Resensi

Pengantar ke dalam Teologi Reformed

Judul: Pengantar ke dalam Teologi Reformed

Pengarang : Yakub B. Susabda

Penerbit : Lembaga Reformed Injili Indonesia

Cetakan : Kedua, Agustus 2001

Tebal : 119 halaman

Apa itu sebenarnya Theologi Reformed? Apa yang menjadi keunikan dari Theologi Reformed? Mengapa kita perlu belajar, mengenal, mengetahui tentang Theologi Reformed?

Saat ini dunia kekristenan telah dilanda oleh banyaknya pengajaran. Gereja A menawarkan pengajaran tentang Tuhan yang mereka percaya, gereja B menawarkan pengajaran tentang Tuhan yang mereka percaya, gereja C pun tak kalah ketinggalan, dan seterusnya. Lalu kita harus memilih yang mana? Percaya yang mana?

Theologi Reformed merupakan “theologi Alkitab yang ditemukan kembali” oleh para reformator. Gerakan Reformasi ini mengajak kita untuk kembali melihat kepada Alkitab. Setiap orang memilih, menganalisa, dan menilai. Setiap orang bebas untuk belajar dan mengerti akan segala yang diwahyukan Allah. Namun seringkali kita lupa bahwa seluruh pilihan, penganalisaan, penilaian, pembelajaran, pengertian, dan lain-lain, harus kembali kepada dasar firman Tuhan. Alkitab – firman Allah – harus diperlakukan sebagai Subjek yang membaca hidup kita dan bukan sebaliknya. Pengertian tentang “Alkitab hanyalah sebagai objek” yang kita baca, menjadikan kita salah mengerti dan salah mengenal Tuhan kita.

Ketika gereja salah menafsirkan kebenaran Alkitab, jemaat dibawa kepada kemelesetan pengenalan kita akan Tuhan yang sesungguhnya.

Theologi Reformed tidak bergantung dan bersumber hanya pada theologi John Calvin, Bapak Gereja Reformed. Umat Reformed mengakui bahwa Chrysostom dan Agustinus telah memberikan dasar-dasar yang sangat penting dalam pengembangan pemikiran Theologi Reformed. Bahkan para reformator lainnya seperti Martin Luther dan Zwingli, mereka juga telah memberikan prinsip-prinsip yang sangat menentukan identitas Theologi Reformed.

Tidak ada satu tokoh pun yang pemikiran theologinya “Mutlak benar tidak ada salahnya”. Umat Reformed tidak mengakui akan kemutlakan seorang theolog. Kalaupun mereka menghormati John Calvin dan theolog-theolog besar lainnya, mereka tidak membiarkan diri mereka terjerat pada “pemikiran theologi seorang theolog saja”.

Gereja-gereja Reformed lebih menggantungkan diri mereka pada pengakuan iman gereja, yang dibuat sebagai hasil pergumulan, pertanggungjawaban gereja dalam menyaksikan identitas imannya. Mereka mengakui bahwa pengakuan iman gereja adalah manifestasi yang lebih jelas tentang Theologi Reformed yang sesungguhnya.

Berbicara tentang Theologi Reformed, mau tidak mau harus berorientasi pada pergumulan-pergumulan sekitar pengakuan iman gereja-gereja Reformed, seperti Belgic Confession, Heidelberg Catechism, The Second Helvetic Confession, The Canons of Dort, The Westminister Confession. Melalui pengakuan-pengakuan iman gereja Reformed inilah, tersirat keunikan identitas iman dan Theologi Reformed.

Di buku ini tertulis, awal mula umat Reformed berpikir bahwa Theologi Reformed adalah theologi yang dikembangkan dari “the five points of Calvinism”, atau TULIP, yaitu kependekan dari :

(1) Total Depravity of Man – kerusakan total manusia; (2) Unconditional Election – pemilihan Allah sama sekali tidak didasarkan pada kondisi atau kebaikan manusia; (3) Limited Atonement – pendamaian dan keselamatan yang terbatas hanya pada orang-orang pilihan; (4) Irresistible Grace – anugerah Allah yang tidak dapat ditolak; (5) Preseverence of Saints – pemeliharaan Allah atas orang-orang saleh-Nya.

Yakub Susabda menuliskan bahwa umat Reformed kemudian semakin menyadari bahwa 5 poin di atas hanyalah “sebagian” dari keseluruhan Theologi Reformed. Apa yang melatarbelakangi penyusunan pengakuan iman berdasarkan 5 poin ini merupakan hal yang lebih penting dari sekedar formulasi pengakuan iman itu sendiri.

Buku ini dibagi menjadi 4 bagian, bagian pertama menjelaskan tentang Theologi Reformed, John Calvin, dan integrasinya dengan pemikiran-pemikiran theologi reformator lainnya. Bagian kedua menjelaskan tentang Theologi Reformed: Formulasi John Calvin berdasarkan “basic premises” yang konsisten dengan Alkitab. Bagian ketiga menjelaskan tentang Theologi Reformed: Theologi Calvinist dan aktualisasinya dalam perubahan-perubahan tantangan gereja sepanjang zaman. Yang terakhir, buku ini juga menjelaskan tentang Theologi Reformed Injili: Manifestasi pengaktualisasian iman Reformed Orthodox dalam integrasinya dengan semangat doktrinalis, kulturalis, dan pietis-revivalis zaman ini. Di bagian penutup, buku ini juga melampirkan beberapa catatan-catatan penting yang berkaitan dan perlu untuk kita ketahui sebagai orang Reformed.

Dengan membaca buku ini, penulis mengajak kita untuk menyelami, mendalami, dan mengerti, bagaimana tantangan zaman saat itu, dan mengapa sampai akhirnya kita perlu dengan sungguh dan beriman bahwa Theologi Reformed adalah satu-satunya theologi yang mendekati kebenaran Alkitab, dan patut untuk kita pelajari hari ini. Melalui Theologi Reformed, kita dibawa kepada pola berpikir yang terus kembali kepada Alkitab. Sola Scriptura.

Ivena Nathania
Pemudi GRII Singapura

Ivena Nathania

Januari 2011

16 tanggapan.

1. Harianto dari Pekanbaru berkata pada 13 March 2013:

Dalam Teologi Reformed saya tidak bisa terima ttg doktrin Predestinasi,

2. Yesaya dari Surabaya berkata pada 16 March 2013:

kita harus kembali kepada alkitab, jangan asal saya tidak bisa terima/ asal saya senang..

3. Harianto dari Pekanbaru berkata pada 18 March 2013:

To : Yesaya

1) Kalo org tua mu ato saudara mu adalah kaum reprobat/kaum yg dilewatkan TUHAN, kamu bisa terima gak?

Mungkin itu hal yg kamu tidak inginkan, coba baca 2 petrus 3:9

4. Yosua dari Sidoarjo berkata pada 23 March 2013:

To: Harianto maaf, anda tidak boleh asal comot ayat dari alkitab. apakah anda sudah membaca dalam efesus 1:5? kalau tidak ada predestinasi bukankah keselamatan itu merupakan andil dari manusia juga? sedangkan alkitab mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah? saya dapat memberi ilustrasi demikian: kita adalah seorang pengemis yang memohon pengampunan dari Tuhan dan Tuhan adalah orang yang memberi kita pengampunan. Bila ada banyak pengemis di pinggir jalan dan Tuhan hanya memberi pada satu orang, apakah pengemis yang lain akan protes? renungkan..

5. Harianto dari Pekanbaru berkata pada 24 March 2013:

To : Yosua

Kalo gitu tolong saudara jelaskan kaitannya predestinasi dengan surat 2 petrus 3:9 Ini berarti disatu sisi Allah hanya menyelamatkan sebagian umat manusia sesuai dengan kedaulatannya yg sudah ditetapkan didalam kekekalan dan ada didalam dekrit Allah yg kekal, tp disisi lain Allah tidak menghendaki satu org pun binasa.

Tp menurut hemat saya, gak mungkin Allah itu plin plan menyatakan sesuatu yg berkontradiksi. Tolong saudara kemukakan apologetik saudara, ato mngkn anda perlu berkonsultasi dulu ama Pdt.Stephen Tong, silakan aja...... saya tunggu jawaban saudara. GBU

6. Kurniawan dari Singapura berkata pada 25 March 2013:

Hi Harianto,

Seperti Sdr. Yosua katakan, ketika kita membaca Alkitab, kita perlu membaca dan membandingkan dengan ayat-ayat lainnya. Alkitab itu cukup pada dirinya sendiri dan menyediakan jawaban pada dirinya sendiri. Dengan kata lain, tidak ada ayat yang berkontradiksi dengan ayat lainnya Memang ketika ingin mengerti mengenai predestinasi, kita perlu merujuk langsung dari ayat-ayat yang mengatakan hal tersebut. Sdr. Harianto bisa membaca dan membandingkan ayat-ayat berikut: Efesus 1:4,5,11; Yoh 17:6,9; Roma 9:1-23

Kita percaya bahwa karya keselamatan Kristus di atas kayu salib tidak terbatas dalam kuasanya (orang paling berdosa sekalipun bisa diselamatkan) tetapi terbatas dalam cakupannya (kita melihat bahwa pada kenyataannya ada orang yang hingga matinya tetap tidak percaya Kristus).

Ketika kita mengerti doktrin pilihan atau predestinasi, sikap kita seharusnyatakjub dan rendah hati melihat kebesaran Allah. Manusia yang seharusnya dihukum pun masih Tuhan kasihi dan selamatkan.

Saya merekomendasikan Sdr. Harianto untuk membaca buku "Lima Pokok Calvinisme" oleh Edwin H. Palmer. Semoga boleh membantu :)

7. rollie dari tomohon berkata pada 28 April 2013:

semua orang kristen akan mengatakan bahwa "kami Alkitabiah" tidak ada seorangpun yang mau mengatakan bahwa mereka "bukan Alkitabiah" jadi persoalannya bukan pada alkitabiah atau tidak tetapi ada pada penafsiran tentang alkitab itu sendiri.

8. yanto dari jakarta berkata pada 26 November 2013:

yang dimaksudkan dari doktrin predestinasi disini adalah dimana ketika menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, akan begitu banyak orang-orang yang percaya menjadi goyah iman nya. sekarang saja sudah banyak orang-orang kristen yang sudah tidak bisa mempertahankan "Salib" yang dititipkan Tuhan kepada kita.Banyak yang menikah dengan yang tidak seiman, banyak juga seorang kristen yang demi meraih kekayaan dengan jalan yang tidak benar...Orang yang dipilih adalah orang yang pada akhirnya tetap mampu memikul "Salib"-Nya melewati semua cobaan di dunia ini. Bukan Tuhan yang menginginkannya, tetapi Dia hanya menggenapkan apa yang akan terjadi di Alkitab. seperti contoh : di dalam Matius 17:22 diceritakan ketika Yesus bersama murid2 Nya di Galilea,Dia berkata : "Anak manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." kalau kita teliti, bukan Tuhan Yesus menginginkan hal itu, tetapi dia hanya mau menggenapkan apa yang telah tertulis di Firman Allah... mungkin kalo kita pikir dari otak manusia, kita akan bilang gak adil kalo selamatin sebagian doank.. tapi akan tiba saat nya ketika orang2 kristen tidak lagi sanggup memikul "Salib", bosan, mengikuti keinginan dunia, iri dengki, nafsu, dan lainnya... berhati-hatilah ketika kita mulai mengikuti keinginan dunia. ketika orang2 bilang merokok itu keren, itu yg dunia bilang. ketika orang2 bilang seks before married itu biasa, itu dunia yang bilang. nanti, orang2 yang tetap setia memikul Salib-Nya, yang takut kepada-Nya, yang merasa diri berdosa dan merasa hanya Yesus yang dapat menyelamatkannya, orang2 inilah yang dimaksudkan dengan orang yang sebagian itu...orang yang akan diselamatkan-Nya...perlu di ingat, bukan Tuhan yang mengurangi jumlah orang yang diselamatkan itu, tetapi manusia-Nya sendiri.

9. ving dari jkt berkata pada 27 November 2013:

yang tidak menyakini predestinasi, pastilah orang yang kurang membaca alkitab, atau membaca tapi tidak mau mengerti pikiran Allah.

lihat Kain dilahirkan setelah Adam berdosa, sebagai anak pertama & sebagai orang yang kejam. Itulah seharusnya semua manusia di dunia. Tapi oleh kemurahan Tuhan, maka lahirlah Habel, sehingga tidak semua manusia akan terlahir seperti Kain (padahal seharusnya demikian). Maka jika ada orang2 yang lahir sebagai keturunan iman, itu karena Tuhan masih ingin menyisakan mahkluk yang bernama manusia, padahal seharusnya tidak ada manusia yang boleh tersisa menurut peraturan dosa=maut.

Jadi bagi orang2 Kristen yang tidak mempercayai predestinasi, mungkin mereka berharap agar semua manusia sama seperti Kain. Tapi bagi orang2 Kristen yang percaya predestinasi, mereka akan bersyukur & berharap mereka juga menjadi orang2 yang diperhitungkan kepada darah keturunan Habel yang sesungguhnya, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Masih menolak predestinasi? berarti anda ingin semua binasa! GBU

10. Mateus dari Medan berkata pada 27 December 2013:

ini merupakan suatu misteri dan paradoks yang Tuhan berikan, tidak bisa memihak di satu aspek secara ekstrem. Jika menekankan pada kedaulatan Tuhan saja maka akan membuat manusia menjadi robotnya Tuhan, kalau memihak pada manusianya membuat Tuhan menjadi pengemis yang menunggu orang-orang akan menerima Dia sebagai Juruslamat. Bukan berarti kedua aspek tersebut salah, hanya saja kita harus menerima keterbatasan kita dan menerima bahwasanya Tuhan juga memberi banyak paradoks dalam Alkitab. Janganlah sampai perdebatan membuat kita menjadi tidak memberitakan Injil. GB

11. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 4 January 2014:

Saya sebagai orang pengikut Kristus tidak mengakui takdir atau predestinasi, akan tetapi kepada manusia Allah memberikan kebebasan untuk memilih (freewill). Jikalau Tuhanmu mentakdirkan seseorang harus binasa, berarti Tuhanmu itu adalah TUHAN yang kejam, mentakdirkan seseorang menjadi orang jahat atau binasa.

Allah yang kita kenal dalam nama TUHAN YESUS adalah Allah Yang Sangat Mengasihi kita, itulah sebabnya Dia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal ke dunia ini untuk menebus dosa kita, yaitu dengan memberikan nyawa-Nya untuk keselamatan kita, dan setiap orang yang membalas kasih-Nya itu pasti akan selamat, asalkan kita tetap taat dan setia sampai akhir hidup kita (senantiasa berjaga-jaga dan berdoa selama kita masih hidup di dunia ini dan melakukan perintah-Nya=mengasihi Allah).

Freewill. Kepada manusia TUHAN berikan kebebasan untuk memilih. Apakah menjadi orang pemberontak kepada Allah, atau menjadi seorang yang TAAT dan SETIA kepada Allah. Kepada manusia itu diberikan pilihan. Dan berdasarkan pilihannya itulah manusia itu mengambil suatu keputusan, dan keputusannya itulah menentukan siapa dia di hadapan Allah. Sebagai contoh : Mengenai persembahan Kain dan Habel. Dimana persembahan Habel diterima Allah karena yang dipersembahkannya itu adalah yang terbaik dari kambing dombanya, sedangkan persembahan Kain tidak yang terbaik dari hasil pertaniannya, sehingga Allah tidak mengindahkan persembahan Kain. Oleh karena Allah tidak mengindahkan persembahan Kain, maka panas hatilah Kain dan membunuh adiknya Habel. Baca kisahnya dalam Kejaian 4:3-16. Dari kisah tersebut dapat kita ambil kesimpulan, seandainya Kain mau mempersembahkan kembali dari hasil pertaniannya yang terbaik, pasti Allah akan mengindahkan persembahan Kain itu, akan tetapi Kain mengambil sikap (memilih) yang salah di hadapan Allah, yaitu: menjadi sangat panas hati, dan mukanya muram, tidak mengambil sikap untuk memperbaiki atau memberikan yang terbaik dari hasil pertaniannya untuk dipersembahkan kepada Allah, maka dengan dorongan hati yang sangat panas itulah dia membunuh adiknya Habel. Keputusan yang diambil oleh Kain itu adalah total salah dihadapan Allah. Itulah sebabnya dia dihukum Allah. Namun demikian Allah tidak membiarkan dia untuk dibunuh orang, akan tetapi dilindungi Allah, dengan maksud Allah, menantikan pertobatan Kain dari dosanya.

Jadi kesimpulannya: Keselamatan itu ditentukan oleh pilihan (keputusan) kita, bukan ditentukan oleh takdir=Predestinasi. Demikian juga dengan kebinasaan itu, adalah merupakan pilihan (keputusan) kita.

12. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 5 January 2014:

Selanjutnya mari kita belajar dari Efesus 1:5-14, disana dicatat sebagai berikut: ad.5. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, ad.6. supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakann-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. ad.7. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, ad.8. yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. ad.9. Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus ad.10. sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. ad.11. Aku katakan di dalam Kristus, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula di tentukan untuk menerima bagian itu sesaui dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya -- ad.12. supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. ad.13. Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran , yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang di janjikan-Nya itu. ad.14. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemulian-Nya.

Penjelasan.

Sebenarnya keselamatan itu telah disediakan Allah bagi semua orang, keturunan Adam dan Hawa, bedasarkan kasih karunia Tuhan, yaitu pengampunan dosa yang telah dilakukan-Nya di atas kayu salib.

Sebelum Tuhan Yesus disalibkan sudah banyak pengajaran dengan panjang lebar yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya dan juga kepada kita untuk menyadarkan kita dari segala dosa dan pelanggaran kita. Dia memanggil kita semua agar bertobat dan kembali kepada Allah, namun banyak diantara kita yang mengeraskan hati tidak mau dengar-dengaran dan tidak mau berbalik kepada Allah dan itu adalah merupakan pilihan (keputusan) yang mereka ambil dan pilihan (keputusan) itulah yang membawa mereka kepada kebinasaan, akan tetapi bagi kita yang mau dengar-dengaran akan firman-Nya dan berbalik datang berserah diri kepada Allah, maka kitapun akan dikasihi-Nya dan dimeteraikan dengan Roh Kudus-Nya, yaitu karekter Allah/jiwa-Nya yang kudus disuntikkan kedalam jiwa/hati kita yang percaya kepada-Nya, itulah yang menjadi jaminan bagi kita untuk memperoleh keselamatan itu. Amen.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

13. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 30 March 2014:

Teologi Reformasi, artinya kita harus kembali kepada pengajaran Tuhan Yesus dan kepada pengajaran para Rasul Tuhan, yaitu pengajaran yang disampaikan oleh murid-murid Tuhan Yesus. Para Rasul tersebut telah dipenuhi oleh Allah dengan Roh Kudus-Nya (baca Kisah Para Rasul 1:8 dan Kisah Para Rasul 2:1-13).

Pengajaran Tuhan Yesus yang dilanjutkan para murid sebagaimana Amanat Agung Yesus Kristus yang dicatat dalam Injil Matius 28:19-20. Dan Amanat Agung ini juga adalah menjadi tugas orang-orang percaya.

Dalam pengajaran para Rasul, mereka tidak mengajarkan, bahwa Allah itu Tritunggal, tapi mereka mengajarkan bahwa Tuhan Yesus itu adalah Mesias, Anak Allah yang di utus oleh Allah Bapa ke dunia ini dan mereka juga mengajarkan bahwa Allah itu Esa.

GBU.

14. Martua Siringoringo dari Jakarta berkata pada 31 March 2014:

Hati-hati dengan pengajaran sesat di akhir zaman ini.

15. Gito dari Tangerang berkata pada 23 August 2014:

şāyā māų bęŗţāŋyā... āpāķāђ męmāŋg bęŋāŗ, bāђwā ķęşęlāmāţāŋ įţų āŋųgęŗāђ??? ķāŗęŋā, yāŋg şāyā ţāų dāŗį ţęologį çālvįŋįş ādālāђ oŗāŋg yāŋg pęŗçāyā ķŗįşţųş dāŋ bęŗbųāţ bāįķ pųŋ māşįђ bęlųm ţęŋţų şęlāmāţ. māķdųd āŋųgęŗāђ įŋį āpā şįђ??

16. Martua Siringo Ringo dari Jakarta berkata pada 29 September 2014:

Benar sekali bahwa Keselamatan Itu adalah Anugrah dari Allah, bukan upaya manusia, karena manusia itu telah berada di bawah kutuk (hukuman) oleh karena dosa umat manusia dan upah dosa adalah maut atau kebinasaan jasmani dan rohani. Keselamatan umat manusia itu adalah upaya Allah dengan mengorbankan Anak-Nya Yang Tunggal, yaitu Yesus Kristus. Pertama-tama Tuhan Yesus memberikan teladan hidup kepada murid-murid-Nya (umat manusia), yaitu cara hidup yang berkenaan dihadapan Allah dan setelah Dia selesai melakukannya lalu Dia merampungkan tugas-Nya untuk mengampini dosa umat manusia dengan berkata diatas KAYU SALIB : "Ampunilah Dosa Mereka, Karena Mereka tidak tau Apa Yang Mereka Perbuat". Sejak itulah Dosa Umat Manusia Diampuni Oleh Allah, yaitu melalui pengorbanan TUHAN YESUS DI ATAS KAYU SALIB. Tanpa Tuhan Yesus melakukan tugas-Nya itu, di dunia ini sampaikapanpun dosa umat manusia belum diampuni oleh Allah. akan tetapi : "Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya Yang Tungggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya Oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan dihukum; barang siapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barang siapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatan yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah." ( Yohanes 3 : 16-21).

Penjelasan.

Di KAYU SALIB TUHAN YESUS TELAH MEMINTA KEPADA BAPA, SUPAYA BAPA MEGAMPUNI DOSA UMAT MANUSIA. Dari sejak itulah pintu sorga telah terbuka bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus, orang yang percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang melakukan perintah-Nya dengan taat dan setia sampai akhir hidupnya.

BAPA DI SORGA menghendaki supaya setiap orang percaya kepada TUHAN YESUS, bahwa Dia adalah yang diutus Allah dari sorga sebagai terang dunia yang sesungguhnya menerangi dunia ini. Tugas mulia itu tidak diberikan Allah kepada malaikat, akan tetapi tugas itu di berikan-Nya kepada Anak-Nya Yang Tunggal, yaitu Yesus Kristus (Yesus Kristus adalah Anak Allah, dan sebagai Manusia yang Taat dan Setia kepada Bapa-Nya sampai menghembuskan nafas-Nya yang terakhir di kayu salib walaupun dalam tekanan dan siksaan). Jadi oleh karena Yesus Kristus adalah Anak Tunggal Allah yang diutus dari sorga untuk mengampuni dosa dunia ini, maka upaya penyelamatan umat manusia itu adalah Anugerah atau pemberian Allah kepada umat manusia yang mau taat dan setia untuk melakukan perintah Allah. Pengampunan dosa itu di berikan atau dianugerahkan kepada orang-orang yang mau melakukan Perintah Allah sampai akhir hidupnya.

Amen!!! Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

YESUS KRISTUS adalah ALPA DAN OMEGA, yang Awal dan yang Akhir. Penghuni sorga : TUHAN YESUSLAH YANG TERAKHIR DATANG KE DUNIA "untuk" menyampaikan kabar baik kepada umat manusia, bukan kepada malaikat. NOTICE: Malaikat-malaikat di sorga ada yang memberontak kepada Allah (menentang rencana Allah) sehingga missi penyelamatan itu diberikan oleh Allah kepada Anak-Nya Yang Tunggal, yaitu Tuhan Yesus Kristus (jikalau Bapa-Nya ALLAH, Anak-Nya juga ALLAH).

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Nama
Kota
Alamat imel
Pastikan alamat imel anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui imel.
 
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk KIN bagi Guru Sekolah Minggu dan Guru Pendidikan Agama Kristen yang akan diadakan pada tanggal 11-16 November 2014. Berdoa untuk setiap orang yang telah mendaftarkan diri dan diterima untuk mengikuti acara ini, kiranya Tuhan mempersiapkan mereka untuk dapat menerima setiap firman yang diberitakan sehingga mereka dibangkitkan untuk dapat memberitakan Injil dan membangun karakter setiap anak didik mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
bagaimana, mengasihi seorang pembunuh ? Pembunuh ini, membunuh dengan kejinya dan pastinya telah menghilangkan nyawa...

Selengkapnya...

Tks Ev. Jimmy buar artikelnya, sangat membantu bagi saya dalam penulisan skripsi. GBU

Selengkapnya...

melihat kehidupan Jonathan Edwards sepertinya tidak ada disiplin rohani dalam diri kita, yang bisa kita banggakan,...

Selengkapnya...

Thanks. Ini utk aku, bila aku org percaya sedang sekarat.

Selengkapnya...

Apakah ini kita yang akan hadapi maut tersebut atau orang lain (misal salah satu keluarga sudah mau sekarat). Kalau...

Selengkapnya...

© 2010, 2014 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲