Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Sentuhan

Orang kusta di zaman Perjanjian Lama bukan saja terisolasi, tidak boleh bersalaman, namun juga harus terus menjaga social distancing sambil berteriak najis-najis supaya orang lain segera menjauhi mereka. Apa yang dihadapi orang-orang kusta mungkin merupakan amplifikasi ratusan kali dari apa yang kita hadapi di dalam masa pandemic sekarang ini. Orang kusta bukan hanya terisolasi secara sosial, namun juga terputus semua akses kepada hadirat Tuhan. 

Selengkapnya...

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mengenal Hati Tuhan

Sesudah berbulan-bulan melewati pandemi dan merenung di tempat kita masing-masing, mari kita melihat apa saja yang sudah kita renungkan seputar virus corona:
1. Melihat Tuhan (dan rencana-Nya) di balik semua yang kelihatan.
2. Menghadapi ketakutan dengan mengasihi dan mengucap syukur.
3. Melihat Tuhan (dalam kemurahan-keagungan-Nya) di dalam kerapuhan manusia pada masa karantina.
4. Mengabarkan Injil sambil menantikan kedatangan Tuhan Yesus.
5. Mengenal kedaulatan Allah: hati penuh kasih sayang di balik murka yang menyala.
6. Memiliki ketakjuban: menyembah Allah dan mengucap syukur.

Selengkapnya...

Transkrip

Pengakuan Iman Rasuli – Bagian 37: Butir Ketiga (7) Aku percaya kepada Roh Kudus

“Aku percaya kepada Roh Kudus” adalah hak istimewa orang Kristen. Di antara semua agama, hanya di dalam kekristenan ada Kristus yang memberikan janji dan mengirimkan Roh Kudus untuk mendampingi, memimpin, dan menghibur orang Kristen. Oleh sebab itu, orang yang benar-benar menikmati Roh Kudus dan mengalami pekerjaan Roh Kudus berada di dalam kebahagiaan yang besar sekali.

Selengkapnya...

Artikel

Reflection on Oratorio Messiah (6)

Behold, a virgin shall conceive, o thou that tellest good tiding to Zion. For behold, darkness shall cover the earth. The people that walked in darkness have seen a great light. For unto us a child is born.

Selengkapnya...

Artikel

Singing and Congregational Singing

Beberapa waktu lalu ada seorang YouTuber yang memperlihatkan kebiasaan ia makan bersama keluarga. Di sana ia menunjukkan, bagaimana sewaktu kecil, setiap kali sebelum makan, ia selalu berdoa, atau menyanyikan sebuah lagu pendek, dengan lirik yang dikenal sebagai nursery rhymes. Kalau kita menelusuri lebih dalam, nursery rhymes yang tertua yang masih dinyanyikan hingga sekarang berasal dari abad ke-16. Nursery rhymes kadang digunakan untuk menghibur anak-anak, namun banyak juga yang mendidik, seperti mengajarkan anak berhitung, ataupun mengenal alfabet. Kita bisa melihat, bahwa sejak dahulu, sudah disadari bahwa musik memiliki kemampuan untuk mempermudah kita menghafal dan mengerti sebuah rangkaian kata. Kita mungkin tidak mengingat semua isi buku yang pernah kita baca sewaktu kecil, tetapi sering kali kita mengingat lagu-lagu yang kita nyanyikan atau dengarkan sewaktu kecil.

Selengkapnya...

Artikel

Inteligensi Buatan, Kemungkinan, dan Kedaulatan Tuhan

Bidang ilmu AI bermula dari bagaimana para ilmuwan melihat manusia sebagai makhluk yang istimewa berkat kemampuan inteligensi yang dimilikinya, kemudian para ilmuwan mempelajari kemampuan intelektual manusia untuk diterapkan dalam dunia ilmu komputer.

Selengkapnya...

Artikel

Merayakan Pancasila: Kemanusiaan, Ketuhanan, dan Bernegara

Di awal bulan ini kita merayakan lahirnya Pancasila, sebuah dasar negara adiluhung nan perkasa. Pancasila yang merupakan dasar negara digadang sebagai satu arah pikiran, satu arah kepercayaan sebagai sebuah bangsa. Namun, belakangan ini makna Pancasila ini seakan kabur, dan lebih jauh sebagai seorang Kristiani, apa yang membuat kita turut merayakan Pancasila? Kepragmatisan atau herd mentality-kah? Atau ada alasan lain? Pada saat kali ini, penulis akan mencoba merefleksikan pemikiran Pancasila yang tak lepas dalam refleksi iman kita sebagai seorang Kristiani.

Selengkapnya...

Artikel

Pandemic and the Gospel

Sudah lima bulan lamanya, sejak laporan kematian pertama pada 11 Januari 2020, COVID-19 menjadi wabah yang menakutkan bagi dunia. Jutaan kasus dan ratusan ribu kematian telah terjadi sampai hari ini (dan angka ini pun akan terus bertambah). Seperti wabah-wabah yang pernah terjadi sebelumnya, faktor utama penyebaran COVID-19 adalah interaksi antarsesama manusia. Oleh sebab itu, usaha untuk menekan penyebaran pandemi ini adalah meminimalkan ruang interaksi antarmanusia. Penutupan dan pembatasan akses di beberapa lokasi telah ramai dilakukan, membuat tidak sedikit orang kehilangan pekerjaannya (pikirkan supir taksi, pengemudi transportasi, pedagang kaki lima, tukang parkir, bahkan pengusaha besar sekalipun). Kebijakan pembatasan jarak fisik ini juga berdampak pada kehidupan psikis dan spiritual: membuat pertemuan ibadah secara fisik (bodily fellowship) dihentikan dan membuat manusia terisolasi, terpisah dari persekutuan dengan kerabat dan sanak saudara, yang membuat banyak orang dihantui kebosanan, kesepian, atau bahkan depresi.

Selengkapnya...

Ponder

Sempurna

Siapa sih yang tidak menginginkan kesempurnaan? Apakah kita merindukan kesempurnaan karena pada mulanya manusia dilahirkan di tengah kesempurnaan? Jika memang awalnya manusia diciptakan dalam keadaan seperti itu, mengapa pula manusia masih bisa jatuh dalam dosa? Pertanyaan-pertanyaan itu saya ajukan untuk mengajak kita semua merenungkan, betulkah jika hidup kita “sempurna” kita akan lebih penuh sukacita dan lebih malas berdosa?

Selengkapnya...

Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲