Sersan & TKB

TKB Januari 2009

Katekismus Heidelberg

Tahun 1559, Frederick III memimpin Palatinate, sebuah daerah di Jerman. Dia berharap iman Reformed dapat diperkembangkan di sana, maka pada tahun 1562 ditunjuklah Zacharias Ursinus dan Kaspar Olevianus dari Universitas Heidelberg untuk merangkumkan katekismus Reformed. Setelah dirangkum selama satu tahun, katekismus tersebut disahkan oleh Sinode Heidelberg dan diterbitkan.

Katekismus Heidelberg menjadi salah satu katekismus terkenal di kalangan orang Reformed dan katekismus ini dikatakan merupakan gabungan dari “intimacy of Luther, the charity of Melanchton, and the fire of Calvin”. Katekismus Heidelberg disusun dalam bentuk 129 pertanyaan dan jawaban, dan dibagi dalam 52 bagian, sehingga dapat diajarkan setiap minggu selama 1 tahun. Keseluruhan katekismus ini dapat dirangkum dalam 3 bagian: kesengsaraan dan keberdosaan manusia; keselamatan manusia; dan ucapan syukur.

 

Sumber:

Lane, Tony. A Concise History of Christian Thought, Grand Rapids: Baker Academic, 2006.

Januari 2009

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲