Sersan & TKB

TKB Juni 2006

Sebuah kisah singkat asal usul credit card

Tahun 1949, Frank X. McNamara, kepala perusahaaan kredit Hamilton, keluar makan bersama teman lamanya, Alfred Bloomingdale dan jaksanya, Ralph Sneider. Tiga orang pria tersebut makan di Major’s Cabin Grill, sebuah restoran di New York yang terkenal sekali, yang terletak di samping Empire State Building. Mereka bertemu untuk membahas suatu masalah pelanggan mereka di perusahaan kreditnya.

Permasalahannya adalah salah seorang pelanggan McNamara sudah meminjam uang tetapi tidak mampu membayarnya kembali. Pelanggan ini menghadapi suatu masalah, dia telah meminjamkan sejumlah charge cards (biasanya bisa didapat dari toko-toko pribadi atau toko pom bensin) kepada tetangganya yang hendak membeli barang-barang urgent. Untuk servis ini, lelaki tersebut meminta tetangganya untuk membayar balik harga asli barang-barang tersebut ditambah dengan uang ekstra. Malang sekali, kebanyakan dari tetangganya tidak mampu membayar dia kembali dalam waktu sesingkat itu, dan lelaki itupun tersebut terpaksa meminjam uang dari perusahaan kredit McNamara.

Di akhir acara makan itu, McNamara merogoh saku celananya hendak mencari dompetnya untuk membayar makanan tersebut (secara tunai). Namun ternyata dia lupa membawa dompet. Dengan sangat malu sekali, dia meminta istrinya untuk datang ke restoran itu membawa serta dompetnya. Sejak saat itu, dia berjanji bahwa hal seperti ini tidak akan terjadi lagi seumur hidup dia.

Dari kedua pengalaman ini, McNamara menemukan suatu konsep baru yaitu credit card: bisa dipakai/berlaku di mana saja, untuk membayar jika sedang tidak membawa uang cash (lebih kurang mirip dengan fungsi charge card) dan credit card yang dikeluarkan harus melibatkan pihak ketiga antara pembayar dan yang dibayar. Maka di tahun 1950, McNamara dengan kedua temannya mendirikan Diners Club, mengeluarkan credit card dan mengurus semua permasalahan bayar-membayar bagi pelanggannya.

Juni 2006

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲