Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 40: Butir Ketiga (10) Aku percaya kepada Roh Kudus

Aku percaya kepada Allah Bapa, aku percaya kepada Yesus Kristus, aku percaya kepada Roh Kudus. Inilah iman kita, iman kepada tiga Pribadi yang adalah Allah Tritunggal, Allah yang esa bagi umat Kristen, yang menjadi kepercayaan kita.

Kita tidak percaya kepada yang kosong dan tidak ada; kita percaya kepada yang menciptakan langit dan bumi, yang menebus orang Kristen di segala zaman, dan yang memimpin Gereja dari kekal sampai kekal. Allah Tritunggal bukanlah Allah yang kosong, yang tidak ada, yang diciptakan oleh otak manusia, tetapi Allah Tritunggal adalah Allah yang menciptakan seluruh manusia, yang menciptakan otak manusia, dan yang memimpin cara berpikir manusia di dalam mengaitkan dirinya dengan segala kebenaran. Allah adalah Allah yang hidup, Sumber Hidup yang memberikan hidup, yang menghidupkan, dan yang merupakan Roh Hidup yang menghidupkan, menjadi pendamping, penghibur, pelindung, penginspirasi, penegur, dan pembimbing, sehingga kita dipertumbuhkan rohaninya, dipertumbuhkan imannya, melalui kuasa Roh Kudus.

Roh Kudus diberikan oleh Allah, di mana Yesus berkata, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh. 16:7). Dia adalah Parakletos, yaitu Penghibur, Pendamping, yang menegur, memupuk, melindungi, dan memberi nasihat kepadamu. Ini sangat dibutuhkan oleh manusia.

Manusia yang paling kasihan adalah manusia yang berhak mengenal Tuhan, tetapi dia sendiri menolak dan membuang hak pengenalan itu, lalu hidup tersendiri dalam keadaan yang tidak didampingi, tidak diawasi, tidak dikasihi, dan tidak dilindungi, sampai mati. Manusia yang paling kasihan adalah manusia yang menyendiri dari Tuhan, putus hubungan dengan Sang Pencipta, serta tidak mau mengenal dan berdampingan dengan Tuhan. Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang diberi Roh Kudus untuk boleh mendampingi, menghibur, dan memberikan kekuatan kepadanya.

Siapa yang dapat hidup tersendiri, tanpa ada siapa pun yang mendampingi, dan yang kuat menjalani hidup sendiri sampai akhir? Banyak orang terpaksa hidup dan memang masih tetap hidup, karena ia takut dan tidak tahu akan ke mana ketika mati. Itu sebabnya ia terpaksa hidup, tetapi hidup tersendiri, hidup tanpa pegangan, hidup tanpa punya sandaran yang kuat, hidup tanpa ada siapa pun yang mengerti dia, dan hidup tersendiri sampai mati. Inilah hidup yang paling kasihan.

Orang Kristen tidak demikian hidupnya. Orang Kristen adalah orang yang berbahagia, karena diberi Roh Allah untuk mendampingi, menghibur, menasihati, serta memberi kekuatan dan pengajaran, sehingga ia bisa dipimpin di dalam kebenaran dan memperoleh kekuatan yang dari atas.

Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang memiliki kapasitas berpikir secara logis dan intelek, berpikir untuk merenungkan kebenaran, lalu diterapkan di dalam segala segi kehidupannya. Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dapat berpikir dan bergabung dengan kebenaran. Tetapi setan telah menghancurkan hal ini, menipu manusia, serta merampas manusia keluar dari hak dan kenikmatan mengerti kebenaran.

Banyak orang yang terbawa kepada ajaran yang ekstrem, tertipu oleh Iblis, yang membuat otak mereka menjadi pasif dan tertidur, dibius, dan tidak mengerti. Seorang yang dipenuhi Roh Kudus seharusnya seorang yang dekat dengan Tuhan, mempunyai pengharapan kekekalan, dan hidup dalam kesucian. Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan berjuang untuk hidup sesuai firman Tuhan. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menyebabkan engkau berusaha hidup kudus dan terus mau memikirkan kebenaran yang Allah wahyukan dalam Kitab Suci.

Jika seseorang mengatakan bahwa di dalam dirinya ada Roh Kudus, tetapi hidup hanya menyenangkan diri dengan kesukaan dunia, nafsu sementara, kekayaan dunia sementara, hidupnya najis, berzinah, menuruti hawa nafsu, dan tidak mengejar hidup suci, janganlah engkau percaya bahwa dia memiliki Roh Kudus. Jika seseorang mengatakan bahwa dia memiliki Roh Kudus, tetapi hidupnya tidak sesuai, bahkan melawan Kitab Suci, melawan firman Tuhan, dan melawan kebenaran, jangan percaya dia, apalagi orang-orang yang menamakan diri hamba Tuhan. Seorang hamba Tuhan yang melayani Tuhan tetapi hidupnya tidak suci pasti adalah hamba Tuhan palsu. Hamba Tuhan yang hidupnya tidak sesuai dengan Alkitab, tidak menjelaskan kebenaran Alkitab, dan selalu melawan prinsip Kitab Suci, orang itu pasti bukan hamba Tuhan.

Di zaman akhir, kita melihat banyak orang mengatakan bahwa dirinya memiliki Roh Kudus, tetapi hidupnya sama sekali tidak kudus. Roh Kudus adalah Roh Allah. Roh Allah adalah Roh yang memberikan kebenaran. Kesucian dan kebenaran adalah dua tanda sebagai barometer penguji siapa yang memiliki Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh yang menciptakan rasio manusia lebih dari semua binatang. Roh Kudus adalah Roh yang menciptakan logika, sehingga manusia dimungkinkan memakai logika untuk menganalisis, mengerti kebenaran, dan mengkritik yang tidak benar. Manusia lebih tinggi dari semua makhluk. Dengan logika, kita mengerti dan membedakan kebenaran dari yang tidak benar. Dengan logika, kita dapat menikmati wahyu Tuhan yang paling tinggi. Karena itu, intelektualitas tidak bisa dipisahkan dari Roh Kudus.

Roh yang sejati adalah Roh yang masuk akal. Roh yang sejati selain masuk akal, akan melampaui akal dan memimpin akal. Roh yang sejati tidak mungkin melawan atau membunuh akal. Banyak pemuda yang pintar sekali, tetapi tidak mau mendengar khotbah karena mereka berpikir bahwa dipenuhi Roh Kudus sudah cukup. Dan yang disebut dipenuhi Roh Kudus dalam pemikiran mereka adalah konsep yang telah mengalami penipuan. Yesus berkata, “Jika Roh Kebenaran sudah datang, Ia akan mengingatkan kembali semua perkataan yang sudah Kututurkan kepadamu.” Roh Kudus bukan membius otak, tidak menghancurkan intelektualitas, atau menekan rasio dan logika.

Roh Kudus membangkitkan, memberikan pencerahan, memperbarui, dan mengingatkan kembali semua perkataan yang diucapkan oleh Yesus. Jika rasio kita diperbarui Roh Kudus, kita menjadi orang yang jelas dan jernih pikirannya, sehingga bisa mengerti dengan tepat setiap kalimat yang pernah dikatakan oleh Kristus.

Ajaran setan mengajarkan bahwa Roh Kudus membunuh rasio, membius intelektual, dan menghancurkan fungsi otak manusia. Itu adalah tipuan yang merusak dalil dan prinsip yang ditetapkan Tuhan. Tuhan Yesus datang membicarakan firman, Roh Kudus datang menghidupkan pengertian. Jika yang Tuhan bicarakan engkau tidak mau dengar, tetapi engkau mendengarkan yang membius dan membuat engkau menjadi tidak mengerti, ini tandanya bukan pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh yang suci, Roh yang benar, Roh yang mewahyukan dan memimpin, Roh yang mencerahkan kebenaran, Roh yang memimpin otak kita masuk ke dalam seluruh kebenaran. Hal-hal seperti ini tidak bisa diganti dan tidak bisa diabaikan oleh siapa pun, karena inilah cara Alkitab.

Saya sangat takut jika ada pendeta yang mengatakan, “Saya mengkhotbahkan semua yang sudah dimengerti.” Jika benar demikian, kita tidak perlu ke gereja, karena tidak akan mengalami kemajuan pengertian dan kehidupan. Jika kita sudah tahu namun tetap datang lagi, sudah tahu dan datang lagi, itu bagaikan anak sekolah yang tidak pernah naik kelas. Jika engkau pergi ke suatu tempat dan mendengar khotbah yang sudah dimengerti semua, engkau boleh tidak usah datang lagi karena engkau tidak diberi bekal yang baru. Justru jika ada hal yang tidak dimengerti, dicerna lalu dipaparkan, di situ kita mendapatkan pencerahan kebenaran. Gereja yang memberikan kemajuan kepada pendengar adalah gereja yang selalu berani memberikan pengajaran yang belum diterima, diketahui, dan dimengerti, mengajar engkau berpikir; bukan hanya mengingatkan kembali apa yang pernah didengar, tetapi memberikan rangsangan untuk mengerti apa yang belum dimengerti, lalu mengingatkan kembali apa yang sudah dan mengharapkan yang belum, serta dapat menerima yang sudah mengerti dan mendapat rangsangan yang belum mengerti. Dengan demikian kita dapat terus bertumbuh.

Orang Karismatik yang radikal terus berputar pada pengetahuan yang tidak pernah maju, lalu membius diri di situ dan tidak mendapatkan pengertian baru. Mereka terus menipu dan memuaskan diri, menipu orang lain lagi supaya lebih banyak yang menjadi anggotanya. Mereka belum pernah bertumbuh dengan mendapatkan orang baru yang bertobat dalam pengertian firman yang benar. Jika engkau sudah mendengar khotbah, tidak mengerti, tetapi tetap sabar dan tekun, suatu hari Roh Kudus akan menggerakkan hatimu, engkau disadarkan, diinsafkan, lalu engkau akan tahu dan mengerti. Setelah makin lama makin mengerti firman Tuhan, maka orang demikian tidak dapat kembali lagi untuk mendengarkan khotbah yang tidak bertanggung jawab, khotbah yang hanya membius dan menipu jemaat, mematikan intelektualitas, dan sebaliknya orang demikian akan terus memohon kepada Tuhan untuk mendapatkan kemajuan pengertian dan hikmat di hadapan Tuhan.

Roh kebijaksanaan bukan berarti mempunyai pendidikan yang tinggi. Jangan berpikir bahwa semua orang yang berpendidikan tinggi adalah orang-orang yang bijaksana. Banyak koruptor yang hatinya paling gelap, motivasinya paling jahat, dan cara kerjanya paling najis, adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi. Sekolah yang tinggi tidak membuktikan engkau bijaksana, sekolah yang tinggi tidak menjamin hidupmu takut akan Tuhan. Dalam Alkitab, kebijaksanaan lebih dari pengertian pengetahuan manusia, jauh lebih transenden, melampaui pendidikan.

Dalam Perjanjian Lama, ada tiga prinsip besar kebijaksanaan. Pertama, takut akan Tuhan dalam segala tingkah laku. Langkah kehidupan dan keputusan pikiran dilandasi perasaan takut akan Tuhan, karena Tuhan patut ditakuti, maka seseorang tidak dapat hidup sembarangan sesuai hawa nafsu dan keinginan dirinya sendiri. Ketika seseorang akan mengerjakan sesuatu, ia harus bertanya di mana prinsip Alkitab yang harus ia jalankan, apakah hal tersebut diperkenan oleh Tuhan, dan apakah sesuai dengan kehendak-Nya. Jika tidak, ia harus berani menyingkirkan hal itu, membuang niat itu, karena bukan kehendak Tuhan, tidak menguduskan nama Tuhan, dan tidak memperkenan hati Tuhan. Kiranya kita semua memiliki jiwa Reformed yang tidak mementingkan foya-foya yang egois, tetapi memikirkan bagaimana kita dapat dipakai Tuhan. Orang yang penuh perasaan takut kepada Tuhan, orang itu akan menjadi kebahagiaan bagi orang lain. Orang Tionghoa mengatakan, “Namamu adalah jiwamu yang kedua.” Jika namamu baik, tidak ada orang yang dapat menjatuhkan engkau. Jika namamu indah, dari zaman ke zaman, beribu-ribu tahun akan diingat terus dengan keharuman seperti bunga yang indah. Orang Tionghoa mengatakan, “Harimau mati menyisakan kulit dan tulang, manusia mati menyisakan pengalaman yang indah dan nama baik.” Tetapi, pada akhirnya semua akan dibongkar oleh Tuhan, yang disimpan baik-baik akan dibongkar, yang ditutup akan dibuka, dan yang disembunyikan akan disiarkan. Tidak ada manusia yang dapat menutup diri dan menyembunyikan diri dari hadapan Tuhan. Maka, orang yang berbijaksana adalah orang yang penuh perasaan takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan adalah permulaan kebijaksanaan. Kedua, pengertian kesucian Allah adalah permulaan kebijaksanaan. Mengenal kesucian Ilahi adalah awal dari semua kebijaksanaan. Ketiga, menjauhkan diri dari kejahatan adalah prinsip hidup orang yang bijaksana.

Ketiga prinsip kebijaksanaan dalam Alkitab ini dirangkai di mana bijaksana, jujur, dan adil, menjadi tanda pertama. Tanda kedua yang juga diperlukan adalah kesungguhan mengerjakan segala sesuatu dengan teliti dan setia. Di dalam Perjanjian Lama, dipenuhi Roh Kudus berarti dipenuhi kebijaksanaan dan kerja dengan teliti dan setia. Jika engkau mempunyai kebijaksanaan dari Tuhan, kesetiaan terhadap pekerjaan, dan jujur kepada sesama, engkau adalah orang yang dipenuhi Roh Kudus.

Sering kali, orang-orang yang mengaku penuh Roh Kudus ternyata menipu, berbuat curang dalam berdagang. Jangan menjadi orang Kristen Reformed yang tidak bertanggung jawab, menipu, berbohong, berdagang dengan tidak jujur, dan merugikan orang lain. Daniel dan Yusuf adalah pemuda yang hidup suci dan takut akan Tuhan, bijaksana dan menjauhkan diri dari yang tidak setia, hidup dan bekerja dengan teliti, setia, dan tuntas, sehingga dipuji orang. Di dalam Perjanjian Baru, orang yang dipenuhi Roh Kudus akan hidup suci, hidup sesuai kebenaran firman Tuhan, serta suka meninggikan Kristus dan suka mengabarkan Injil.

Bukti kesucian dilihat dari buahnya, karena dari buah engkau mengenali pohonnya. Pohon yang baik berbuah baik, pohon yang rusak berbuah rusak, pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Yesus mengatakan, “Jika engkau ingin mengetahui pohonnya, lihat buahnya.” Buah Roh Kudus adalah damai, sukacita, penguasaan diri; ini semua adalah moral, etika, dan prinsip tingkah laku yang sesuai pimpinan Roh Kudus. Siapa yang dipenuhi Roh Kudus tidak berkata saya bisa ini dan itu, karena hal demikian tidak ada hubungannya dengan Roh Kudus. Seseorang yang bisa berkarunia lidah tidak tentu benar berasal dari Roh Kudus. Seseorang yang bisa mengusir setan belum tentu penuh Roh Kudus. Bahkan Alkitab berkata Tuhan menjawab, “Aku tidak pernah mengenal engkau, enyahlah dari hadapan-Ku.”

Banyak orang yang sembarangan menafsirkan Alkitab, banyak orang sembarangan mengartikan firman Tuhan sesuai nafsu sendiri, lalu tidak bayar utang, kerja tidak setia, segala kewajiban tidak tuntas, tidak jujur, hidup tidak suci, kelakuan tidak bertanggung jawab, serta curang dalam keuangan, lalu dengan semua hal seperti ini ia mengaku sebagai orang yang dipenuhi Roh Kudus. Banyak orang mengaku dan memproklamasikan bahwa karena Roh Kudus turun kepadanya, maka ia bisa berteriak-teriak mengaku berbahasa lidah. Tetapi semuanya itu adalah tipuan dari Iblis dan melanggar firman Tuhan. Biarlah kita menjadi manusia yang bertanggung jawab, menjadi manusia yang berdiri di hadapan Tuhan, dipenuhi Roh Kudus.

Roh Kudus adalah Roh pengetahuan, Roh Kudus adalah Roh kebijaksanaan, Roh Kudus adalah Roh strategi. Khusus dalam ketiga hal ini, saya membicarakan Roh Kudus dan sejarah manusia. Ketika manusia sudah terjepit, tidak ada jalan keluar, dan tidak ada pemberesan, maka Tuhan turun tangan. Semua politikus menganggap dirinya paling pintar, bahkan ada yang merasa lebih pintar dari Tuhan. Mereka menekan dan menganiaya gereja karena mereka berpikir bahwa Tuhan tidak bisa apa-apa. Seperti Lenin, Stalin, Ceaușescu, dan semua pemimpin diktator komunis, mereka mempermainkan manusia, mempermainkan orang Kristen, mempermainkan gereja, dan mempermainkan Tuhan. Tetapi mungkinkah Tuhan dipermainkan dan dikalahkan oleh manusia? Tiongkok empat tahun yang lalu sampai dua tahun yang lalu telah membongkar 3.500 gereja, tahun lalu membom beberapa gereja besar karena tempat itu akan dipakai oleh pemerintah. Berarti gereja tidak berhak memiliki gedung, pemerintah mempunyai hak untuk mengubah gedung gereja, yang sudah jadi boleh dirobohkan kemudian dijadikan pasar. Pemerintah Tiongkok pikir berdagang lebih penting, sedangkan gereja tidak penting. Jangan main-main dengan Tuhan. Setelah gereja dibom, mereka menjadi makin berani, salib diturunkan, orang Kristen tidak ada kekuatan melawan, mereka pikir Tuhan orang Kristen tidur, orang Kristen tidak ada pertolongan, sehingga dapat mereka permainkan. Semua yang mempermainkan Tuhan akhirnya mati konyol.

Diocletian, seorang kaisar Romawi yang menganiaya orang Kristen, membunuh banyak orang Kristen dan pendeta, menghancurkan gereja, dan menginjak hak asasi manusia dalam beriman. Setelah mengalahkan banyak orang Kristen, Diocletian menyuruh orang menulis satu kalimat: “Kristus sudah musnah.” Pada uang logam Romawi, bagian depannya tercantum wajah dia, di bagian belakang tertulis: “Kristus sudah saya kalahkan.” Sekarang, dia yang sudah dimusnahkan, sementara Kristus masih hidup hingga sekarang. Kemenangan Kristus tidak dapat dipermainkan oleh siapa pun dan orang yang tidak takut kepada Tuhan dan menganggap dirinya bijaksana akhirnya akan musnah satu per satu. Allah campur tangan dalam sejarah, Allah yang menyetir dan membelokkan setir politik. Hal ini membuktikan bahwa Allah hidup dan melampaui semua pemerintah. Sejarah dapat belok ke kanan dan kiri, karena strateginya bukan dari manusia. Pada saat manusia tidak mempunyai kuasa lagi, tidak mempunyai hak untuk mengubah segala sesuatu, Tuhan berkata, “Akulah Allah yang Mahakuasa; Akulah Satu-Satunya yang bisa membelokkan sejarah dunia ini. Saya bisa menginterupsi dan memberikan arah yang baru bagi dunia ini.” Ketika Tuhan mau campur tangan, dalam seminggu, mungkin berapa hari engkau harus turun jabatan, maka pasti akan turun. Sebaliknya, siapa yang mau diberi kuasa berpuluh-puluh tahun, itu pun jika Tuhan mau memperpanjang, Tuhan punya caranya. Ketika Tuhan tidak mau memperpanjang kuasa seseorang, maka Dia langsung campur tangan. Perhatikanlah semua perubahan arah, perhatikan semua “banting setir” dalam sejarah, kiranya kita dapat melihat bahwa di belakangnya ada tangan Tuhan. Engkau akan terkejut bagaimana kebijaksanaan Allah lebih tinggi daripada manusia. Itulah namanya strategi dunia, bukan strategi perorangan. Roh Kudus adalah Roh strategi, jika dikaitkan dengan “banting setirnya” sejarah.

Yesus Kristus mempunyai Roh, Roh itu Roh Kuasa. Ada dua hal dari Roh Kuasa yang berasal dari Roh Kudus: api dan angin. Pada Hari Pentakosta, Roh Kudus turun di Yerusalem yang menyebabkan angin bertiup dengan suara keras dan api turun seperti bentuk lidah, sehingga para rasul dapat berbicara kepada bangsa yang berbeda dalam bahasa mereka. Pada Hari Pentakosta, lima belas bangsa datang, dari Italia, Asia Minor, Eropa, Babel, Kapadokia, Turki, dan dari tempat-tempat jauh di Mesopotamia. Lima belas macam bangsa datang ke Yerusalem, ketika Petrus berkhotbah, mereka dapat mendengar dalam bahasa mereka masing-masing, bahasa Mesopotamia, bahasa Kapadokia, bahasa Mesir, dan bahasa dari negara yang lain. Hal ini membuktikan adanya kebijaksanaan untuk mengerti bahasa asing. Roh Kudus adalah Roh yang internasional, Roh Kudus adalah Roh yang kekal, Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, Roh Kudus adalah Roh kebijaksanaan, Roh Kudus adalah Roh yang suci. Semua yang mendengar firman Tuhan saat itu menjadi orang Kristen yang pertama dalam gereja yang kudus dan am di Hari Pentakosta. Ketika itu angin turun dan api turun, menjadi tanda kuasa Tuhan yang menopang dan memenuhi orang Kristen. Roh Allah adalah Roh Kuasa. Itulah sebabnya setiap hamba Tuhan haruslah disertai dengan kekuatan angin dari Roh Kudus, hamba Tuhan harus disertai api yang berkobar di dalam khotbahnya ketika Allah mengurapi dia.

Orang yang menjadi hamba Tuhan membutuhkan tanda kuasa dari angin dan api, yang ketika Roh meniup, engkau tidak tahu Dia dari mana, dan engkau tidak tahu Dia ke mana. Yesus berkata kepada Nikodemus, seperti yang tercantum dalam Injil Yohanes 3, “Orang yang dipenuhi Roh Kudus ada tanda api.” Jika engkau mendengar khotbah, pengkhotbahnya berapi-api, engkau akan bersemangat, tetapi jika pengkhotbahnya dingin sekali, engkau seperti orang mati, tertidur, dan lesu sekali imanmu. Hamba Tuhan perlu angin dan api, karena Roh Tuhan adalah Roh Kudus yang memiliki angin dan api, yang menjadi tanda di Hari Pentakosta, hari yang menandai Roh Tuhan turun ke dunia. Kiranya gereja kita adalah gereja yang berapi dari Tuhan, gereja yang menerima tiupan angin dari Tuhan, dan Roh Kudus yang memimpin kita. Selain dalam sejarah, Tuhan memimpin seluruh politik. Dalam gereja, Tuhan memimpin setiap mimbar, memimpin setiap hamba Tuhan, menghadirkan roh yang takut akan Tuhan dan roh yang berkuasa dalam pelayanan, membuktikan Tuhan menyertai kita. Amin.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk acara Global Convention on Christian Faith and World Evangelization dan Seminar Reformasi 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲