Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 34: Butir Ketiga (4) Aku percaya kepada Roh Kudus

Pemberian Allah yang terbesar bagi dunia adalah mengirimkan Anak-Nya yang Tunggal untuk menjadi Juruselamat, Mediator satu-satunya bagi manusia; dan pemberian Allah yang terbesar bagi gereja-Nya adalah mengirim Pribadi Ketiga Allah Tritunggal, yaitu Roh Kudus, menjadi Penghibur, Pendamping, sehingga gereja dapat masuk ke dalam seluruh kebenaran Allah. Tiga sifat Roh Kudus yang penting adalah: kekal, kudus, dan benar.

Jika manusia tidak mengenal Roh Kudus, tidak mungkin ia dapat hidup suci. Sejak Adam jatuh ke dalam dosa, seluruh manusia mewarisi dosa, melakukan dosa, dan hidup menikmati dosa. Manusia yang hidup di dalam dosa, berjalan di dalam dosa, tidak memiliki pengharapan lagi. Roh Kudus yang suci diturunkan untuk menyertai orang Kristen, diam di dalam orang Kristen, membersihkan dan menguduskan orang Kristen. Dalam keadaan dunia penuh kekacauan, kerusakan, kepalsuan, kenajisan, dan dosa, hanya ada satu kemungkinan untuk manusia dapat hidup suci, yaitu jika ia memiliki Roh Kudus. Bukan karena manusia sudah dan dapat berjuang sampai menjadi suci baru Roh Kudus masuk ke dalamnya, tetapi karena ketika menerima Kristus, Roh Kudus masuk ke dalam diri membersihkan kita. Roh Kudus datang ketika kita menerima Kristus, saat kita masih najis dan masih berdosa. Ia menyucikan kita dan membuat kita dapat dipanggil sebagai orang kudus Allah. Jika Roh Kudus tidak turun dan masuk ke dalam hati kita, kita tidak mungkin mencapai kehidupan yang suci. Ini adalah anugerah yang sangat besar, sehingga kita dapat berbagian di dalam Kerajaan-Nya dan berbagian di dalam sifat Ilahi. Seperti tertulis dalam 2 Petrus 1:4, “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat Ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” Kita dilepaskan dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan, berbagian di dalam kesucian dan keadilan Tuhan, serta memperoleh hidup yang adil, suci, dan baik dari Tuhan.

Sifat Ilahi diberikan kepada kita secara moral. Bukan sifat Ilahi substansial yang kekal, tetapi sifat Ilahi dengan atribusi moral di mana karena Tuhan itu suci, maka kita pun diberikan kesucian; Tuhan itu adil, maka kita pun diberi keadilan; Tuhan itu baik, maka kita diberi kebajikan. Roh Kudus mengubah dan menjadikan kita makin mirip Tuhan. Inilah karunia yang diberikan setelah keselamatan. Allah memberikan pertama-tama keselamatan, pengampunan dosa, perdamaian dengan Allah, hidup baru dan kekal, yang diberikan melalui peranakan Roh Kudus, sehingga kita menjadi anak-anak Allah. Selain itu, Ia mulai mengubah sifat kita, menjadikan kita yang tidak suci menjadi suci; dari yang menyukai ketidakadilan sekarang mencintai keadilan; yang dahulu suka berbuat dan berminat jahat, sekarang termotivasi untuk berbuat kebajikan. Kita berbagian di dalam sifat Ilahi Allah, sehingga dapat menjadi wakil Tuhan di dunia. Hal ini tidak mungkin dipalsukan oleh Iblis di dalam dunia.

Banyak orang Kristen tidak sadar adanya penipuan yang masuk melalui Gerakan Pentakosta, dan akhirnya menjadi Gerakan Karismatik, di abad ke-20 ini. Tetapi sekarang, Tuhan merontokkan mereka satu per satu dan membukakan dosa mereka, seperti Jimmy Swaggart, James Baker, Benny Hinn, Yonggi Cho, dan Kong Hee. Satu per satu dosa mereka ditelanjangi. Mereka telah menarik ribuan bahkan puluhan ribu orang datang kepada mereka, menganggap mereka adalah hamba Tuhan, tetapi sebenarnya mereka adalah nabi palsu, yang menipu banyak orang seolah-olah mereka lebih dekat dan lebih mengerti Roh Kudus, tetapi akhirnya terbukti bahwa hidup mereka tidak kudus. Kekudusan tidak dapat dipalsukan oleh Iblis.

Begitu pandainya Iblis menipu gereja, sehingga banyak orang Kristen tidak dapat membedakan yang benar dan yang salah. Setelah melihat mereka dibongkar dosanya, barulah mereka tahu kalau selama ini mereka tertipu. Sekarang masih banyak orang yang masuk ke gereja yang tidak mengenal Theologi Reformed, mengenalnya Karismatik. Mereka kira di sana mendapatkan kepuasan hati nurani, mereka kira mereka bertemu dengan Roh Kudus. Tetapi semua ini penipuan. Ajaran, yang mengatakan jika engkau percaya, engkau bisa kaya, sukses, bahagia, dan mendapatkan kemakmuran luar biasa, bukanlah ajaran firman Tuhan. Tuhan Yesus berkata, “Barang siapa mengikut Aku, menjadi murid-Ku, ia harus menyangkal diri, harus memikul salib, dan mengikut Aku.” Inilah cara orang menjadi Kristen, menjadi pengikut Kristus. Gereja Joel Osteen adalah gereja besar dengan puluhan ribu jemaat, karena ia sangat menarik ketika berkhotbah. Gereja Protestan yang terbesar di Houston menjadi tidak ada apa-apanya dibanding dengan gerejanya. Tidak banyak orang yang sadar kesalahan dalam khotbahnya dan menganggap ia adalah hamba Tuhan yang baik. Ia mengatakan, “Jangan banyak memikirkan dosa yang kauperbuat; jangan banyak memikirkan kegagalan. Sekarang saatnya semua orang berpikir positif, berjuang untuk hari depan, supaya sukses, lancar, dan kaya; supaya hidupmu penuh sukacita, karena itulah tujuan Tuhan menyelamatkan dan memanggil engkau.” Kalimat-kalimat seperti itu mengandung ketidaksetiaan. Jika ada pendeta tidak berani membicarakan kerusakan dosa, tuntutan kesucian, kemarahan, pengadilan Tuhan, dan kedatangan Kristus yang akan melenyapkan bumi ini, pendeta itu bukan memberitakan Injil yang sejati sesuai Alkitab. Joel Osteen memberitakan berita yang sama sekali berbeda, di mana orang Kristen tidak perlu memikul salib; menurutnya, kesusahan, sakit, kematian, kegagalan, kemiskinan adalah cara setan mengganggu pekerjaan Tuhan. Pekerjaan Tuhan adalah agar kita menjadi kaya, lancar, makmur, mempunyai uang banyak, dan kemewahan dunia, karena Yesus kaya ketika di dunia. Itu semua adalah ajaran Iblis yang menyelundup masuk ke dalam gereja melalui mimbar.

Gereja kalau bisa menarik makin banyak orang, tetapi mereka tidak mendengarkan firman Tuhan yang sesungguhnya, setan akan senang. Setan tidak takut gereja maju, setan tidak takut banyak orang masuk gereja, setan takut kalau mereka mendengarkan firman yang suci dan benar. Setan tidak takut banyak orang menjadi Kristen, setan paling takut kalau mereka mendengarkan kebenaran yang sejati, mendengarkan firman yang suci, mendengarkan rencana dan kehendak Tuhan dalam sejarah. Setan selalu menutup telinga kita untuk mendengarkan berita yang baik dan benar. Setan bekerja di sekolah theologi, melalui profesor-profesor theologi yang tidak setia, yang menipu pendengar yang mengikuti kuliahnya, karena mereka hanya mau gelar, pangkat akademis, tetapi tidak menjalankan kehendak Allah. Setelah lulus, mereka naik mimbar, menghindarkan diri dari berkhotbah tentang kesucian, kemarahan Allah, pengadilan dan penghakiman Allah, dan neraka. Itu sebabnya banyak orang yang ingin cepat kaya masuk gerejanya.

Maka, tahun lalu (2017) Tuhan membongkar kesalahannya. Kota Houston yang hampir tidak pernah banjir, tahun itu banjir hingga setinggi tiang listrik. Ketika Houston banjir besar, orang Amerika terkejut. Mereka tidak mengerti dan tidak bisa apa-apa kecuali melarikan diri, meninggalkan rumah mereka dan mereka melihat gereja Joel Osteen di bukit. Gereja itu begitu mewah, dengan karpet yang indah, karena mereka percaya kemakmuran. Ketika para pengungsi menghampiri gereja itu, Joel Osteen melarang orang untuk berteduh di gerejanya. Gereja itu ditutup, dikunci agar orang tidak bisa masuk. Banyak orang menjadi kecewa. Seluruh Houston tahu dan dimuat di surat kabar. Orang Houston mulai mengejek, menghina, dan menertawakan gereja yang tidak mempunyai cinta kasih. Tuhan membongkar sebenarnya apa yang ada dalam hati Joel Osteen. Dia belum pernah mengenal sifat Ilahi yang suci, penuh cinta kasih, tetapi juga adil, marah, yang akan menghakimi seluruh dunia melalui Anak-Nya, Yesus Kristus.

Jikalau engkau hanya mengenal separuh kebenaran, engkau belum mengenal kebenaran. Kebenaran separuh bukanlah kebenaran (half truth is not the truth at all). Menjadi orang Kristen yang baik harus mengerti keseluruhan dan harus memiliki ketepatan pengertian, dan harus menafsir dengan akurat. Iman Theologi Reformed mencari akurasi dan mengerti secara utuh yang tertulis di Alkitab yang diwahyukan Allah. Jangan bagaikan anak-anak yang hanya mau sekeping roti yang enak dimakan, lalu lainnya dibuang, seperti kebanyakan orang Karismatik, hanya mau berkat Tuhan, tidak mau kesucian, keadilan, dan penghakiman Tuhan. Jangan menjadi orang Kristen yang menipu diri dengan gejala. Jangan menjadi orang Kristen yang hanya puas dengan kepingan-kepingan kebenaran. Kepingan kebenaran, bukan kebenaran yang total, bukan kebenaran yang menyeluruh, bukan kebenaran yang Tuhan mau kita ketahui.

Alkitab mengajarkan bagaimana dunia diciptakan dan bagaimana pada akhirnya seluruh dunia akan dihakimi. Ini berita yang tertata lengkap, dari mulai penciptaan, kejatuhan, diselamatkan melalui darah dan kematian Kristus. Bagaimana manusia berontak kepada Tuhan dan Roh Kudus membantu kita taat pada Tuhan, kembali berdamai dengan Dia. Seluruh kebenaran tidak boleh dipotong sebagian, tidak boleh diskon, tidak boleh sembarangan dicomot. Jangan kita beranggapan cukup ikut kebaktian, cukup sudah dibaptis, cukup sudah ikut perjamuan kudus. Kita harus menuntut diri untuk mengerti firman Tuhan secara utuh, seluruh kebenaran Alkitab, seluruh wahyu Tuhan yang utuh dan dimengerti dengan benar.

Cari dan ujilah kehendak Allah yang sempurna, yang baik, dan yang berkenan di hati Tuhan. Terkadang Tuhan terpaksa membongkar dosa hamba yang berani mengatakan dia utusan Tuhan, tetapi tidak setia kepada-Nya. Hamba Tuhan yang seperti memberitakan firman Tuhan, tetapi tidak akurat sama sekali dan tidak jujur di hadapan Tuhan. Theologi Reformed berusaha memaparkan seluruh Kitab Suci, memberikan penjelasan, memberikan penafsiran yang bertanggung jawab, agar orang-orang Kristen mengerti kehendak Tuhan. Mereka yang malas, comot sana sini, akan menipu diri dan kehilangan banyak berkat yang tersimpan dalam seluruh Alkitab yang telah diwahyukan.

Kita harus berpikir secara suci, kita harus bertutur secara suci, kita harus bertindak secara suci, kita harus melayani secara suci, supaya berkenan kepada Roh yang suci. Roh Kudus adalah Roh yang suci. Allah yang suci memanggil kita, “Karena Aku adalah Allah yang suci, maka engkau harus hidup suci di hadapan-Ku, dalam segala sesuatu yang engkau pikirkan, katakan, kerjakan, jalankan, rencanakan, juga seluruh hidup dan pelayananmu suci.” Firman Allah adalah firman yang suci, umat Allah adalah umat yang suci, panggilan Allah adalah panggilan yang suci, sehingga semua yang dari Allah itu suci adanya.

Kesucian adalah satu-satunya yang tidak dapat dipalsukan. Engkau boleh mempunyai berita palsu, pelayanan palsu, karunia palsu, mujizat palsu, karunia lidah palsu, tetapi tidak mungkin bisa memiliki kesucian palsu. Hidup yang suci sungguh menyatakan kehidupan Allah, yang tidak suci menyatakan kenajisan dari setan. Tuhan melihat dengan mata-Nya seperti pedang bermata dua, untuk menghancurkan semua kepalsuan. Dunia Barat lebih jujur dari orang Timur. Iklan produksi Timur jangan terlalu dipercaya. Iklan dari Barat lebih dapat dipercaya karena lebih jujur. Dunia dan orang Barat lebih menjunjung tinggi kejujuran sebagai etika produksi, industri, dan hidup berkebangsaan. Negara Timur yang tidak dipengaruhi kekristenan, tidak dipengaruhi Alkitab, cenderung melakukan apa pun yang bisa menjual dan menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini saya sama sekali tidak menjunjung tinggi orang Barat, tetapi saya menyembah sujud Tuhan yang telah memengaruhi dunia Barat dengan Kitab Suci. Di dalam kebudayaan Timur penuh dengan penipuan dan keberanian melawan kebenaran. Yang paling pandai menipu justru dianggap hebat dan paling bijaksana. Di dalam budaya Barat, kebijaksanaan terintegrasi dengan kejujuran dan ketulusan; di dalam budaya Timur, kebijaksanaan dikatikan dengan kecanggihan strategi penipuan.

Menurut Konfusius, berbohong tidak baik, tetapi dalam kenyataannya di sepanjang sejarah Tionghoa, orang Tionghoa sulit menghindari semangat menipu. Hal ini memberikan kepada kita pengertian bahwa kebudayaan bukanlah di dunia ide, tetapi harus di dalam fakta. Orang Tionghoa memiliki ide kebudayaan yang sangat bagus dan tinggi, tetapi tidak mampu merealisasikannya menjadi fakta di dalam kehidupan bermasyarakat. Inilah kesenjangan antara pencapaian manusia dan wahyu Allah. Allah memberikan wahyu, memaparkan kebenaran, dan mengirimkan Kristus untuk menyatakan, membuktikan, bahwa kebenaran itu bukan hanya ide atau dalam pembicaraan, tetapi suatu fakta hidup. Kristus adalah satu-satunya realitas kebenaran, kebajikan, keadilan, dan kesucian sejati yang turun dari sorga. Kita dapat berusaha membandingkan Tuhan Yesus dengan para tokoh dunia manapun, dan kita akan segera melihat perbedaan yang drastis. Hanya Kristuslah satu-satunya kebenaran, satu-satunya kejujuran, dan satu-satunya keadilan yang sama sekali tanpa kompromi.

Di dalam Yohanes 14-16, Kristus berkata, “Roh Kebenaran.” Saya tidak menganggap bahwa bagian di mana Tuhan Yesus mengajarkan tentang Roh Kudus di dalam pasal-pasal ini lebih penting dari seluruh bagian Alkitab lainnya, karena sebelumnya di Perjanjian Lama, para nabi telah menyampaikan nubuat Allah diinspirasi oleh Roh Kudus dan berbicara tentang Roh Kudus. Di dalam Perjanjian Baru juga para rasul mengajarkan tentang Roh Kudus, yang juga diwahyukan oleh Allah dan digerakkan oleh Roh Kudus orang-orang tersebut membicarakan dan mengajarkan tentang Roh Kudus. Tetapi hanya Tuhan Yesus yang tidak butuh diberi wahyu, tidak butuh digerakkan Roh Kudus, karena Ia sendiri adalah Allah, di dalam pasal-pasal ini memberikan pengajaran yang begitu penting, yaitu tentang “Roh Kebenaran.” Di sini diajarkan bagaimana ada Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Allah Bapa mengutus Allah Anak, dan Allah Bapa bersama Allah Anak mengutus Allah Roh Kudus, kepada kita. Ketika Kristus berbicara tentang Roh Kudus, Allah Pribadi Kedua mengajar manusia tentang Allah Pribadi Ketiga. Ini adalah pembicaraan yang paling autentik, berwibawa, dan unik. Yesus mengatakan bahwa Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Itu berarti: 1) Roh itu adalah Kebenaran itu sendiri, yang tercantum di dalam 1 Yohanes 5:9. Ini adalah satu-satunya ayat yang menyatakan bahwa Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Di dalam Yohanes 14:6, Tuhan Yesus mengatakan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Jadi di dalam Alkitab, selain Allah Bapa, di mana kita tahu bahwa seluruh kebenaran berasal dari diri-Nya, juga Allah Anak mengaku bahwa Dia adalah Kebenaran; dan di dalam Alkitab, Yohanes menyatakan dan menyaksikan bahwa Allah Roh Kudus adalah Kebenaran. Roh Allah adalah Roh Kebenaran. 2) Roh Kudus mewahyukan kebenaran. Pekerjaan Roh Kudus yang terbesar adalah menurunkan kebenaran dari sorga ke bumi. Roh Kudus menurunkan kebenaran dari sorga, yaitu Firman, ke dunia menjadi daging, sehingga Firman menjadi daging. Inilah pekerjaan Roh Kudus yang terbesar. Ketika Kebenaran datang menjadi daging, disebut inkarnasi. Ketika firman menjadi huruf disebut revelasi (pewahyuan). Melalui Firman menjadi daging, Yesus muncul di dalam sejarah. Melalui firman menjadi tulisan, Kitab Suci muncul di dalam sejarah. Kedua inilah yang kemudian kita sebut sebagai wahyu khusus. Ada wahyu umum Tuhan, yang ada di luar melalui alam, dan di dalam melalui hati nurani. Alam dan hati nurani merupakan wahyu umum, sementara Kristus dan Alkitab adalah wahyu khusus. Dari kedua wahyu inilah kita mengenal siapa Allah. Inilah pekerjaan Roh Kudus. 3) Roh Kudus mengajar kebenaran dengan memberikan iluminasi dan pencerahan Alkitab ke dalam hati kita, untuk mengajar apa yang disebut kebenaran itu kepada kita. Pendeta yang tidak dipenuhi Roh Kudus, pendeta yang tidak taat Roh Kudus, pendeta yang tidak mau belajar dengan rendah hati di hadapan Roh Kudus, tidak mungkin memberikan khotbah yang penting, yang mengubah manusia dan menerima hidup dari Tuhan. Kebenaran merupakan sifat Roh Kudus. Yesus Kristus berkata bahwa Ia akan memimpin engkau dan menjadikan engkau gereja-Nya yang dipimpin oleh Roh Kudus untuk dibawa masuk ke dalam kesempurnaan pengertian firman dan kebenaran Allah.

Jadi Roh Kudus itu kebenaran, Roh yang mewahyukan kebenaran, Roh yang memakai kebenaran memberikan pencerahan, dan Roh yang membawa seluruh gereja masuk ke dalam seluruh kebenaran. Orang Kristen adalah orang yang mempunyai Roh Kudus, mempunyai Roh kebenaran, Roh yang membawa kebenaran, Roh yang mencerahkan dengan kebenaran, Roh yang memimpin masuk ke dalam kebenaran. Kita mempunyai kebenaran Tuhan, karena Roh Kudus bekerja dalam hati kita. Tuhan memberkati kita. Amin.

Pdt. Dr. Stephen Tong

Januari 2020

1 tanggapan.

1. Johanes dari Jakarta berkata pada 19 January 2020:

Dengan cara yang sama, Roh Kudus akan menelanjangimu. Kalau engkau mengakui tuntunan tangan Roh Kudus yang gagah perkasa, maka engkau akan melangkahkan kakimu bersatu dengan Gereja Katolik yang memiliki kebenaran yang tidak sepotong-sepotong. Doa Yesus Tuhan: “ supaya mereka semua menjadi satu” namun banyak faktor yang menghambat doa Tuhan yang dipakai iblis untuk menipu umat Allah: antaranya faktor ekonomi, faktor status jabatan dan lain lain

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk KPIN Maluku 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Februari 2020. Bersyukur untuk setiap jiwa yang telah mendengarkan dan merespons panggilan untuk bertobat dan hidup suci.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲