Artikel

Realisme Eskatologis

Bagi orang Kristen, pemahaman apa pun yang kita miliki mengenai bagaimana segala sesuatu berada saat ini, tidak dapat diartikulasikan secara memadai, tanpa merujuk kepada parousia, yakni masa ketika ciptaan akan ditransformasikan. Realitas kita saat ini adalah suatu keberadaan non-reduktif yang akan diubahkan, yang “keberadaannya” dihantui oleh realitas eskaton, sebuah fitur temporal dari temporalitas alkitabiah yang coba ditangkap dalam istilah “ontologi eskatologis” dan “realisme eskatologis”. Berbeda dari realisme naif yang memahami dunia yang ditangkapnya di masa kini untuk membentuk suatu realitas objektif, realisme eskatologis menyatakan bahwa “objektivitas yang dituangkan dalam narasi alkitabiah adalah objektivitas dunia seperti yang dikehendaki Tuhan”, dan dunia seperti yang Tuhan kehendaki “terletak di masa depan eskatologis”. Jadi alam semesta yang “sesungguhnya” adalah alam semesta seperti apa adanya suatu hari nanti. Kenyataan di masa depan ini jauh lebih nyata, dan karenanya jauh lebih objektif daripada dunia saat ini, yang bahkan sekarang sudah berlalu. Memahami dunia dan segala isinya secara objektif berarti menangkap segala sesuatu dengan “realisme eskatologis” dari perspektif futuristis ini, memahami realitas objektif berbagai hal, tidak hanya dalam hal keadaan mereka saat ini, tetapi juga dalam hal realisasi masa depan kepenuhan mereka di eskaton. Realisme eskatologis ini meletakkan realitas transformasi radikal pada jantung kekristenan alkitabiah, bukan hanya restorasi konservatif. Langit dan bumi yang baru bukan sekadar kembalinya kita ke Eden, melainkan transfigurasi sorga Edenik menjadi visi realitas yang jauh lebih besar dan lebih rumit daripada apa yang kita bayangkan, menggabungkan semua yang terbaik dari ribuan tahun budaya manusia.

Sifat realitas yang tak dapat direduksi menjadi “yang menjadi jantung di realisme eskatologis” membawa kita kepada hal yang lebih besar daripada one-time transformation pada hari penghakiman, karena kebangkitan tubuh hanyalah satu momen dalam kisah transformasi penebusan Kristen. Kita yang adalah buah sulung dari ciptaan baru sudah mulai diubah, dan kantong-kantong ciptaan akan tumbuh berkembang sebagaimana mereka dibawa kepada pemerintahan Kristus, tidak sempurna untuk saat ini dan akan sempurna pada saat penghakiman.

Realisme eskatologis memiliki implikasi yang luar biasa ketika kita merenungkan tentang waktu. Ini berarti bahwa masa depan eskatologis ditarik menjadi masa kini dengan cara mengisi kehidupan kita, hari lepas hari, dengan makna yang lebih dalam daripada apa yang dapat ditarik dari masa kini yang partikular.

Salah satu contoh klasik dari hal ini adalah antropologi eskatologis C. S. Lewis dalam The Weight of Glory:

“Adalah hal yang serius untuk hidup dalam masyarakat yang terdiri dari para dewa dan dewi, untuk mengingat bahwa orang yang paling membosankan dan paling tidak menarik yang Anda ajak bicara mungkin suatu hari akan menjadi makhluk yang, jika Anda melihatnya sekarang, Anda akan sangat tergoda untuk menyembah mereka. Tidak ada orang biasa. Anda tidak pernah berbicara dengan manusia biasa. Mereka adalah makhluk abadi yang bercanda dengan kita, bekerja bersama, menikah, menghina, dan mengeksploitasi bersama Anda—entah ini adalah kengerian abadi atau keagungan abadi.”

Seperti yang ditunjukkan Lewis kepada kita di sini, realisme eskatologis memiliki implikasi langsung untuk kegiatan kita sehari-hari di dunia ini, dan untuk pemahaman kita tentang pentingnya hubungan yang paling fana sekalipun. Ini juga memiliki implikasi pada cara kita memahami hubungan Alkitab dengan beragam budaya manusia.

Robin Gui

Pemuda FIRES

Robin Gui

Oktober 2020

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk kondisi pandemi COVID-19 yang sudah makin melandai. Berdoa kiranya setiap orang Kristen mengambil kesempatan untuk dapat memberitakan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus terutama di dalam momen Jumat Agung dan Paskah di bulan ini. Bersyukur untuk ibadah fisik yang sudah dilaksanakan oleh banyak gereja dan bersyukur untuk kesempatan beribadah, bersekutu, dan saling menguatkan di dalam kehadiran fisik dari setiap jemaat.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

terimakasih, bagi saya sangat memberkati karena orang percaya hidup dalam peperangan rohani. karena itu Allah terus...

Selengkapnya...

Bagaimana jika Saat di Rafidim. bgs Israel tidak bersungut-sungut. Melainkan sabar dan kehausan tsb apakah mungkin...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲