Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 33: Butir Ketiga (3) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah pernyataan iman dan doktrin yang penting sekali, karena ini adalah keistimewaan yang diberikan Tuhan hanya kepada orang Kristen. Hadiah terbesar yang Tuhan karuniakan kepada dunia adalah memberikan Anak-Nya yang tunggal sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Keselamatan yang digenapi Kristus di kayu salib dan kemenangan yang dicapai melalui kebangkitan-Nya setelah mengalahkan Iblis membuat orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan pengampunan dosa, perdamaian dengan Allah, hidup baru, dan Roh Kudus. Kristus merupakan hadiah terbesar yang Tuhan karuniakan di dalam sejarah manusia di seluruh dunia.

Karunia terbesar yang Tuhan berikan bagi Gereja-Nya adalah Pribadi Ketiga Allah Tritunggal, yaitu Roh Kudus, boleh menjadi milik orang Kristen yang menerima Kristus, berdiam di dalam diri kita untuk selamanya. Inilah hadiah terbesar dari Tuhan untuk Gereja-Nya. Gereja Tuhan adalah kaum pilihan yang dipilih, dipanggil, diselamatkan, dan diberikan hidup di tengah dunia yang penuh dosa. Kita menjadi milik Tuhan, karena kita dipanggil melalui predestinasi dan keselamatan yang digenapi Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Kita milik Tuhan, bukan untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Dalam rangka memeteraikan dan mengonfirmasi bahwa kita milik Tuhan, maka Tuhan memberikan Roh-Nya sendiri menjadi milik kita untuk selamanya. Tuhan Yesus berkata, “Roh Kebenaran itu akan tinggal di dalam dirimu untuk selamanya.” Roh Kudus bukan memberikan karunia Roh kepada kita, Roh Kudus sendiri adalah karunia Allah yang diberikan kepada kita.

Sebelum mendapatkan karunia-karunia Roh, kita telah mendapatkan Roh, Pemberi karunia di dalam hati kita. Sebelum mendapat segala hadiah dari Tuhan, Tuhan memberikan Anak-Nya yang tunggal, Sumber segala hadiah, untuk menjadi Hadiah utama yang mengisi hati dan hidup rohani kita. Allah Bapa mengirim Anak-Nya ke dunia, Allah Bapa mengirim Roh Kudus ke dalam hati orang yang diselamatkan dari dunia, yang dipanggil, diasingkan, dibersihkan, dan diperanakkan, dari dunia yang berdosa menjadi anak Allah yang sejati. Roh Kudus diberikan, bukan hanya basa-basi, tetapi Roh Kudus diberikan secara konkret, nyata, secara wujud, untuk menjadi milik kita di hadapan Tuhan. Roh Kudus berada di dalam hati kita, karena Dia sudah turun dari sorga.

Yesus turun ke dalam dunia ini tiga puluh tiga tahun setengah dan Dia kembali lagi. Ketika Yesus kembali ke sorga, Roh Kudus diturunkan ke dalam hati manusia. Inilah hari jadinya Gereja, yaitu Hari Pentakosta; di mana sejak saat itu Roh Kudus terus berada di dunia. Berbeda dengan Kristus yang kembali ke sorga, Roh Kudus turun ke dalam dunia dan tidak pernah kembali lagi. Ia berada di dalam dunia dan di dalam hati setiap orang percaya untuk selamanya.

Tiga sifat Roh Kudus yang begitu berbeda dari semua roh yang lain adalah:

1) Roh Kekal, di mana Roh Kudus adalah Roh yang melampaui ruang dan waktu, melampaui semua kondisi ciptaan. Dia berada dalam segala zaman dan di atas segala zaman. Sebelum dunia dicipta, sebelum proses waktu dimulai, dan setelah proses waktu berhenti, Roh Kudus tidak terikat sama sekali oleh semua proses ini. Dari seribu seratus delapan puluh sembilan pasal dan berpuluh ribu ayat, hanya ada satu ayat mencatat Roh Kudus sebagai Roh yang kekal, yaitu di dalam Ibrani 9:14, “Kristus mempersembahkan tubuh-Nya sendiri menjadi korban melalui Roh yang kekal.” Karena Roh Kudus kekal, maka pekerjaan Roh Kudus mewujudkan, menggenapi, dan memberikan kepada kita hasil kekekalan yang tidak berubah. Roh Kudus yang kekal menolong Kristus memberikan diri-Nya sebagai persembahan kepada Allah, untuk menggenapi rencana dan hasil yang kekal sebagai persembahan.

Di dalam Perjanjian Lama, orang yang berdosa mengaku dosa dengan cara menumpangkan tangannya di atas satu domba atau lembu yang kemudian dipersembahkan sebagai korban. Ketika menumpangkan tangannya, ia meminta seorang imam yang memberikan persembahan kepada Tuhan untuk menerima domba yang sudah ditumpangi tangan itu, lalu disembelih. Setelah disembelih, domba itu diletakkan di atas mezbah lalu dibakar untuk dijadikan korban persembahan kepada Tuhan. Kristus mempersembahkan tubuh-Nya sebagai korban bakaran, korban pengampunan dosa, yang diletakkan di atas mezbah. Tetapi bukan seorang imam yang berkata, “Tuhan, aku mempersembahkan korban kepada-Mu,” melainkan Roh Kudus, Roh Kekal, yang mengatakan kalimat itu. Mempersembahkan tubuh Kristus menjadi korban persembahan dan penebusan yang kekal, yang bersifat kekal dan diterima oleh Allah yang kekal, yang melampaui segala waktu.

Apa itu waktu? Apa itu kekal? Ketika proses tiada, maka waktu tidak ada. Ketika waktu tidak ada, lenyap, semua akan menjadi sesuatu yang nihil. Ketika waktu telah lewat dari ingatan, kita tetap berada dalam ingatan Tuhan, tersimpan di dalam gudang waktu yang disebut “eternal past” (kekekalan masa lampau). Gudang waktu yang belum datang disebut sebagai “unlimited future” (masa depan yang tak terbatas), yaitu waktu yang tidak terbatas, yang belum datang, yang tidak dapat diukur atau diduga. Waktu yang sudah lewat dan tidak bisa diubah lagi, untuk mencatat segala dosa dan kelakuan kita yang tidak beres, menjadi “unchanging past” (masa lampau yang tak dapat diubah).

Seorang berkebangsaan Swiss, Oscar Cullmann, mengatakan, “Kekekalan adalah kombinasi waktu ditambah waktu ditambah waktu; waktu yang lampau, waktu yang tepat sekarang, yang sedang berproses, dan waktu yang akan datang, yang belum muncul.” Kekekalan bukan waktu dan waktu bukan kekekalan. Kekekalan milik Tuhan, waktu dicipta untuk manusia. Dalam kekekalan ada rencana Allah untuk mencipta waktu, lalu disimpan dalam sejarah yang disebut sebagai proses perkembangan dalam kekinian. Setiap detik disambung dengan detik berikutnya, setiap saat disusul dengan saat yang berikutnya, setiap menit, setiap hari, terus bergerak tanpa bisa dihentikan, diperlambat, atau dipercepat. Semua ini dalam satu proses, di mana waktu merupakan satu proses; sementara waktu bukan kekekalan. Waktu dicipta oleh Allah yang ada di kekekalan, diisi oleh Allah ke dalam kesementaraan. Ada koneksi antara kekekalan dan kesementaraan, yaitu ketika Kristus lahir di dunia. Ketika Kristus lahir di dunia, terjadi titik kontak antara kesementaraan dan kekekalan, yaitu Allah sendiri yang tetap dan kekal, mengirim Kristus ke dunia yang sementara. Yang Kekal datang ke dalam kesementaraan; yang tidak kelihatan mewujudkan diri melalui tubuh yang kelihatan; Firman menjadi daging; Allah beserta dengan manusia. Di sini Yang Kekal dan sementara bertemu, yang kita kenal sebagai inkarnasi Kristus.

Allah menjadi manusia; Allah yang Roh dan kekal turun dari sorga, datang ke dunia yang sementara dan bermateri. Dia lahir dengan tubuh yang berwujud. Inilah inkarnasi! Kaitan kekekalan dengan kesementaraan mengakibatkan penyertaan Allah terhadap manusia, sehingga manusia bukan hidup pada diri sendiri dalam ciptaan Tuhan, tetapi menikmati Allah Sang Pencipta yang telah menciptakan manusia. Allah yang tidak terbatas rela membatasi diri di dalam ikatan waktu.

Aku percaya kepada Roh yang suci, berarti kita bersatu dengan kekekalan Allah melalui Roh yang dikirim, sehingga kita mempunyai hidup yang kekal. Hidup yang kekal bukan saja berusaha untuk berhubungan dengan dunia sekarang, tetapi juga berhubungan dengan dunia yang akan kiamat dan diganti dengan kekekalan. Kesementaraan berada di dalam proses, kekekalan tidak berada di dalam proses. Dalam proses berarti ada kemarin, hari ini, dan hari esok. Itulah kesementaraan. Allah yang menguasai dahulu, sekarang, dan sesudahnya, adalah Allah yang tidak terikat oleh kemarin, sekarang, dan esok. Inilah yang disebut Allah yang transenden.

Allah berada dan hidup di luar proses. Sebelum proses dimulai Dia sudah ada dan setelah proses selesai Dia tetap ada, karena Dia adalah Allah yang kekal. Allah yang kekal menciptakan kesementaraan dalam sejarah. Dunia yang lalu, sekarang, dan akan datang, adalah dunia dalam proses yang panjang sekali. Tetapi Allah yang kekal adalah Allah yang di luar proses. Dia melampaui apa yang disebut proses sebelum, sedang, dan sesudah menuju satu poin yang melampaui keterbatasan. Itulah kekekalan. Allah yang kekal menciptakan kesementaraan yang disebut waktu, dan kemudian mencipta manusia di dalam proses waktu.

Kita akan makin lama makin tua, tubuh kita makin tidak sesuai dengan dunia yang berproses, maka akhirnya mati. Ketika manusia mati, waktu terus berjalan. Kekekalan melampaui perjalanan dan proses waktu, sehingga Allah dalam kekekalan mengirim Roh Kudus kepada manusia, agar manusia menikmati kekekalan melalui Roh yang diturunkan-Nya.

2) Roh Suci. Sifat kedua Roh Kudus adalah kesucian. Allah adalah Allah yang suci. Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang dipilih menjadi umat-Nya, dan kaum pilihan adalah satu-satunya yang diberi hak untuk hidup selamanya. Roh Kudus membersihkan dan memberikan hidup kepada kita, dan menjaga kesucian di dalam diri kita. Roh Suci menyesuaikan agar hidup kita dalam kesucian Tuhan. Jika engkau tidak suci, engkau tidak mungkin bertemu dengan Tuhan. Karena kita suci, maka kita boleh beserta dengan Tuhan yang suci. Allah berkata, “Aku Allah yang memanggil engkau adalah Allah yang kudus.”

Semua anugerah dimulai dari dan merupakan inisiatif Tuhan. Allah yang mengambil langkah aktif dan menguduskan kita, memilih kita, menyelamatkan kita, memelihara kita, dan pada akhirnya Ia yang akan membawa kita bersama-sama dengan Dia, menjadi serupa dengan diri-Nya. Bukan karena saya telah suci barulah meminta Roh Kudus. Kita diberi Roh Kudus untuk menguduskan, sehingga kita layak di hadapan Tuhan. Siapa yang mungkin menguduskan dirinya sendiri jika tanpa pertolongan Roh Suci?

Jika Roh Kudus tidak diberikan kepada kita, bagaimanapun kita berusaha, kita tidak mungkin suci, karena sifat dasar kita adalah sifat berdosa dan setan selalu menjadi penggoda. Jika kita bersandar kepada kekuatan diri kita sendiri, bukan kepada Tuhan, mustahil untuk kita bisa hidup suci. Kita dilahirkan di dalam dosa, berjalan dalam dosa, sehingga kita tidak memiliki kemampuan untuk membersihkan diri dan kita sepatutnya dibuang oleh Tuhan. Tetapi Alkitab mengatakan Dia mengasihi, memilih, dan menguduskan kita. Maka tidak mungkin manusia menguduskan diri terlebih dahulu, baru Roh Kudus masuk ke dalam dirinya, melainkan hanya karena anugerah Tuhan yang mengasihi kita, Ia mengirimkan Roh Kudus kepada kita, dan Roh itu mulai membersihkan kita.

Pekerjaan Roh Kudus adalah dengan setia dan berinisiatif memberikan anugerah, menghancurkan dosa, mengampuni, dan membersihkan hati kita, lalu memberikan hasrat untuk kita dapat terus hidup suci seperti Tuhan. Kesucian adalah anugerah Tuhan. Banyak gereja saat ini yang berkata bahwa mereka adalah gereja Roh Kudus, gereja yang penuh Roh Kudus, banyak karunia Roh Kudus, berbicara dengan Roh Kudus, tetapi pada kenyataannya adalah gereja yang tidak mengerti Roh Kudus. Sering kali yang paling banyak menyatakan kuasa Roh Kudus adalah penipu yang tidak memiliki Roh Kudus. Alkitab mengatakan bahwa pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik; pohon yang buruk akan menghasilkan buah yang buruk; sehingga dari buahnya engkau mengetahui pohonnya. Jika gereja kelihatan seperti banyak Roh Kudus dan banyak bicara Roh Kudus, tetapi hidupnya penuh dengan perzinahan, penuh dosa, dan berbagai kejahatan melawan Tuhan, bagaimana kita bisa percaya bahwa gereja seperti itu penuh Roh Kudus?

Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus mendapat pujian dari malaikat, “Suci, suci, suci.” Dalam Perjanjian Lama ada dua sistem malaikat, kerubim dan serafim. Kerubim berkuasa, melaksanakan keadilan Allah, diperintahkan Tuhan untuk berperang melawan semua Iblis, yaitu Lucifer dan anak buahnya. Serafim adalah malaikat khusus, yang melayani Tuhan, di takhta Tuhan, berkeliling, saling menyahut dengan berkata, ““Suci, suci, suci.” Tiga kali. Ini mengindikasikan Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Kesucian menjadi tanda yang sah dan sejati apakah seseorang sudah ada Roh Kudus atau tidak. Pemimpin gereja Karismatik yang paling kuat, paling terkenal, berhasil, dan dianggap sukses, justru hidup tidak suci. Banyaknya jemaat tidak membuktikan adanya Roh Kudus di dalam sebuah gereja, karena Alkitab mengatakan bahwa dari buahnya engkau mengenal pohonnya.

Kesucian tidak dapat di-copy. Kesucian adalah keharuman yang keluar dari hidupmu menuju hidung setiap orang di luar. Bau merupakan suatu hal yang tidak nyata, yang diberikan Tuhan untuk dikonfirmasi oleh hidung yang baik. Kalau memang wangi, ia akan mengeluarkan bau wangi itu, sehingga engkau mencium dan hatimu senang, otakmu segar, dan engkau menyukai orang itu. Bau juga menjadi tanda barang yang sudah busuk, basi, dan sudah rusak, tidak lagi mempunyai hidup, di mana itu menjadi bau busuk luar biasa. Jika seseorang berkhotbah bagus, tetapi disertai dengan pemakaian uang gereja sembarangan, mencuri uang gereja, janganlah engkau ikuti dia lagi.

Ada pendeta yang terkenal, yaitu Jimmy Swaggart, yang berulang kali berkata, “Allah memberi tahu saya…,” seolah-olah ia adalah orang yang menerima wahyu seperti Rasul Petrus atau Paulus. Ini adalah hal yang tidak benar, karena Tuhan tidak memberikan wahyu baru lagi. Alkitab sudah selesai dituliskan dan wahyu Allah sudah genap. Beberapa tahun kemudian tertangkap basah bahwa dia mencari pelacur. Jemaat banyak yang kecewa dan meninggalkan kekristenan. Inilah investasi setan yang sukses. Gereja makin merosot, orang Kristen makin tidak takut kepada Tuhan. Jika Roh Kudus adalah Roh yang suci, Ia menggerakkan hati kita, mengubah sikap kita, dan menjadikan kita orang-orang yang ingin mempraktikkan hidup suci. Kristus berkata di dalam Yohanes 16, “Tunggu sampai Roh Kebenaran tiba, maka Ia akan menjadi saksi-Ku.”

3) Roh Kebenaran. Dalam dunia ada kebenaran (Ing: truth), sehingga langkah berikutnya kita berjuang dalam hidup kita adalah untuk kebenaran. Yang memanggil engkau adalah Allah yang suci, karena itu barang siapa dipanggil, dipilih, dan diselamatkan harus mencapai hidup yang suci. Kristus berkata, “Aku akan pergi ke rumah Bapa, setelah Aku pergi, Roh akan diturunkan padamu,” yaitu: a) Roh adalah Roh yang mewahyukan kebenaran, b) Roh adalah Roh yang mencerahkan kebenaran, c) Roh adalah Roh yang memimpin dengan pimpinan kebenaran, d) Roh adalah Roh yang membawa kita masuk ke dalam segala kebenaran. Segala kebenaran di sini berbeda dengan kebenaran seperti yang diajarkan banyak pengkhotbah Karismatik, “Saya memiliki Roh Kudus, maka saya bisa mengerti segala kebenaran, lalu saya tidak perlu sekolah theologi, sudah bisa menafsirkan Alkitab.” Tetapi secara faktanya apa yang diajarkan banyak kesalahan.

Ada pendeta yang suka naik turun sorga. Ada pendeta yang berkhotbah, dia sering masuk ke neraka. Seharusnya masuk satu kali untuk selamanya. Dia masuk keluar, masuk keluar, untuk memberikan peringatan kepada pemuda, sehingga banyak pemuda penasaran, mendengarkan khotbahnya, lalu mengidolakan dia, membawa ribuan orang mendengarkan khotbahnya. Tidak ada contoh manusia naik turun ke sorga di sepanjang Alkitab. Tidak ada contoh rasul turun naik dari neraka. Ini semua adalah pengalaman yang bukan dipimpin Roh Kudus dan bukan masuk ke dalam kebenaran. Roh akan memimpin engkau masuk ke dalam seluruh kebenaran.

Roh memimpin agar kita mengetahui kebenaran sebelum dunia dicipta, yang dinyatakan dalam empat periode: 1) kebenaran dalam Perjanjian Lama, sejak kehadiran Adam sampai Yesus, 2) kebenaran dari mulai inkarnasi Yesus hingga naik ke sorga, 3) kebenaran setelah Roh Kudus turun dan zaman para rasul dan gereja didirikan; dan 4) kebenaran di dalam mengerti kiamat dan kekekalan. Inilah karya ketiga dari sifat Allah dalam diri Roh Kudus, yaitu: a) sifat kekekalan, b) sifat kesucian, dan c) sifat kebenaran. Di mana ada Roh Kudus, manusia dapat hidup yang kekal. Di mana ada Roh Kudus, manusia disucikan menjadi kaum yang kudus. Di mana ada Roh Kudus, gereja mengerti kebenaran dari Tuhan. Roh Kudus masuk dalam hati seseorang, memberi pengharapan yang kekal, kesucian seperti Allah, dan hidup yang penuh pengertian akan kebenaran Tuhan.

Kini, investasi setan makin banyak. Banyak gereja penuh ribuan orang, tetapi beberapa puluh tahun kemudian terbongkar, ternyata pendetanya berzinah, pendetanya cari uang, pendetanya hidup tidak suci, dan pada saat semua itu terjadi, waktu itu sudah terlambat, investasi sudah dipakai habis, dipermalukan, ditertawakan, dan diejek oleh Iblis. Itulah yang disebut sebagai investasi setan dan kerusakan final kekristenan. Allah mengizinkan setan berinvestasi dengan membuat gereja kelihatan ramai, dan dua puluh tahun kemudian Tuhan menyatakan dosanya, perzinahannya, kesombongannya, dan keserakahannya, kesenangannya akan uang, ini semua menjadi hal yang mempermalukan gereja. Kita mengatakan, “Saya percaya Roh Kudus tetapi tidak mau dirusak oleh Roh Kudus.” Roh Kudus sanggup merusak mereka yang memang rusak pada dirinya. Roh Kudus akan menghancurkan mereka yang telah mempermalukan nama Tuhan. Kita menerima Roh Kudus, kesucian-Nya, kebenaran-Nya, dan dibangun dalam kuasa penopangan Roh Kudus menjadi anak Allah yang baik, menjadi gereja yang suci, menjadi umat yang mengerti firman Tuhan, mengerti kemuliaan Tuhan. Amin.

Pdt. Dr. Stephen Tong

Desember 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲