,

Glorious Death

Filipi 1:21 – Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Orang Sparta melihat kematian yang mulia adalah kematian di medan perang. Orang biasa-biasa yang tidak haus darah seperti kaum Sparta melihat kematian yang mulia adalah kematian di usia tua dikelilingi oleh sanak saudara (dan bukan karena sakit tentunya, tetapi karena sudah saatnya tutup usia). Namun sebenarnya di sepanjang sejarah, di seluruh dunia… hanya pernah dicatat satu saja kasus kematian yang mulia. Bukan kematian manusia, tetapi kematian sosok God-man yang berinkarnasi, yang menyerahkan hidup-Nya dengan rela, dengan kehendak-Nya, bukan karena kematian merampasnya dengan paksa. Bukan karena kematian sebagai akibat dosa, melainkan kematian sebagai rencana kekal Allah sejak dalam kekekalan.

Kematian mulia karena kematian tersebut dijalani oleh Sang Mulia.
Kematian mulia karena kematian tersebut untuk menggenapi kemuliaan Allah dalam kesucian-Nya yang tidak bisa sekadar melewati pelanggaran dosa manusia.
Kematian mulia karena itu membawa kemuliaan puncak bagi nama Bapa di Sorga.
Kematian mulia karena itu diperkenan Allah: dari Allah, oleh Allah, dan bagi Allah.

Saya terus berdoa bahwa suatu saat Tuhan memberikan anugerah kematian yang menjadi berkat, kematian yang membawa kemuliaan bagi Bapa sama seperti kematian mulia Anak-Nya. Saya berdoa supaya kelak yang menerima Tuhan Yesus pada waktu matiku itu lebih banyak dari pada pada waktu hidupku. Ketika itulah mati menjadi keuntungan. Keuntungan bagi diri pribadi karena itulah jalan masuk menuju kemuliaan kekal, keuntungan bagi orang lain yang terberkati dalam komunitas Kerajaan Allah.