Resensi

Hidup Kristen yang Berbuah

Judul: Hidup Kristen yang Berbuah
Penulis: Pdt. Dr. Stephen Tong
Penerbit: Momentum
Tebal: 92 halaman
Cetakan: Ke-5 (Maret 2001)

Alkitab menyatakan bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Rm. 10:17). Jika benih Firman yang didengar jatuh ke tanah yang subur maka ia akan berakar, bertumbuh, dan berbuah. Namun demikian banyak orang Kristen yang mendengarkan firman Tuhan, hidupnya tidak berbuah. Tidak sedikit orang Kristen yang mengaku dipenuhi Roh Kudus namun hidupnya menunjukkan buah yang sama sekali tidak sesuai dengan prinsip firman Tuhan. Tuhan Yesus berkata, “Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?” Buah yang dihasilkan merupakan tanda dari pohonnya, demikian juga orang Kristen tercermin dari buahnya.

Lalu, mengapa ada orang Kristen yang tidak berbuah? Bagaimanakah agar kita dapat berbuah? Seperti apakah buah yang dihasilkan dalam diri orang Kristen? Bagaimanakah peranan Roh Kudus di dalamnya? Apa dan bagaimanakah yang dimaksud dengan buah Roh? Kemudian, apakah itu buah Injil? Semua pertanyaan penting ini dipaparkan dengan jelas dalam buku ini.

Menghasilkan buah merupakan tanda bahwa suatu pohon itu hidup, bertumbuh, dan sudah matang. Selain itu, buah juga menyatakan jenis dari pohon tersebut. Buah yang kita hasilkan merupakan tanda kehidupan, pertumbuhan, kematangan, dan jenis. Ditambah lagi, buah seorang Kristen menunjukkan sampai di mana derajat hidup orang tersebut. Dalam buku ini, Pdt. Dr. Stephen Tong membagikan pengamatannya bahwa ternyata banyak orang Kristen hanya meniru orang Kristen lainnya yang lebih dewasa. Yang dilakukan oleh orang Kristen yang dewasa adalah sesuatu yang timbul secara alami, seperti air yang tumpah dari gelas yang diisi penuh. Sedangkan orang yang meniru adalah seperti gelas yang belum penuh tetapi bocor, akhirnya semua yang dilakukannya tidaklah dilakukan dengan sungguh hati namun karena paksaan (hal. 17).

Lalu, bagaimana agar kita bisa menghasilkan buah yang sejati, yang sesuai dengan firman Tuhan? Menarik sekali, salah satu prinsip yang diberikan oleh Penulis dalam buku ini adalah bahwa Tuhan membersihkan ranting-ranting yang berbuah supaya berbuah lebih banyak. Kadang Tuhan merusak gambaran yang kita idamkan, mengambil orang yang paling kita cintai, dan memberikan hal-hal yang paling sulit dalam hidup kita. Cara Tuhan sering kali berlawanan dengan logika dan pikiran manusia, tetapi justru cara Tuhan adalah cara yang terbaik (hal. 26).

Di bagian lain dalam buku ini juga diberikan perbandingan yang sangat menarik antara buah kedagingan dan buah Roh (Gal. 5:19-22). Tentang kemarahan, Pdt. Dr. Stephen Tong menunjukkan bahwa tidak semua kemarahan itu buruk. Kemarahan menjadi suatu hal yang buruk kalau ia menguasai pikiran dan kebenaran, tetapi kemarahan yang mempunyai dasar kebenaran adalah kemarahan yang suci dan betul-betul dipakai oleh Tuhan (hal. 58). Penulis menyimpulkan hal ini dengan sangat jelas, “Kemarahan yang berlebihan merusak kemuliaan Tuhan. Kemarahan manusia bisa memuliakan Tuhan jika marah itu sesuai dengan kemarahan Allah.” (hal. 59)

Sering kali, orang yang bukan Kristen justru menunjukkan kebaikan yang lebih dibandingkan orang Kristen. Perasaan seperti itu timbul karena standar kebaikan orang secara mayoritas didasarkan kepada ‘apakah dia baik kepada saya atau tidak’ sehingga kita tidak dapat menilai kebaikan itu dengan baik. Penulis menyatakan, “Yang baik kepada kita, belum tentu orang baik; yang kurang baik kepada kita, belum tentu orang jahat.” (hal. 74) Pepatah Perancis mengatakan bahwa orang baik adalah orang egois yang mempunyai pikiran panjang. Berbeda dengan kebaikan semu, kebaikan sejati adalah buah Roh Kudus: kebaikan yang tidak menghiraukan pamrih ataupun balasan, tetapi mengalir dari motivasi yang suci, yang rela mengorbankan diri sendiri untuk membangun orang lain.

Di akhir buku ini, Penulis menunjukkan bahwa tidak semua hidup itu sama. Kita bisa hidup miskin ataupun berkelimpahan. Perbedaan antara hidup yang papa dengan hidup yang melimpah terletak pada menuntut pelayanan dari orang lain atau menuntut diri sendiri untuk terus-menerus melayani (hal. 82). Orang yang hidupnya berkelimpahan mengerjakan banyak hal: melayani dengan giat, berdoa untuk orang lain, dan mengabarkan Injil dengan setia seolah-olah dia mempunyai kekuatan, waktu, dan segala sesuatu yang tidak ada habis-habisnya. Orang yang mengabarkan Injil berarti ia menyadari nilai jiwa manusia yang kekal dan betapa seriusnya kebinasaan yang menanti setiap orang berdosa yang belum menerima Kristus. Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimanakah hidup Anda?

Buku ini wajib dibaca oleh setiap orang Kristen yang ingin berbuah lebat bagi Tuhan, agar mengerti buah-buah Kristen yang sejati, dan didorong untuk terus berbuah bagi kemuliaan Tuhan. Soli Deo Gloria.

 

Martin Putera

Pemuda GRII Singapura

Martin Putera

Oktober 2009

5 tanggapan.

1. jhon n dari kupang berkata pada 22 February 2012:

hidup org kristen hrs berbuah krn berbuah mnjukan bhwa kt hidup,,,oleh sbab tu,,,dlm firman cari dulu krajaan Allah br smuanya dtmbahkan kpdmu,,,hal ni punya mksud bhwa jk kita mndahulukan Tuhan mk hdp kt jgn hx brtumbuh sj ttpi kt hrs smpe brbuah br smuanya d tmbahkn kpd kita,,,ditmbah firmanya mintalah mk akan d bri

2. fanter michael misan dari petaling jaya,selangor,malaysia berkata pada 7 May 2012:

hidup kta sbgai seorg kristian harus pnya hubungan iman yang kuat dngn tuhan kerna klau mnjadi buah yang baik kpda org lain semuanya harus bermula dari diri kta sndiri iaitu selidiki diri kta dahulu supaya apa yang kta smpaikan nnti mnjadi berkat kpda org lain yng mndengar dan menerimanya sudah pasti mndapat berkatnya kerna apa yang kta smpaikn itu bkn dtng dripada mulut kta tetapi dri kuasa roh kudus yang bekerja di dalam kita bg yg percaya.saudara sekalian yang ku kasihi semoga suatu hari anda sudah siap di pakai oleh tuhan supaya mnjdi pnympai firman tuhan yang hebat seperti yang di kendaki oleh BAPA yang d shorga......

3. maurits dari ambon berkata pada 31 August 2012:

Sebagai orang Kristen, kita harus menunjukan sikap, tingkah laku dan perbuatan yang sesuai dengan pribadi Kristus Tuhan kita. Walaupun terkadang kita masih sering jatuh karena kita masih manusia. namun, itu bukanlah alasan untuk kita tidak berbuah. Awalnya kita adalah orang berdosa, dan oleh Kristus kita bertobat. pertobatan adalah suatu proses berbaliknya seseorang dari perbuatan yang jahat kepada perbuatan yang baik, bukan hanya berhenti dari perbuatan yang jahat dan diam saja. perbuatan baik ini adalah buah yang harusnya ada dari pohon seorang yang mengatakan dirinya Kristen.

4. T.Surbakti dari jakarta berkata pada 6 March 2013:

Terima kasih atas artikel ini saya sangat diberkati....kita sbg pengikut Kristus memang harus berbuah banyak...seperti buah karakter (sikap hati dan prilaku), buah pekerjaan baik, buah kebenaran, buah pertobatan, buah roh dan buah jiwa2....menurut Yoh 15:1-8 kita hrs bs berbuah banyak kalau tidak ditebang dan dibakar dan buah kita harus tetap tidak tergantung kondisi dan situasi Yoh 15:16

5. dewi riana baringbing dari medan berkata pada 29 November 2013:

Saat teduh mari kita renungkan sejenak Galatia 20:2

Kristen harus bener" menjadi firman hidup dan berbuah

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲