku ini kita dapat lebih mengerti tentang gambaran umum Gerakan Reformed Injili, yang mengembalikan theologi ke jalan yang benar berdasarkan Kitab Suci dan mengobarkan api penginjilan dalam diri setiap orang Kristen. Soli Deo Gloria.

Edwin Lesmana Tjiong
Pemuda GRII Singapore

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲