Sersan & TKB

TKB September 2006

Selama berabad-abad, para theolog mencoba mengadopsi banyak kata dalam usaha untuk  mengekspresikan pewahyuan Allah tentang diri-Nya sebagai satu Substansi yang memiliki tiga Pribadi. Misalnya, prosopon, hupostasis, dan trias. Tetapi kata-kata tersebut tidaklah memadai. Sampai akhirnya, seorang theolog bernama Tertulian (145 – 220 AD) menciptakan sekitar 590 kata benda baru, 284 kata sifat baru, dan 161 kata kerja baru untuk membantu menjelaskan dan menginterpretasikan konsep-konsep yang ditemukan dalam Alkitab, konsep yang karena kompleksitasnya membutuhkan terminologi baru untuk dimengerti. Kata ‘Trinity’ adalah istilah yang pertama kali dicetuskan oleh Tertulian sekitar 200 AD, berasal dari bahasa Latin yaitu Trinitas, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Tritunggal (Allah Bapa, Allah Anak, dan Roh Kudus). Selama bertahun-tahun kemudian, kata Trinity diterima sebagai kata interpretif untuk menggambarkan Allah dalam Alkitab dan secara resmi diterima gereja di Council of Nicaea pada tahun 325 AD.

(diambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Trinity)

September 2006

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲