Sersan & TKB

Liberal Arts vs Vocational Arts

Istilah Liberal Arts merujuk kepada satu kurikulum pendidikan yang berasaskan pendidikan klasik. "Sastra liberal" didefinisikan oleh Encyclopaedia Britannica sebagai "kurikulum universitas yang bertujuan memupuk pengetahuan umum dan meningkatkan kemampuan intelektual, berbeda dari kurikulum yang bersifat profesional, vokasional, atau teknikal."

Abad Pertengahan yang banyak mengadopsi konsep Plato dan Aristoteles memiliki dua jenis pendidikan:  pendidikan orang bebas (liberal arts) dan pendidikan budak (vocational training). Budak di sini punya pengertian yang dalam: bukan dalam arti dia diperbudak oleh seseorang, tapi artinya dia diperbudak oleh lower concerns selain truth (termasuk uang dan lain-lain).

Pada mulanya universitas didirikan bertujuan untuk pendidikan yang membebaskan (liberal arts). Dalam universitas Abad Pertengahan, sastra liberal terbagi menjadi tujuh golongan, yaitu: Tatabahasa, Retorika, Logika, Geometri, Aritmetika, Musik, dan Astronomi.

Sedangkan Vocational arts lebih mengacu kepada latihan keterampilan dasar kepada spesialisasi suatu bidang tertentu.

Mei 2011

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi keamanan dan politik di Indonesia, kiranya Tuhan berbelaskasihan kepada bangsa kita ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Very bless,,,thank

Selengkapnya...

Mari kita saling mendoakan untuk perjuangan iman kita... Saya yakin doa kita masih berkuasa untuk mengubah setiap...

Selengkapnya...

3.Huldreich Zwingli a) He turns, in September 1522, to a lyrical defense of the perpetual virginity of the mother...

Selengkapnya...

2. John Calvin a) Helvidius displayed excessive ignorance in concluding that Mary must have had many sons, because...

Selengkapnya...

Apa kata para Refomator tentang Keperawanan kekal Maria : 1. Marthin Luther : a) Christ, our Savior, was the...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲