Meja Redaksi

September 2020

Salam Pembaca PILLAR yang setia,

Menjadi manusia itu memang repot, setidaknya lebih repot dibanding menjadi seekor kelinci, katak, atau kanguru. Kelinci misalnya sepertinya tidak pernah termenung mengapa dia seekor kelinci. Kelinci hanya menjalani hidup kekelinciannya. Manusia justru tidak bisa hanya sekadar menjalani hidup begitu saja. Dia merenungkan mengapa dia ada dan bukan tidak ada, lalu apa artinya menjadi seorang manusia, apa tujuan hidup ini, dan mengapa ada penderitaan dalam hidup yang singkat ini. Baik para filsuf maupun theolog berusaha memberikan analisis mereka, penulis PILLAR edisi ini pun juga tidak mau ketinggalan. Sekian banyak tinta, pixel, dan kopi tertumpah demi menyajikan tulisan-tulisan yang menjelaskan siapakah itu manusia. Harapannya tentu bukan sekadar memuaskan hasrat untuk mengetahui lebih banyak, karena berpengetahuan banyak belum tentu bersumbangsih apa-apa. Tetapi untuk bisa bersumbangsih, kita memang perlu mengetahui lebih banyak. Kutipan dari Hoekema dalam artikel Anthropology: The Theological Frontline of the 21st Century: “Apakah relevansi dari antropologi Kristen bagi kehidupan sehari-hari kita? Bagaimanakah pandangan Kristen akan manusia membantu kita untuk menghadapi masalah di dunia ini?” adalah tantangan bagi kita semua yang mengaku diri manusia Kristen, bukan kecebong, kampret, atau kutu loncat, untuk memikirkannya.

Redaksi Pillar

September 2020

Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk kondisi pandemi COVID-19 yang sudah makin melandai. Berdoa kiranya setiap orang Kristen mengambil kesempatan untuk dapat memberitakan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus terutama di dalam momen Jumat Agung dan Paskah di bulan ini. Bersyukur untuk ibadah fisik yang sudah dilaksanakan oleh banyak gereja dan bersyukur untuk kesempatan beribadah, bersekutu, dan saling menguatkan di dalam kehadiran fisik dari setiap jemaat.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Bagus

Selengkapnya...

senang dengan penjelasan yang di atas dan memberkati. yang pada intinya pacaran dalam kekristenan adalah berfokus...

Selengkapnya...

Maaf u 99 domba itu Tuhan Yesus tidak mengatakan mereka tidak hilang., melainkan tidak memerlukan pertobatan yang...

Selengkapnya...

terimakasih, bagi saya sangat memberkati karena orang percaya hidup dalam peperangan rohani. karena itu Allah terus...

Selengkapnya...

Bagaimana jika Saat di Rafidim. bgs Israel tidak bersungut-sungut. Melainkan sabar dan kehausan tsb apakah mungkin...

Selengkapnya...

© 2010, 2022 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲