Sersan & TKB

Ecce Homo


Ecce Homo by Antonio Ciseri

Seorang gadis muda bernama Frances Ridley Havergal meninggalkan rumahnya di Inggris untuk melanjutkan studinya di kota Düsseldorf, Jerman. Pada suatu kesempatan, di dalam ruang belajar pendetanya, ia melihat ada moto yang tertulis di bawah suatu lukisan berjudul “Ecce Homo”. Lukisan tersebut sedang menggambarkan Kristus yang sedang dihakimi, disiksa tanpa belas kasihan, dan mengenakan mahkota duri dan jubah ungu sebagai tanda ejekan. Ia berdiri di antara massa yang menuntut hukuman mati bagi-Nya dan Pilatus, yang berkata, “Ecce Homo (Lihatlah manusia itu).” Gambaran yang mengharukan itu membuat Havergal merenungkan dengan dalam tentang kejadian dalam Alkitab tersebut. Sebelum ia meninggalkan ruangan itu, ia menyalin tulisan di bawah lukisan tersebut: “I did this for you. What have you done for me?” (Ini Kulakukan bagimu, apa yang kau lakukan bagi-Ku?)
Kemudian sesudah kembali ke Inggris, ia melihat kalimat tersebut di dalam buku tulisnya, mengingatkan dia akan respons emosionalnya akan lukisan tersebut dan dengan segera ia menulis suatu puisi dengan 5 bait, yang setiap baitnya diakhiri dengan suatu tantangan: Apa yang sudah kau berikan… tinggalkan… tanggungkan… bawa kepada… Sang Kristus?
Setelah selesai menuliskan, ia termenung sejenak dan merasa hasil karyanya kurang baik lalu  melemparkannya ke dalam perapian, ke dalam api yang membara. Namun kertas tersebut tidak terbakar! Ia mengambil lagi dan kemudian memperlihatkannya kepada ayahnya, yang menyarankan untuk disimpan. Beberapa tahun kemudian, ia menulis suatu lagu himne yang menjadi salah satu himnenya yang paling terkenal “Take My Life”.
Apakah engkau sudah menghidupi hidupmu bagi Tuhan seperti Ia sudah melakukannya bagimu?

Sumber: http://www.christians.com/inspirational/ecce_homo

2 tanggapan.

1. Leny dari Jakarta berkata pada 18 September 2012:

Benarkah Yesus mengatakan ini ? "Ini Kulakukan bagimu, apa yang kau lakukan bagi-Ku?" Jika benar dia mengatakan hal itu, berarti Yesus adalah seorang manusia yang berpamrih :)

2. Carlos dari Pontianak berkata pada 26 September 2012:

Halo Leny,

Menurutku, jikalau andaikata Tuhan Yesus ada berkata demikianpun, tidakkah Ia pantas atas hidup kita yang sudah Ia tebus keluar dari kegelapan, maut, penghukuman yang kekal? Dan itu Yesus lakukan lewat pengorbanan, penderitaan dan siksa yang amat sangat...untuk kita orang berdosa yang tidak layak ini =)

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Bersyukur untuk Konvensi Internasional 500 Tahun Reformasi yang telah diadakan pada tanggal 14-20 November 2017 di Jakarta.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Sangat memberkati. Kondisi zaman ini membuktikan kemajuan pengetahuan theologia meningkat, keterampilan dalam...

Selengkapnya...

Praise God! I am always refreshed and strengthen by the devotions or article in the PILLAR bulletin. Thank you and...

Selengkapnya...

Pak Wong Ma'ruf.. saya tidak sedang menyampaikan bahwa anda telah membandingkan alquran dan alkitab. Saya hanya...

Selengkapnya...

Segara Kamu salah besar kalau saya membandingkan al Quran dengan alkitab.Saya tida pernah menyajikan ayat2 al...

Selengkapnya...

Seru ya membaca tanggapan, perdebatan ttg pengetahuan alkitab antara Pak Wong Ma ruf dan bpk Siringoringo ini....

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲