Artikel

George Whitefield: The Gospel Rover

George Whitefield lahir di Gloucester, Inggris pada tgl 16 Desember 1714. Ayahnya meninggal pada waktu George Whitefield berusia 2 tahun dan ibunya harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Pada tahun 1732, George diterima di Pembroke College di Oxford. Pada masa ini dia bertemu dengan John dan Charles Wesley di dalam klub yang dipelopori mereka: “Holy Club”. Klub ini didirikan pada tahun 1729 di mana menjadi cikal bakal lahirnya Gereja Methodist. Di dalam klub ini, para mahasiswa secara disiplin melatih diri untuk melayani, berdoa, membaca Alkitab, dan bersekutu.

George Whitefield menamatkan perkuliahannya di Oxford dan pada tgl 20 Juni 1736 dia ditahbiskan  oleh Bishop Benson untuk melayani di Church of England. Pada waktu penahbisan tersebut, George Whitefield mendedikasikan dirinya: “My heart was melted down and I offered my whole spirit, soul, and body o the service of God’s sanctuary.”
George Whitefield sering digambarkan sebagai seorang orator yang hebat. Hal ini tidak terlepas dari latihan di masa muda untuk lakon drama di sekolahnya. Selain itu, George Whitefield memiliki suara yang lantang dan keras.

Menurut Benjamin Franklin, kemampuan gaung suaranya dapat terdengar oleh 30.000 orang di lapangan terbuka. Franklin sendiri sangat mengagumi George Whitefield dan pernah mendengar dia berkhotbah di Philadelphia.

Berbeda dengan John dan Charles Wesley, George Whitefield adalah seorang Calvinist secara pandangan theologinya. Kesungguhan penginjilannya tidak tertandingi. Pada masa tersebut London hanya memiliki populasi kurang dari 700.000 orang dan dia melayani sekitar 20.000 orang di Moorfields dan Kennington.

Diperkirakan selama hidupnya dia berkhotbah secara formal sedikitnya 18.000 kali, mencakupi Inggris, Skotlandia, Amerika, Belanda, dan tempat lainnya.
Let my name be forgotten, let me be trodden under the feet of all men, if Jesus may thereby be glorified. I care not who is uppermost. I know my place, even to be servant of all.” - George Whitefield

Budiman Thia
Redaksi Umum PILLAR

Referensi:
1. Christian Classics Ethereal Library: www.ccel.org/w/whitefield
2.            http://www.swordofthelord.com/biographies/WhitefieldGeorge.htm

Budiman Thia

September 2011

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk kondisi pandemi COVID-19 yang sudah makin melandai. Berdoa kiranya setiap orang Kristen mengambil kesempatan untuk dapat memberitakan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus terutama di dalam momen Jumat Agung dan Paskah di bulan ini. Bersyukur untuk ibadah fisik yang sudah dilaksanakan oleh banyak gereja dan bersyukur untuk kesempatan beribadah, bersekutu, dan saling menguatkan di dalam kehadiran fisik dari setiap jemaat.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

terimakasih, bagi saya sangat memberkati karena orang percaya hidup dalam peperangan rohani. karena itu Allah terus...

Selengkapnya...

Bagaimana jika Saat di Rafidim. bgs Israel tidak bersungut-sungut. Melainkan sabar dan kehausan tsb apakah mungkin...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲