Sersan & TKB

Ecce Homo by Antonio Ciseri
Seorang gadis muda bernama Frances Ridley Havergal meninggalkan rumahnya di Inggris untuk melanjutkan studinya di kota Düsseldorf, Jerman. Pada suatu kesempatan, di dalam ruang belajar pendetanya, ia melihat ada moto yang tertulis di bawah suatu lukisan berjudul “Ecce Homo”. Lukisan tersebut sedang menggambarkan Kristus yang sedang dihakimi, disiksa tanpa belas kasihan, dan mengenakan mahkota duri dan jubah ungu sebagai tanda ejekan. Ia berdiri di antara massa yang menuntut hukuman mati bagi-Nya dan Pilatus, yang berkata, “Ecce Homo (Lihatlah manusia itu).” Gambaran yang mengharukan itu membuat Havergal merenungkan dengan dalam tentang kejadian dalam Alkitab tersebut. Sebelum ia meninggalkan ruangan itu, ia menyalin tulisan di bawah lukisan tersebut: “I did this for you. What have you done for me?” (Ini Kulakukan bagimu, apa yang kau lakukan bagi-Ku?)
Kemudian sesudah kembali ke Inggris, ia melihat kalimat tersebut di dalam buku tulisnya, mengingatkan dia akan respons emosionalnya akan lukisan tersebut dan dengan segera ia menulis suatu puisi dengan 5 bait, yang setiap baitnya diakhiri dengan suatu tantangan: Apa yang sudah kau berikan… tinggalkan… tanggungkan… bawa kepada… Sang Kristus?
Setelah selesai menuliskan, ia termenung sejenak dan merasa hasil karyanya kurang baik lalu melemparkannya ke dalam perapian, ke dalam api yang membara. Namun kertas tersebut tidak terbakar! Ia mengambil lagi dan kemudian memperlihatkannya kepada ayahnya, yang menyarankan untuk disimpan. Beberapa tahun kemudian, ia menulis suatu lagu himne yang menjadi salah satu himnenya yang paling terkenal “Take My Life”.
Apakah engkau sudah menghidupi hidupmu bagi Tuhan seperti Ia sudah melakukannya bagimu?
Sumber: http://www.christians.com/inspirational/ecce_homo
April 2011
Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.
Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang telah diadakan di 5 kota di Kalimantan Timur. Kiranya melalui rangkaian kebaktian ini, bangsa Indonesia dapat kembali mengenal firman, kesaksian, dan pertobatan yang sejati. Berdoa juga untuk rangkaian Kebaktian Pembaruan Iman Nasional yang akan diadakan pada akhir Mei 2012 sampai dengan pertengahan Juni 2012 di Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan NTT.