Sersan & TKB

Sersan Oktober 2007

Halo sobat Pillar! Ketemu lagi di kolom SerSan, Serius tapi Santai. Masih seputar musik, kali ini SerSan mau menguji seberapa jauh pengetahuan kamu tentang lagu-lagu

Lagu hymn yang telah melampaui ratusan tahun masih terus menjadi berkat kepada jutaan umat dalam berbagai negara dan zaman. Para penulis lagu hymn kadang menulis dengan cucuran air mata atau dalam kesulitan besar ataupun juga karena sukacita yang meluap-luap. Tentu kita akan lebih menghargai suatu lagu hymn kalau kita mengerti latar belakang inspirasi penulisannya.

Nah, bisakah kamu menjodohkan lagu hymn berikut ini dengan penulisnya dan hal yang menjadi inspirasi ditulisnya lagu hymn tersebut?

P1. Henry Lyte

P2. Anna B. Warner

P3. Maltbie D. Babcock

P4. Julia W. Howe

P5. Charlotte Elliott

L1. Just as I Am, Without One Plea

L2. Abide with Me

L3. Battle Hymn of Republic

L4. Jesus Loves Me

L5. This is My Father’s World

K1. Ia terinspirasi menulis lagu ini ketika berjalan-jalan di hutan mengagumi ciptaan Tuhan.

K2. Ia terinspirasi ketika mengunjungi kamp tentara dalam masa perang sipil Amerika.

K3. Ditulis ketika ia hampir meninggal dunia karena tuberkolosis dan ia tidak pernah mempunyai kesempatan mendengarkan lagu tersebut.

K4. Ia menulis lagu ini setelah bertemu dengan seseorang yang dulu pernah diinjili, yang kemudian bertanya kepadanya bagaimana ia bisa datang kepada Kristus.

K5. Ia diminta oleh kakaknya menulis lagu untuk seorang guru Sekolah Minggu yang akan dinyanyikan untuk seorang anak yang hampir meninggal.

Contoh menjawab: Edward; GRII-Pusat; P1-L2-K3, P2-L3-K4, dan seterusnya.

Segera kirimkan jawaban kamu melalui SMS ke +081511402588 (untuk Indonesia) dan +6582229877 (untuk luar Indonesia) sebelum

27 Oktober 2007. Untuk sementara, SerSan hanya dapat diikuti oleh Jemaat GRII/MRII/PRII di Indonesia, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan.

Jawaban SerSan September 2007: P1J4F2 - P2J5F3 - P3J2F1 - P4J3F5 - P5J1F4.

Oktober 2007

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲