Sersan & TKB

TKB Juli 2010

Wahyu Allah

Wahyu yang dimaksud di sini bukanlah Kitab Wahyu dari Perjanjian Baru yang ditulis oleh Rasul Yohanes. Wahyu yang dimaksud adalah Allah secara aktif mengomunikasikan kepada manusia kebenaran mengenai diri-Nya di dalam relasi dengan ciptaan, dan juga menyatakan pengertian akan kehendak-Nya kepada manusia (ST, hlm. 117).

Dengan adanya ide mengenai wahyu, maka kita mengetahui:

  1. Allah yang berpribadi secara aktif mengomunikasikan pengetahuan.

  2. Kebenaran, fakta, dan peristiwa tidak mungkin bisa diketahui tanpa penyataan Allah.

  3. Ada makhluk yang berasional yang kepadanya pewahyuan ini dinyatakan dan mereka sanggup menanggapinya.

Kata yang biasa dipakai didalam Alkitab mengenai wahyu adalah dinyatakan (Rm. 16:26), diberitahukan (Luk. 2:15), memperlihatkan (1Kor. 4:5), berbicara (Ibr. 1:1). Secara sederhana, wahyu dapat diartikan membuka penutup yang menghalangi penglihatan.

Sumber: Louis Berkhof, Systematic Theology: New Combined Edition (Grand Rapids, William B. Eerdmans Publishing Company)

Juli 2010

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲