Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 35: Butir Ketiga (5) Aku percaya kepada Roh Kudus

Roh Kudus yang diberikan kepada kita adalah Pendamping kekal di dalam hidup kita yang sementara. Ia adalah Pendamping dari Allah sejati yang mencipta manusia. Inilah arti kata parakletos. Yang Mencipta mendampingi yang dicipta. Kita hidup di dunia hanya beberapa puluh tahun, tetapi kita memiliki Allah yang kekal. Karena Roh yang kekal, maka saya harus hidup memperkenan Tuhan dan mendapat kekuatan dari yang kekal. Roh Kudus adalah Roh yang kudus, sehingga saya harus hidup kudus dan memperkenan Tuhan.

Perbedaan paling mendasar dan penting dari iman Kristen adalah kita memiliki Roh Kudus yang memberikan kesucian kepada kita, yang melampaui semua yang lain yang tidak pernah mengenal Roh Kudus. Orang Kristen menurut 1 Petrus 1:2 adalah “orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.” Maka,

1) Orang Kristen adalah kaum pilihan. Orang Kristen dipilih sebelum dunia diciptakan. Doktrin pemilihan Tuhan tidak boleh dilupakan oleh orang Kristen, tidak boleh disangkal, karena tertulis di dalam Alkitab.

2) Orang yang dikuduskan oleh Roh Kudus menjadi orang kudus. Sebelum dikuduskan, semua orang Kristen adalah orang najis karena sudah berdosa. Dari orang najis dan berdosa diubah oleh Roh Kudus menjadi orang suci. Hal ini hanya mungkin dilakukan oleh Roh Kudus. Jangan kita menganggap kita bisa melatih diri, membersihkan diri, menyingkirkan semua dosa, dan menjadikan diri kita suci dengan kekuatan kita sendiri; kemudian kita berani berkata, “Tuhan, aku sudah bekerja keras, membersihkan seluruh hati sanubari, jiwa, dan pikiran sudah dikosongkan hingga menjadi suci. Sekarang tolong Engkau masuk ke dalam hati saya, karena sudah suci.”

Alkitab tidak mengatakan jika sudah membersihkan diri baru kita layak mengundang Roh Kudus masuk untuk tinggal di tempat yang sudah kita sucikan. Jika memang benar demikian, Roh Kudus akan berkata, “Engkau sudah sanggup membersihkan dirimu sendiri, berarti engkau sudah sedemikian hebat. Itu juga berarti engkau tidak membutuhkan Aku, engkau tidak butuh Juruselamat, engkau tidak membutuhkan pertolongan Tuhan.” Justru karena kita tidak sanggup, tidak berdaya, tidak bisa menolak, karena sudah berada di dalam dosa, dan tidak mungkin mengubah diri menjadi baik, di situlah kita memohon, “Tuhan, aku memerlukan Engkau, tolonglah aku orang berdosa ini.” Roh Kudus tidak akan masuk ke hati seseorang karena sudah bersih. Justru karena tidak layak, tidak sanggup, tidak mampu, dan tidak punya kekuatan membersihkan diri, maka perlu Penolong. Roh Kudus datang membersihkan, mengusir anasir jahat, menggerakkan kuasa-Nya untuk menguduskan. Oknum Ketiga Allah Tritunggal menguduskan dan membersihkan motivasimu, membersihkan hatimu, sehingga engkau tertarik dan rindu datang kepada Pribadi Kedua Allah Tritunggal, yaitu Yesus Kristus.

3) Orang Kristen adalah orang yang dibersihkan oleh Kristus dengan percikan darah-Nya, karena taat kepada Anak Allah. Allah Bapa memilih, Allah Roh Kudus menguduskan, Allah Anak mengampuni dosa, menebus jiwa, dan membawa kembali kepada Allah. Ketaatan kepada Kristus muncul setelah kita dikuduskan. Allah telah memilih kita menjadi anak-anak-Nya dan untuk itu Ia mengirim Roh Kudus untuk membersihkan kita, sehingga kita bisa taat kepada Kristus. Di sini kita melihat keselamatan dikerjakan oleh Allah Bapa, Allah Roh Kudus, dan Allah Anak, ketiga Pribadi Allah Tritunggal. Hanya di dalam ayat ini, Pribadi Ketiga bekerja pada urutan kedua, sehingga seperti terbalik urutannya. Roh Kudus diberikan setelah Tuhan Yesus selesai dari kebangkitan, selesai menggenapkan seluruh misi keselamatan. Jauh di dalam kekekalan, yang pertama dikerjakan adalah kita dipilih. Barulah pada suatu momen di dalam sejarah kita dilahirkan.

Kita melihat urutannya dari pemilihan, penciptaan, kemudian kelahiran. Pada saat kita dilahirkan, kita belum menerima Tuhan. Kita sering kali masih berjalan-jalan dalam Atheisme, Komunisme, Evolusionisme, dan semua filsafat yang salah. Lalu Tuhan memanggil kita. Allah memilih kita sebelum dunia dicipta dan dalam sejarah Ia memanggil kita. Tuhan Yesus sudah menggenapi rencana Allah, menyelesaikan rencana penebusan, menggenapkan anugerah keselamatan. Yesus menggenapkan rencana keselamatan yang sudah disiapkan Allah, dan Roh Kudus menjadi yang kedua di dalam pelaksanaan, karena Roh Kudus diberikan untuk bersaksi bagi Anak Allah, yaitu Yesus Kristus. Roh Kudus dikirim menjadi saksi Kristus dan memuliakan Kristus. Itu sebabnya, bukan Allah Bapa, Allah Anak, lalu Allah Roh Kudus, tetapi urutannya Allah Bapa, Allah Roh Kudus, baru Allah Anak. Tanpa digerakkan Roh Kudus, tidak ada orang yang dapat menyebut Yesus sebagai Juruselamat; tanpa digerakkan Roh Kudus, tidak ada orang mengaku Yesus adalah Tuhan. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa tanpa pertolongan Roh Kudus tidak ada orang yang mengerti dan menyadari dirinya berdosa. Tanpa pencerahan Roh Kudus tidak ada orang yang melihat dirinya rusak dan membutuhkan Tuhan. Setelah sadar diri berdosa, barulah orang datang kepada Tuhan. Roh Kudus bekerja terlebih dahulu melunakkan hatimu, membersihkan motivasimu, mengarahkan kemauanmu kepada Tuhan, barulah kita mulai taat kepada Tuhan. Sesudah taat kepada Tuhan, Kristus memberikan darah-Nya, membersihkan, dan memberikan kuasa-Nya untuk menyelamatkan orang percaya. Orang Kristen adalah orang yang dipilih oleh Bapa, disucikan oleh Roh Kudus, dibersihkan dan diselamatkan oleh Yesus Kristus.

Roh Kudus adalah Roh yang kekal, Roh yang suci, Roh yang benar. Kekekalan menjamin kita dapat hidup abadi, kesucian memberikan kekuatan untuk hidup kudus, dan kebenaran mengajar kita mengerti segala rencana Allah. Betapa besarnya kebahagiaan manusia yang mendapat hidup yang kekal dari Allah, mendapat kesucian dari Roh Kudus, dan mendapat hidup dari Kristus, yang memberikan pengampunan dan memberikan jalan yang baru bagi kita.

Kita telah membahas sifat Roh Kudus: Roh Kekal, Roh Suci, dan Roh Kebenaran. Kini kita masuk dalam pengertian Roh Kudus adalah Roh Kebijaksanaan, Roh Pengetahuan, dan Roh Strategi.

Saat ini, banyak orang berbicara tentang Roh Kudus dengan pikiran yang sempit akibat dipengaruhi ajaran Karismatik yang radikal. Ketika berpikir tentang Roh Kudus, langsung pikiran mengarah kepada fenomena jatuh dan kejang-kejang, atau berbagai gejala supranatural lainnya. Semua fenomena-fenomena aneh ini tidak pernah ada dalam Alkitab. Banyak orang Kristen sudah ditipu, dibelokkan, dan menjadi bodoh. Mengembalikan gereja kepada Theologi Reformed begitu sulit, karena orang tidak percaya bahwa mereka memerlukan Theologi Reformed, orang tidak mau menguji apakah benar yang dikhotbahkan sesuai dengan Alkitab.

Banyak orang berpikir jika ada Roh Kudus, ada gejala kejang-kejang. Ketika melihat gereja yang tenang, tidak ada teriak-teriak dan kejang-kejang, maka gereja itu dianggap tidak memiliki Roh Kudus. Mereka telah mengkritik, menuduh tanpa dasar. Mereka sudah tidak bertanggung jawab, sudah diracuni, sudah ditipu, dan sudah didistorsi oleh ajaran-ajaran yang tidak bertanggung jawab. Benarkah Roh Kudus identik dengan kejang-kejang dan semua fenomena supranatural ini? Gereja yang ditipu saat ini lebih banyak dari gereja yang menerima kebenaran. Kebijaksanaan memerlukan intelektual yang tinggi, perlu pengertian yang banyak, dan strategi membutuhkan cara memilih yang sangat peka. Ini semua dapat dimengerti bukan oleh orang yang tidak mau belajar dan mengerti.

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, karena itulah julukan yang diberikan Yesus kepada Roh Kudus. Di dalam Yohanes 14-16 dinyatakan bahwa Roh Kudus berasal dari Anak Allah yang Tunggal. Roh Kudus diberikan oleh Allah Bapa dan Allah Anak. Karena Allah Anak yang memberikan Roh Kudus, maka Ia yang paling berhak memberikan pengertian dan definisi mengenai Roh Kudus. Yesus mengatakan bahwa Roh Kebenaran itu akan datang dan memimpin kita masuk ke dalam seluruh kebenaran. Pekerjaan Roh Kebenaran adalah membela, membagikan, mengajar, dan mencerahkan kebenaran ke dalam pikiran manusia.

Aspek intelektual, aspek pengertian, dan aspek kebijaksanaan sering dilupakan manusia, karena setan mau orang Kristen jangan menggunakan otaknya, jangan berpikir. Sedangkan di pihak lain, Alkitab mengatakan “pikirkanlah siang dan malam akan firman Tuhan”. Kebenaran Tuhan bagaikan sebatang pohon di tepi aliran air, akarnya terus menerima air dan buahnya terus bertumbuh, tidak akan layu dan kekurangan buah.

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, itu berarti akan berkaitan dengan epistemologi, intelektualitas, rasio, dan logika. Roh Kudus akan memimpin seseorang bagaimana memikirkan kebenaran dengan benar. Roh Kudus menolong, mencelikkan mata, mencerahkan pikiran, memimpin intelektual kita untuk berpikir sesuai dengan kebenaran yang diwahyukan Allah. Roh Kudus bukan Roh yang membodohkan manusia. Roh Kudus adalah Roh yang mencerdaskan manusia. Alkitab menulis, firman-Mu membangunkan roh manusia, firman-Mu mencerdaskan pikiran manusia, firman-Mu mencerahkan otak manusia. Manusia menjadi lebih cerdas karena Roh Kudus.

Bukankah banyak orang yang bukan Kristen otaknya bisa lebih pintar, cerdas luar biasa, dibanding orang Kristen? Apakah mereka mempunyai Roh Kudus? Saya tidak mengatakan bahwa orang cerdas berarti memiliki Roh Kudus. Saya mengatakan bahwa orang yang memiliki Roh Kudus akan menjadi lebih cerdas. Cerdas bawaan adalah cerdas yang tidak ada hubungannya dengan kesucian Allah. Jika pintar lalu percaya kepada Tuhan, Roh Kudus akan memberikan kecerdasan. Dia akan pintar digabungkan dengan kesucian. Roh Kudus mencerdaskan manusia. Roh Kudus tidak membodohkan manusia. Maka mereka yang percaya kepada Allah akan mendapatkan iluminasi (pencerahan) dari Roh Kudus di dalam mengerti Kitab Suci. Mereka akan dibangunkan, disadarkan dari tidur dan kebodohan, sehingga menjadi orang yang tajam pikirannya. Firman Tuhan adalah firman yang membenarkan dan mencerdaskan manusia. Roh Tuhan adalah Roh yang memberi kebijaksanaan kepada manusia. Roh Kudus adalah Roh Kebijaksanaan.

Apa itu kebijaksanaan? Kebijaksanaan bukan pengetahuan dan pengetahuan bukan kebijaksanaan. Kebijaksanaan lebih daripada pengetahuan. Kebijaksanaan yang menyetir pengetahuan. Pengetahuan yang tinggi tanpa ada pengontrol yang bijak sangat berbahaya. Kebijaksanaan adalah yang mengemudi, mengarahkan, menentukan arah pengetahuan. Kebijaksanaan jauh lebih penting daripada pengetahuan. Roh Kudus adalah Roh Kebijaksanaan, jika Roh Kudus berada dalam hatimu, Ia akan mengarahkan hidupmu, memberi tahu ke mana engkau harus pergi, sehingga engkau tidak menyia-nyiakan, menghamburkan, membuang tenaga, kekuatan, umur, usia, waktu, dan talenta yang Tuhan berikan.

Kita perlu kebijaksanaan, karena kebijaksanaan yang menyetir dan mengarahkan; dan kebijaksanaan itu dari sorga. Tuhan adalah Tuhan yang berbijaksana. Tuhan adalah Tuhan yang menentukan arah. Berpengetahuan bisa diraih melalui membayar uang kepada guru, mengirim ke sekolah yang tinggi, dan studi di mana-mana. Engkau mungkin mendapatkan pengetahuan yang baik, tetapi setelah mendapatkan pengetahuan yang banyak, apakah engkau mempunyai kebijaksanaan dalam memakai pengetahuan itu adalah soal yang lain lagi. Begitu banyak orang yang pintar sekali, tetapi hidupnya tidak keruan.

Kalimat “knowledge without wisdom” (pengetahuan tanpa hikmat) muncul pada sekitar tahun 1940 dari Bertrand Russell, seorang filsuf terkenal. Ia menulis makalah dengan kalimat pertama: “This age is great in knowledge but lacking in wisdom” (zaman ini luar biasa dalam pengetahuan, tetapi kekurangan hikmat). Ketika saya membaca kalimat itu saya langsung mengatakan, “Maafkan, saya harus mengatakan bahwa engkau salah satunya.” Bertrand Russell adalah seorang yang memiliki banyak pengetahuan tetapi kurang bijaksana, karena ia yang memulai kerusakan moral di Inggris dengan menyodorkan metode baru yang namanya percobaan pernikahan.

Russell mengatakan bahwa ketika engkau membeli barang pasti engkau mencoba dahulu, apakah berfungsi baik atau tidak, baru membayarnya. Kalau demikian, bukankah pernikahan juga boleh dicoba dahulu. Kalau sudah pacaran, ditiduri, lalu cocok baru lanjut, kalau tidak cocok ya ganti yang lain. Akibatnya, di Inggris mulai sekitar tahun 1940-an, banyak perawan-perawan mulai kehilangan keperawanannya. Jika bisa menikah dengan seorang perempuan yang masih perawan, engkau bagaikan dapat lotre.

Sepuluh tahun kemudian hal ini terjadi di Amerika. Di Amerika, Dr. Kimsay mengajukan sex revolution (revolusi seks), di mana tidak perlu lagi memikirkan perjaka atau perawan. Setiap orang boleh melakukan percobaan pernikahan, boleh ganti-ganti pasangan, boleh kumpul kebo, tidak usah menikah, boleh bersetubuh, tidak usah pikir risiko. Kedua negara yang dianggap paling tinggi pendidikannya di dunia menghancurkan moral seluruh umat manusia mulai dari tahun 1940-an dan 1950-an.

Lalu buku-buku mengenai seks dan mengenai pendidikan seks melanda literatur seluruh dunia. Pada tahun 1970-an di Denmark, yang penduduknya hanya tujuh juta manusia, setiap tahun mencetak buku porno 30 juta jilid. Tujuh juta membaca 30 juta, berarti satu orang paling sedikit membaca 4,5 buku porno. Dunia mau menjadi apa? Dunia mempunyai pengetahuan, Inggris, Skotlandia, Amerika, Swedia, Denmark, Finlandia, pengetahuannya paling tinggi, tetapi juga moral paling rusak, karena mempunyai pengetahuan tinggi tetapi tidak mempunyai kebijaksanaan yang cukup. Pengetahuan hebat, tetapi kekurangan kebijaksanaan.

Kalimat dari Bertrand Russell sendiri akhirnya dia jalankan sendiri dengan coba-coba menikah dan membuang empat istrinya. Dia pernah menikah dengan empat perempuan, dia buang. Ketika tua, ia menjadi orang yang tidak menjadi teladan. Inggris tidak mempunyai contoh orang bijak. Russell mempunyai kebijaksanaan filsafat, pengertian matematika, menemukan Neutromonisme dalam filsafat, ia mengarang buku The First Principles of Mathematics bersama Alfred North Whitehead, orang yang penting sekali dalam bidang ilmu. Pengetahuan tinggi sekali, tetapi kebijaksanaan rendah sekali. Bertrand Russell adalah seorang yang tidak takut kepada Tuhan, sehingga yang ia sebut kebijaksanaan hanya dalam bidang pengetahuan. Alkitab menyatakan bahwa kebijaksanaan lebih tinggi dari pengetahuan. Roh Kudus adalah Roh Bijak; Roh Kudus adalah Roh Pengetahuan; Roh Kudus adalah Roh Strategi. Ketiga hal ini bersangkut paut dengan intelektualitas. Ketiga hal ini bersangkut paut dengan logika. Ketiga hal ini bersangkut paut dengan ilmu dan pengetahuan, belajar dan mengajar, sehingga orang yang belajar jangan hanya belajar seperti Russell, seperti orang dunia.

Di dalam Alkitab, kebijaksanaan lebih tinggi daripada pengetahuan. Kebijaksanaan menurut Alkitab, di dalam Perjanjian Lama, memiliki tiga prinsip utama, yaitu:

1) Takut kepada Allah. Takut kepada Allah adalah permulaan kebijaksanaan. Tidak mungkin seseorang mempunyai kebijaksanaan jika orang itu tidak takut kepada Allah. Berdosa tidak takut, melanggar hukum tidak takut, membunuh orang tidak takut, jika ini orang yang berpengetahuan banyak tetapi hatinya tidak ada Tuhan, tidak takut kepada Tuhan, dia tidak disebut orang bijaksana menurut Kitab Suci. Dalam dunia ini tidak ada dosa yang tidak bisa ditutupi. Orang yang tidak takut Tuhan, begitu ada kesempatan langsung berzinah, mencuri, atau menyeleweng. Hikmat dalam Alkitab adalah menjaga diri dalam kesucian, akan berpikir benar atau tidak, boleh atau jangan. Ada batasan dari Tuhan. Tidak ada orang yang tidak berbuat dosa. Tidak ada orang yang mungkin tidak mengalami pencobaan Iblis, termasuk orang suci sekalipun. Jika seseorang lepas dari penjagaan Tuhan sedetik saja, akan berdosa. Daud, orang yang berkenan di hadapan Tuhan, tetapi membunuh orang dan mengambil istrinya. Siapa bisa suci? Siapa bisa menghindar dari godaan pencobaan, jika tidak ada perasaan takut kepada Tuhan? Ini tidak ada dalam pengetahuan, karena ini adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan harus mulai dari takut akan Tuhan, ini prinsip pertama. Alkitab mengatakan, kebijaksanaan seperti ini datang dari mengenal kesucian Ilahi.

2) Kenal kesucian Tuhan. Tuhan itu suci, karena itu manusia tidak boleh berzinah, berdosa, najis, cemar, seperti orang kafir, karena saya mempunyai Tuhan yang suci. Alkitab menulis, “Sucilah dalam segala sesuatu yang kau perbuat, karena Aku, Allah yang memanggil engkau sebagai umat-Ku adalah Allah yang suci. Aku memanggil engkau menjadi umat yang kudus, kuduskanlah dirimu dalam segala hal, karena aku adalah Allah yang suci, Allah yang memanggil engkau.”

3) Menjauh dari kelakuan yang jahat. Jangan dekat dengan orang LGBT, karena begitu dekat, dosa akan datang mencaplok kamu, menelan kamu jadi mangsanya. Jangan dekat dengan orang yang suka melacur karena mereka akan memengaruhi engkau. Jangan dekat dengan orang yang suka berjudi, jangan dekat dengan semua yang homo, semua yang minum minuman keras, semua yang suka main hal yang rusak, yang suka menipu, yang suka dagang curang.

Inilah perintah dari Alkitab, tiga hal yang sangat penting untuk dapat menjalankan hal suci yang berbijaksana, yaitu takut akan Allah, mengenal kesucian Allah, dan menjauhkan diri dari segala kejahatan. Dengan melakukan hal-hal itu engkau hidup dalam kebijaksanaan. Alkitab memberikan tiga prinsip dalam Perjanjian Lama dan tiga prinsip dalam Perjanjian Baru. Kiranya Tuhan memberkati kita menjadi manusia yang takut kepada Tuhan, yang mengerti kesucian Tuhan, yang mendengar perintah Tuhan, dan menjauhkan diri dari segala kejahatan. Amin.

Pdt. Dr. Stephen Tong

Februari 2020

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi global dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, berdoa kiranya setiap umat Kristen diberikan kekuatan oleh Tuhan di dalam menghadapi situasi ini dan mampu untuk menyaksikan Tuhan di dalam kehidupan mereka.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲