Resensi

Tactics (5): Rancangan Permainan untuk Mendiskusikan Keyakinan Nilai-Nilai Kristen Anda

Tactics (5)

Pengarang : Gregory Koukl

Penerbit : Zondervan

Penerjemah : Literatur SAAT

Tahun : 2019

Halaman : 248

Bab 5: Langkah Ketiga: Menuntun Orang dengan Columbo

Bab-bab sebelumnya menjelaskan bagaimana kita memperoleh dua jenis informasi melalui taktik Columbo: Pandangan orang dan alasannya. Teknik ini bersifat pasif dan menguntungkan sebab kita tidak mempertaruhkan apa pun. Langkah ketiga yang dibahas oleh Koukl pada bab ini merupakan langkah yang lebih ofensif dengan penampilan yang tidak ofensif. Apakah itu? Pertanyaan Pemandu. Kita dapat membawa pembicaraan ke arah yang kita inginkan. Sebuah pertanyaan tidak langsung yang bisa menjelaskan atau mentransfer gagasan kita. Pertanyaan pemandu dapat dipakai untuk memberi tahu, memersuasi, mengendalikan percakapan, dan menunjukkan kesalahan. Ini adalah langkah persuasi yang sangat bagus tanpa perlu memaksa agar orang percaya dan tahu pandangan kita.

Koukl menjelaskan metode yang sangat ampuh, yaitu penyusunan pertanyaan. Koukl menyebutnya sebagai “pertanyaan itu”. Apakah itu? Menyusun pertanyaan yang hendak diberikan kepada lawan bicara yang membawa kepada penjelasan penting tentang apa yang orang Kristen imani.

Contoh kasus:

Seseorang: “Apakah Anda berkata bahwa orang yang tidak percaya pada apa yang Anda yakini akan pergi ke neraka?” (Jika dijawab langsung, dapat menjebak karena orang akan dapat persepsi yang aneh tentang kekristenan, yaitu Allah dan umat yang kejam.)

Duta Kristus: “Izinkan saya tanya lebih dahulu, menurut Anda apakah orang yang melakukan kejahatan moral harus dihukum?”

Seseorang: “Karena saya seorang jaksa, saya kira ya.”

Duta Kristus: “Bagus, saya juga. Pertanyaan kedua: Pernahkah Anda melakukan kejahatan moral?”

Seseorang: “Ya, saya kira pernah.”

Duta Kristus: “Saya juga. Kita berdua percaya orang berbuat jahat harus dihukum, dan ini berarti kita berdua sedang dalam masalah. Maka di sinilah kita perlu Yesus. Tuhan menawarkan penyelesaian yaitu pengampunan yang cuma-cuma melalui cara-Nya. Yesus adalah Tuhan yang mengampuni dan membayar hukuman mati menggantikan kita. Ia mengambil hukuman karena kejahatan kita. Sekarang kita punya pilihan, menerima pengampunan itu atau membayar sendiri kejahatan kita.”

Koukl menambahkan beberapa keuntungan dari menyusun pertanyaan-pertanyaan yang baik:

  1. Pertanyaan yang paling berpengaruh dan persuasif adalah pertanyaan yang menolong mereka mengingat apa yang mereka telah ketahui, lalu kita menyimpulkan pemahaman dari jawaban-jawaban mereka.
  2. Menolong kita keluar dari situasi yang sulit ketika keyakinan kita dilabel tidak toleran, fanatik, berpikiran sempit, dan menghakimi. Caranya dengan bertanya lebih dahulu apakah jika menjawab pertanyaan mereka, kita dijamin tidak akan dipandang sebagai orang yang tidak toleran dan menghakimi. Sebab pada dasarnya semua orang itu memiliki keyakinan yang dianggap benar oleh dirinya dan beberapa hal memang sifatnya menghakimi. Koukl menyebutnya sebagai trik toleransi pasif-agresif.
  3. Menantang orang lain dengan diam-diam menyingkap kelemahan/kesalahan dan mengorek kesulitan/masalah yang kita temukan dalam pandangan lawan bicara. Ini lebih sulit, karena berarti kita harus mengetahui kelemahan pandangan orang lain dahulu sebelum bertanya.

Bab ini menjelaskan betapa bermanfaatnya pertanyaan yang penuh tujuan. Pertanyaan dapat diarahkan untuk mengklarifikasi, memberi informasi baru, mencapai tujuan pembicaraan, dan sebagainya. Mari kita lihat salah satu contoh pertanyaan yang tulus dan cerdik:

Dapatkah Anda menjelaskannya untuk saya? Jika homoseksualitas itu benar-benar alami, mengapa alam memberi pria homoseksual tubuh yang dirancang untuk seks reproduktif dengan wanita, lalu memberi hasrat untuk berhubungan seks dengan pria? Mengapa alam memberi mereka hasrat seksual bagi sesama jenis, namun tubuh untuk berhubungan dengan lawan jenis?

Bab 6: Menyempurnakan Columbo

Taktik Columbo adalah inti dari semua taktik lain. Akan tetapi dalam pelaksanaannya tentu tidak selancar dan semudah yang kita pelajari. Banyak tantangan dan kesulitan yang dapat muncul. Memang pada dasarnya semua hal perlu latihan dan umpan balik dari orang lain untuk makin ahli. Dalam bab ini, Koukl ingin mengajak orang-orang Kristen untuk menyempurnakan taktik Columbo ini ketika kesulitan-kesulitan muncul di lapangan.

Koukl menjelaskan melalui 1 Petrus 3:15, “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.” Tiga hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri berespons dalam pembicaraan:

  1. Mengantisipasi apa yang akan terjadi, baik hambatan maupun pertanyaan Columbonya.
  2. Merenungkan apa yang telah terjadi. Evaluasi pembicaraan yang telah terjadi supaya bisa memperbaikinya di masa mendatang.
  3. Melatih respons tertentu pada momen-momen reflektif sehingga siap pada kesempatan berikutnya.

Selalu usahakan mengantisipasi pembelaan/argumen balasan yang mungkin dimunculkan pihak lawan. Perlakukan pembelaan itu dengan serius, nyatakan dengan adil dan jelas—bahkan meyakinkan. Pada giliran berikutnya, nyatakan kesalahannya. Taktik ini meredam keberatan sebelum keberatan itu muncul. Seolah-olah Anda berkata, “Saya tahu apa yang Anda pikirkan. Sayangnya itu tidak mungkin. Inilah alasannya.”[1]

Selain itu, Koukl memberikan solusi untuk situasi sulit, di mana kitalah orang Kristen yang diberikan pertanyaan Columbo oleh lawan bicara kita dan dimaksudkan untuk menjebak, memanipulasi, dan melecehkan. Bagaimana respons kita? Untuk pertanyaan soal klarifikasi dan penjelasan apa yang kita yakini ini tidak ada masalah, kita bisa langsung menjelaskan. Akan tetapi, yang paling berbahaya adalah “pertanyaan memandu”. Kunci perlindungan kita adalah mengingat bahwa kita punya kendali penuh terhadap sisi kita sendiri dalam percakapan. Kita tidak punya keharusan untuk bekerja sama dengan siapa pun yang ingin menjebak dengan pertanyaan memandu. Langsung saja tolak menjawabnya, namun perlakukanlah dengan sopan. Tolak lalu minta mereka menjelaskan poin mereka. Koukl menambahkan bahwa teknik Columbo ini bisa digunakan dalam berbagai situasi, akan tetapi perlu kebijaksanaan dalam menggunakannya, tergantung apakah kita berada dalam pertemuan informal atau pertemuan formal. Jika informal, kita dapat menyatakan kesalahan orang jika diperlukan. Jika formal, perlu memperhatikan sopan santun dan pikiran para pendengar lainnya.

Vik. Nathanael Marvin Santino

Hamba Tuhan GRII Semarang

Sumber:

  • Tactics: Rancangan Permainan untuk Mendiskusikan Keyakinan dan Nilai-Nilai Kristen Anda, Gregory Koukl, Malang: Literatur SAAT, 2019.
  • https://www.str.org/greg-koukl.

Endnotes:

[1] Hal. 106

Nathanael Marvin Santino

November 2020

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk acara Global Convention on Christian Faith and World Evangelization dan Seminar Reformasi 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲